Cash Flow Macet Akibat Tagihan? Ini Cara Membuat Tabel Hutang Piutang di Excel

6 Juli 2026, 22:39 WIB

Mengelola perputaran kas sering kali menjadi tantangan terbesar bagi pelaku usaha, terutama saat tagihan mulai menumpuk dan pelanggan menunda pembayaran. Langkah krusial untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan cara membuat tabel hutang piutang yang terstruktur rapi menggunakan software pengolah data. Memiliki catatan yang sistematis memungkinkan Anda memantau jatuh tempo secara presisi sehingga likuiditas bisnis tetap terjaga aman.

Menurut Jamie Johnson, seorang pakar dan penulis di laman Business, laporan utang piutang adalah dokumen keuangan yang mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan utang dan piutang perusahaan. Tanpa adanya dokumen ini, Anda akan kesulitan mendeteksi modal yang mandek di tangan pihak ketiga. Dari pengalaman saya menangani berbagai pembukuan usaha, kekacauan kas paling sering bermula dari catatan piutang yang tercecer atau lupa ditagih.

Pencatatan ini bukan sekadar urusan teknis internal perusahaan, melainkan memiliki dasar hukum yang kuat dalam sistem akuntansi formal. Landasan hukum mengenai laporan piutang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang menyatakan bahwa laporan piutang adalah informasi yang wajib disajikan dalam bentuk sistem akuntansi akrual.

Dalam menyusun pembukuan, Anda wajib memahami apa fungsi buku besar pembantu utang dan piutang sebagai fondasi utama. Buku pembantu ini berfungsi untuk merinci saldo akun buku besar utama secara spesifik berdasarkan nama vendor atau konsumen. Informasi mendetail ini mencegah terjadinya kesalahan komunikasi saat melakukan rekonsiliasi dana dengan pihak luar.

Komponen Utama Pembukuan Hutang Usaha

Saat menyusun buku utang, ada beberapa elemen mendasar yang tidak boleh terlewatkan agar laporan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Komponen utama yang harus dimasukkan dalam buku hutang meliputi nama vendor, tanggal transaksi, jumlah hutang, dan tanggal jatuh tempo.

Transaksi yang dapat menimbulkan hutang usaha antara lain pembelian barang untuk dijual kembali atau digunakan, tagihan operasional seperti listrik, telepon, dan internet, gaji karyawan, serta biaya sewa kantor. Komponen ini harus dicatat secara kronologis berdasarkan metode pembayaran transaksi hutang usaha yang digunakan, baik itu berupa tunai, transfer bank, maupun giro.

Komponen Lengkap Laporan Piutang Pelanggan

Di sisi lain, pencatatan piutang memerlukan ketelitian ekstra karena menyangkut hak arus kas masuk bagi perusahaan Anda. Komponen yang umumnya disajikan secara lengkap dalam laporan piutang meliputi kode konsumen, nama konsumen, saldo awal piutang, transaksi penjualan, uang muka atau down payment, potongan penjualan, PPN, pembayaran piutang, dan saldo akhir piutang.

Sebagai contoh kasus spesifik perusahaan, sebuah perusahaan retail atau dagang menjual produknya kepada pabrik kopi senilai Rp250 juta. Pihak pembeli baru membayarkan sebagian yaitu senilai Rp100 juta, dan sisa nominalnya akan dilunasi pada bulan berikutnya. Kasus semacam ini wajib tercatat dengan jelas pada kolom uang muka dan saldo akhir agar nilai sisa tagihan tidak membingungkan saat jatuh tempo tiba.

Cara Membuat Buku Utang di Excel Langkah demi Langkah

Menggunakan spreadsheet merupakan opsi paling fleksibel untuk menyusun format tabel utang piutang sederhana namun tetap fungsional. Struktur umum buku hutang menggunakan software pengolah data terdiri dari tiga lembar kerja atau sheet utama, yaitu Daftar Hutang, Pembelian, dan Pembayaran. Struktur ini memisahkan data master dengan riwayat transaksi harian.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat Sheet 1 yang difungsikan sebagai daftar master badan usaha mitra Anda. Buatlah kolom untuk Kode Vendor, Nama Vendor, Alamat, dan Kontak Person. Pastikan setiap mitra memiliki kode unik tersendiri untuk menghindari kesalahan input data di lembar kerja berikutnya.

Selanjutnya, buatlah Sheet 2 untuk mencatat setiap transaksi pembelian yang memicu munculnya kewajiban baru. Isilah lembar kerja ini dengan kolom Tanggal, Kode Vendor, Nomor Faktur, Nominal Pembelian, dan Tanggal Jatuh Tempo. Skema ini membantu Anda melihat secara urut kapan kewajiban finansial harus dipenuhi.

Langkah terakhir adalah membuat Sheet 3 untuk merekam aktivitas pembayaran yang telah dieksekusi. Kolom pada lembar kerja ini meliputi Tanggal Bayar, Nomor Faktur, Nominal Pembayaran, dan Metode Pembayaran. Dengan memisahkan lembar kerja ini, data transaksi tidak akan menumpuk dalam satu tabel yang membingungkan.

