Aturan Permenaker Terbaru dan 5 Langkah Membuat Struktur Skala Upah Karyawan

7 Juli 2026, 05:28 WIB

Menyusun sistem kompensasi sering kali memicu pertanyaan membingungkan bagi pemilik usaha, seperti "bagaimana cara menentukan gaji pokok karyawan secara adil?" tanpa mengorbankan arus kas perusahaan. Banyak pebisnis pemula menetapkan nominal pendapatan pekerja hanya berdasarkan kesepakatan lisan atau tebakan angka di pasar tanpa acuan baku.

Metode tebak-tebakan tersebut berisiko memicu kecemburuan sosial antar-staf, tingginya angka perputaran karyawan (turnover), hingga potensi sanksi hukum dari pemerintah. Melalui panduan praktis ini, Anda akan mempelajari cara membuat struktur skala upah yang solid, legal, dan memotivasi tim kerja secara objektif.

Dari pengalaman saya menangani berbagai skala bisnis, kepatuhan terhadap regulasi pengupahan merupakan fondasi utama agar operasional usaha berjalan dengan tenang dan berkelanjutan. Landasan hukum pengupahan di Indonesia sangat jelas dan mengikat bagi setiap skala badan usaha yang mempekerjakan tenaga kerja.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 1 Tahun 2017 Pasal 2 Ayat (1) mewajibkan setiap pengusaha menyusun struktur skala upah dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi pekerja. Regulasi ini bukan sekadar imbauan di atas kertas, melainkan sebuah instruksi yuridis yang mutlak dijalankan oleh manajemen.

Kewajiban regulasi ini juga terus diperkuat melalui dinamika perundang-undangan di tanah air. Penyusunan struktur dan skala upah juga diwajibkan dalam UU Cipta Kerja No. 6 Tahun 2023 Pasal 81 Angka 30 tentang perubahan Pasal 92 UU Ketenagakerjaan, serta diatur secara rinci dalam PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021.

Menetapkan struktur skala upah secara resmi memberikan kepastian hukum dan perlindungan finansial yang seimbang, baik bagi pemberi kerja maupun bagi pekerja yang mengabdikan waktu serta keahliannya.

Manfaat dari kepatuhan hukum ini berdampak langsung pada stabilitas internal tempat kerja Anda. Indah Anggoro Putri selaku Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyatakan bahwa dengan adanya penetapan struktur skala upah, perusahaan akan mendapatkan manfaat berupa kelangsungan usaha karena sudah memiliki acuan upah yang harus dibayarkan kepada karyawan. Komponen utama yang diatur di sini adalah upah pokok, yakni imbalan dasar berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan.

Prinsip Komponen Gaji Berdasarkan Regulasi Resmi

Sebelum masuk ke langkah teknis perhitungan matematika, Anda harus menyamakan persepsi mengenai komponen apa saja yang dimasukkan ke dalam tabel struktur pengupahan. Kesalahan umum yang saya lihat adalah mencampuradukkan semua jenis tunjangan tidak tetap ke dalam komponen dasar skala gaji.

Definisi Struktur dan Skala Upah

Struktur skala upah adalah tingkatan upah dari yang terendah hingga tertinggi (atau sebaliknya) yang memuat kisaran nominal upah dari yang terkecil sampai terbesar untuk setiap golongan jabatan. Di dalam bagan ini, tidak ada angka tunggal yang kaku untuk satu posisi, melainkan sebuah rentang nilai yang fleksibel.

Fokus pada Gaji Pokok

Upah yang tercantum dalam struktur skala upah adalah gaji pokok, yaitu imbalan dasar berdasarkan tingkat/jenis pekerjaan sesuai kesepakatan. Jika perusahaan Anda memilih menggunakan komponen upah tanpa tunjangan, maka susunan ini otomatis menjadi pedoman untuk besaran upah tanpa tunjangan tersebut.

Penerapan praktis dari aturan pengupahan ini juga memiliki batasan waktu kerja yang spesifik. Penetapan struktur skala upah secara praktik baru bisa diberlakukan untuk karyawan yang sudah bekerja lebih dari 1 tahun di dalam perusahaan tersebut.

Langkah demi Langkah Membuat Struktur Skala Upah

Penyusunan tabel remunerasi ini menggunakan pendekatan logis yang dapat dihitung menggunakan aplikasi lembar kerja seperti Microsoft Excel. Ikuti tahapan berurutan di bawah ini untuk merumuskan skala upah dari dasar.

  1. Melakukan Analisis dan Evaluasi Jabatan: Nilai setiap posisi di perusahaan berdasarkan beban kerja, tanggung jawab, dan risiko pekerjaan. Kelompokkan posisi-posisi yang setara ke dalam satu golongan jabatan yang sama (misalnya, staf administrasi dan staf operasional masuk ke Golongan I).
  2. Menentukan Batas Upah Terendah dan Tertinggi: Tentukan nilai absolut kompensasi terkecil untuk golongan jabatan terendah, dan nilai terbesar untuk jabatan tertinggi. Angka ini menjadi jangkar utama seluruh perhitungan matematika ke depan.
  3. Membuat Garis Kebijakan Upah: Hubungkan titik upah terendah dengan upah tertinggi menggunakan metode statistik atau garis lurus sederhana untuk menentukan nilai tengah dari masing-masing golongan jabatan.
  4. Menghitung Rentang Gaji (Spread): Tentukan persentase batas minimum dan maksimum untuk setiap golongan jabatan. Selisih inilah yang mewakili ruang gerak kenaikan pendapatan tahunan karyawan.
  5. Menetapkan Skala Gaji ke dalam Tabel Resmi: Masukkan seluruh hasil kalkulasi angka ke dalam format dokumen yang rapi dan siap disosialisasikan. Pasal 8 Kepmenakertrans 1/2017 menegaskan kewajiban perusahaan untuk menyampaikan informasi struktur maupun skala gaji kepada karyawan.
Metode Dua Titik Penyusunan Struktur Skala Upah | Kelly Patricia

Simulasi Metode Sederhana Garis Lurus

Dalam kasus yang sering saya temui, metode garis lurus adalah pilihan paling ramah bagi bisnis skala kecil dan menengah karena formulanya tidak serumit metode poin faktor. Mari kita bedah contoh praktis pengerjaannya menggunakan asumsi data hipotetis berikut.

Pada contoh metode sederhana garis lurus, nilai upah terendah didefinisikan sebagai titik A senilai Rp3.000.000, dan upah tertinggi didefinisikan sebagai titik B senilai Rp15.000.000. Nilai ini menjadi batas bawah absolut dan batas atas absolut di perusahaan.

Posisi suatu upah dalam skala upah dinyatakan dalam persentase antara 0% sampai 100%. Persentase 0% berarti upah sama dengan batas minimum, 50% berarti upah di tengah batas maksimum dan minimum, dan 100% berarti upah sama dengan batas maksimum. Distribusi ini mempermudah HR menentukan penyesuaian pendapatan berdasarkan kompetensi individu.

Berikut adalah visualisasi contoh tabel golongan jabatan dan gaji menggunakan simulasi struktur upah yang terbagi ke dalam lima kelompok golongan besar:

Simulasi Contoh Skala Gaji Karyawan Berdasarkan Golongan Jabatan
Golongan Jabatan Batas Minimum (0%) Nilai Tengah (50%) Batas Maksimum (100%)
Golongan I (Staf Muda) Rp3.000.000 Rp3.750.000 Rp4.500.000
Golongan II (Staf Senior) Rp4.500.000 Rp5.750.000 Rp7.000.000
Golongan III (Supervisor) Rp7.000.000 Rp8.500.000 Rp10.000.000
Golongan IV (Manajer) Rp10.000.000 Rp11.500.000 Rp13.000.000
Golongan V (Direktur) Rp13.000.000 Rp14.000.000 Rp15.000.000

Tips Praktis Mengelola Struktur Gaji agar Tetap Kompetitif

Memiliki dokumen struktur skala upah hanyalah langkah awal dari manajemen talenta yang sehat. Anda harus memastikan bahwa angka-angka yang tertera di dalam tabel tersebut tetap relevan dengan dinamika ekonomi di luar sana.

  • Pantau pergerakan upah minimum regional (UMR) yang diperbarui pemerintah setiap akhir tahun agar batas minimum Golongan I tidak berada di bawah ketentuan hukum resmi.
  • Gunakan persentase performa kerja dan hasil evaluasi tahunan untuk menggeser posisi gaji karyawan dari titik nilai tengah (50%) menuju batas maksimum (100%).
  • Lakukan survei pasar secara berkala untuk melihat apakah cara menghitung rentang gaji dalam perusahaan Anda masih menarik minat talenta berbakat di industri sejenis.

Penyusunan struktur pengupahan yang matang akan menciptakan ekosistem kerja yang transparan, minim konflik internal, dan memacu produktivitas staf secara maksimal. Pastikan manajemen HR Anda segera memperbarui dokumen ini demi menjaga kelangsungan operasional bisnis jangka panjang yang aman dari jerat sanksi administratif.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang