Menghadapi serangan hama landak di area perkebunan sering kali membuat para petani frustrasi karena kerusakan vegetasi yang masif. Memahami cara membuat perangkap landak yang aman dan memahami fungsinya secara tepat menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan tanaman Anda tanpa melanggar regulasi konservasi.
Landak atau secara ilmiah dikenal sebagai Hystrix brachyuran merupakan hewan herbivora yang sangat menyukai daun, batang, dan bagian kulit kayu yang lunak. Sifat makannya inilah yang kerap merusak tanaman budidaya, sehingga pembuatan jerat atau jebakan menjadi pilihan terakhir yang rasional bagi para praktisi di lapangan.
Pertanyaan seperti "mengapa landak diburu orang? menjadi sangat sering terdengar di kalangan masyarakat pinggiran hutan maupun pencinta herbal tradisional. Selain karena statusnya sebagai hama tanaman, komoditas sekunder dari satwa ini ternyata memiliki nilai ekonomi yang luar biasa tinggi di pasar gelap.
Landak diburu terutama untuk diambil bagian dalam tubuhnya yang dikenal sebagai batu mustika landak atau geliga landak. Dari pengalaman saya menangani konflik satwa di lapangan, desas-desus mengenai khasiat batu landak untuk kesehatan menjadi bahan bakar utama meningkatnya perburuan liar yang masif.
Geliga atau batu mustika landak ini dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit berat. Mulai dari berfungsi sebagai obat kanker dari batu landak, tumor, hipertensi, demam berdarah, liver, hingga penyakit diabetes melitus.
Bahkan dalam catatan sejarah pengobatan, tabib di Cina memanfaatkan batu landak sebagai anti-inflamasi, antioksidan, dan antibodi alami dalam ramuan obat kuno. Secara konseptual, tubuh landak memang mampu menghasilkan antibodi kuat untuk menetralkan racun dan mempercepat penyembuhan luka karena hewan ini sangat sering mencerna berbagai tumbuhan obat di alam liar.
Geliga landak tergolong sangat langka dan mahal karena tidak semua landak menghasilkan batu tersebut di dalam tubuhnya. Faktanya, seekor landak hanya dapat menghasilkan satu batu mustika sepanjang usianya.
Kelangkaan inilah yang membuat harga geliga landak asli melonjak sangat drastis di pasar domestik maupun internasional. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan media lingkungan Mongabay, harga batu mustika landak berkisar antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta per gram.
Panduan Membuat Perangkap Landak Tipe Boks yang Aman
Untuk mengendalikan hama ini tanpa membunuhnya, metode penangkapan hidup-hidup menggunakan perangkap tipe boks besi atau kayu adalah pilihan terbaik. Teknik ini jauh lebih aman dan manusiawi dibandingkan menggunakan jerat tali nilon yang bisa mematahkan kaki satwa.
Berikut adalah prasyarat materi dan perlengkapan yang wajib Anda siapkan sebelum mulai merakit perangkap boks:
- Rangka besi siku atau kayu reng tebal ukuran 120 cm x 60 cm x 60 cm.
- Kawat loket besi tebal minimal 2 mm agar tidak jebol digigit landak.
- Pintu geser (drop door) yang dipasang pada mekanis vertikal.
- Sistem pemicu berupa kawat penarik dan pengait umpan di dalam boks.
- Umpan segar berupa singkong, ubi jalar, atau kulit kayu lunak.
Setelah seluruh bahan siap, Anda bisa mengikuti langkah-langkah pembuatan dan pemasangannya secara berurutan berikut ini.
- Rakit rangka boks dengan ukuran panjang 120 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm menggunakan besi siku atau kayu kokoh.
- Lapisi seluruh dinding rangka menggunakan kawat loket besi, lalu las atau paku dengan kuat agar tidak ada celah bagi landak untuk meloloskan diri.
- Buat sistem pintu geser pada salah satu ujung boks yang dapat meluncur ke bawah secara cepat memanfaatkan gaya gravitasi saat pemicu terlepas.
- Pasang tuas pemicu di bagian tengah dalam boks, lalu hubungkan tuas tersebut ke pintu geser menggunakan kawat penarik tipis yang tegang.
- Letakkan umpan berupa kulit kayu lunak atau singkong di ujung tuas pemicu, sehingga saat landak menarik umpan, pintu akan langsung jatuh mengunci.
Kesalahan umum yang saya lihat di lapangan adalah meletakkan perangkap di sembarang tempat tanpa membaca tanda kehadiran satwa. Landak adalah hewan nokturnal, jadi pastikan Anda memasang perangkap ini menjelang sore hari tepat di jalur lintasan aktif atau di dekat pangkal pohon yang kulitnya habis dikupas oleh mereka.
Fungsi Perangkap dan Kebijakan Regulasi Penanganan Satwa
Fungsi utama dari pembuatan perangkap ini dalam konteks agraria murni adalah sebagai alat mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar. Melalui perangkap hidup, landak yang tertangkap bisa dipindahkan ke habitat yang lebih jauh dari pemukiman warga atau perkebunan produktif.
Mengingat tingginya fungsi geliga landak untuk penyakit dalam persepsi pengobatan tradisional, pengawasan terhadap perburuan satwa ini kian diperketat oleh pemerintah. Langkah preventif ini dilakukan guna menekan laju perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai gambaran nyata mengenai ketatnya regulasi ini, instansi resmi seperti Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) terus aktif melakukan pengawasan ketat. Anda bisa melihat rekam jejak penegakan hukum terkait satwa ini pada tabel kompilasi kasus berikut.
| Aspek Pengawasan | Detail Temuan / Lokasi | Keterangan Resmi |
|---|---|---|
| Tren Perdagangan | Provinsi Sumatera Barat | Perdagangan satwa dilindungi dipantau masih tinggi selama tahun 2014. |
| Aksi Penggagalan | Kabupaten Pasaman | Tim gabungan berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 35 ekor landak. |
| Modus Operandi | Mobil Minibus | Satwa diangkut secara ilegal dalam kendaraan pribadi untuk diselundupkan. |
Dalam kasus penegakan hukum tersebut, Zulmi Gusrul selaku Kepala Satuan Polisi Kehutanan BKSDA Sumbar menyatakan pada Rabu (07/01/2014) bahwa pihaknya beserta tim gabungan dari TNI, Polri, dan Kejaksaan belum lama ini berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 35 ekor landak yang diangkut dalam sebuah mobil minibus di daerah Kabupaten Pasaman. Penindakan tegas ini menjadi bukti nyata bahwa landak tidak boleh diperjualbelikan secara bebas demi keuntungan finansial pribadi.
Oleh karena itu, jika Anda berhasil menangkap landak yang menjadi hama di perkebunan dengan metode perangkap di atas, langkah paling bijak adalah segera melaporkannya ke pihak resort BKSDA terdekat. Menyerahkan satwa hasil tangkapan kepada pihak berwenang akan menjauhkan Anda dari jerat hukum pidana sekaligus berkontribusi langsung dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.