Untuk mempermudah pemahaman visual mengenai pengaplikasian rumus-rumus ini secara langsung di lembar kerja Anda, Anda dapat menyimak tutorial praktis berikut.

Cara Membuat Laporan Hutang Piutang di Excel | Lecturial victor

Menerapkan Rumus Excel untuk Mencatat Hutang dan Piutang

Setelah struktur lembar kerja siap, Anda perlu mengintegrasikan rumus excel untuk mencatat hutang agar saldo akhir dapat terhitung secara otomatis. Penggunaan rumus otomatis sangat disarankan untuk meminimalkan human error yang kerap terjadi jika menghitung secara manual.

Gunakan rumus =SUMIF() untuk menarik data dari sheet transaksi ke sheet master daftar hutang. Sebagai contoh, untuk mencari total pembelian dari Vendor A, Anda bisa menggunakan formula:

=SUMIF(Sheet2!B:B, Sheet1!A2, Sheet2!D:D)

Artinya, Excel akan memeriksa kolom Kode Vendor di Sheet Pembelian (Sheet2!B:B), mencocokkannya dengan Kode Vendor di Sheet Master (Sheet1!A2), lalu menjumlahkan nominalnya di kolom Nominal Pembelian (Sheet2!D:D).

Untuk menghitung saldo akhir hutang setelah dikurangi pembayaran, gunakan pengurangan sederhana antara total pembelian dan total pembayaran yang ditarik dengan rumus serupa. Kombinasi formula ini memastikan contoh laporan utang piutang perusahaan Anda selalu menyajikan data terkini setiap kali ada pembaruan transaksi.

Struktur Tabel Sederhana Rekapitulasi Saldo Utang dan Piutang Perusahaan
Kode Mitra Nama Perusahaan Total Piutang Total Hutang Saldo Bersih
MTR-001 Pabrik Kopi Nusantara Rp150.000.000 Rp0 Rp150.000.000
MTR-002 Vendor Logistik Utama Rp0 Rp45.000.000 -Rp45.000.000
MTR-003 Distributor Kemasan Rp12.000.000 Rp25.000.000 -Rp13.000.000

Cara Menghitung Umur Piutang Dagang untuk Menjaga Likuiditas

Mencatat nominal saja tidak cukup jika Anda ingin mengetahui kesehatan arus kas perusahaan secara mendalam. Anda perlu menerapkan cara menghitung umur piutang dagang guna menganalisis seberapa lama modal Anda tertahan di luar. Masa pelunasan piutang usaha atau piutang dagang umumnya berkisar antara satu hingga dua bulan.

Gunakan rumus pengurangan tanggal di Excel untuk mengukur selisih antara tanggal hari ini dengan tanggal faktur penjualan. Formula dasarnya adalah:

=TODAY() – Tanggal_Faktur

Hasil dari rumus ini akan menunjukkan angka hari yang telah berlalu sejak tagihan diterbitkan. Berdasarkan angka tersebut, Anda dapat mengelompokkan umur piutang ke dalam beberapa kategori masa penagihan.

Kategori yang umum digunakan dalam akuntansi adalah kelompok 0–30 hari, 31–60 hari, 61–90 hari, dan di atas 90 hari. Piutang yang sudah masuk kategori di atas 60 hari memerlukan perhatian khusus dan tindakan penagihan yang lebih agresif karena berpotensi menjadi kredit macet.

Cara Mengatasi Cash Flow Macet karena Piutang

Jika hasil analisis umur piutang menunjukkan banyak tagihan yang tertahan di atas dua bulan, Anda harus segera mengambil tindakan. Mengetahui cara mengatasi cash flow macet karena piutang sangat penting agar operasional harian perusahaan tidak terganggu akibat ketiadaan kas siap pakai.

Langkah pertama yang bisa diterapkan adalah memberikan insentif berupa potongan penjualan bagi konsumen yang melunasi tagihannya lebih awal. Misalnya, Anda menetapkan syarat pembayaran 2/10, n/30, yang berarti konsumen mendapat potongan 2% jika membayar dalam waktu 10 hari sejak tanggal faktur.

Langkah kedua adalah bersikap tegas dalam menetapkan batas kredit bagi pelanggan baru maupun lama. Jangan ragu untuk menangguhkan pengiriman barang berikutnya jika saldo akhir piutang pelanggan tersebut telah melewati batas maksimal yang ditentukan perusahaan atau jika mereka memiliki tagihan yang kedaluwarsa.

Informasi pengelolaan keuangan dan akuntansi ini disusun untuk tujuan edukasi bisnis secara umum. Setiap entitas usaha memiliki karakteristik transaksi yang berbeda, sehingga penerapan sistem akuntansi sebaiknya disesuaikan dengan skala operasional serta kebijakan manajemen masing-masing perusahaan.

Menerapkan manajemen penagihan yang ketat berdasarkan data dari tabel Excel akan memperkecil risiko dana tertahan. Pengawasan yang konsisten merupakan kunci utama dalam mempertahankan kestabilan finansial jangka panjang bisnis Anda.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang