Cara membuat tugu PSHT memerlukan perencanaan teknis yang matang mulai dari kalkulasi biaya bikin tugu psht, pemilihan material yang kokoh, hingga koordinasi dengan pihak berwenang setempat. Pendirian simbol organisasi pencak silat ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena melibatkan identitas komunitas besar sekaligus menyangkut tata ruang publik.
Banyak warga perguruan yang ingin mendirikan monumen kebanggaan di wilayah mereka namun bingung menghitung anggaran serta menyusun tahapan konstruksinya. Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari langkah demi langkah pembangunan struktur fisik tugu secara aman, efisien, dan sesuai dengan standar yang berlaku saat ini.
Sebelum mulai mengaduk semen dan memasang fondasi, langkah awal yang krusial adalah memahami berapa harga membuat tugu pencak silat secara realistis. Berdasarkan data di lapangan, kebutuhan anggaran sangat bergantung pada dimensi dan tingkat kerumitan desain monumen yang akan dibangun.
Dari pengalaman saya menangani koordinasi pembangunan fasilitas komunitas, ketidakakuratan anggaran di awal sering membuat proyek mangkrak di tengah jalan. Oleh karena itu, panitia pembangunan wajib melakukan survei harga material lokal terlebih dahulu.
Kategori Ukuran Biasa atau Sedang
Untuk monumen dengan ukuran standar yang biasa ditempatkan di pinggir jalan desa atau batas RT, biaya pembuatan satu tugu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berukuran sedang/biasa berkisar antara Rp8 juta hingga Rp10 juta. Anggaran ini umumnya sudah mencakup pembelian material dasar seperti pasir, semen, batu bata, besi cor, dan cat luar ruangan kualitas standar.
Kategori Ukuran Besar
Jika pengurus ranting atau rayon menginginkan monumen ikonik di pusat kecamatan atau gerbang utama, biayanya tentu jauh lebih tinggi. Biaya pembuatan tugu PSHT berukuran besar dapat mencapai Rp25 juta karena membutuhkan volume material yang berlipat ganda, kerangka besi yang lebih tebal, serta teknik pengukiran lambang yang lebih rumit.
Untuk memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai alokasi anggaran pembangunan berdasarkan skala proyek, Anda dapat mencermati rincian estimasi pada tabel di bawah ini.
| Skala Ukuran Tugu | Estimasi Batas Minimum Anggaran | Estimasi Batas Maksimum Anggaran |
|---|---|---|
| Sedang atau Biasa | Rp8.000.000 | Rp10.000.000 |
| Besar atau Ikonik | Rp25.000.000 | Rp25.000.000 |
Tahapan Teknis Cara Membuat Tugu PSHT yang Kokoh
Membangun struktur beton di area terbuka menuntut teknik pengecoran yang benar agar tugu tidak mudah retak akibat perubahan cuaca yang ekstrem. Konstruksi yang rapuh tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga membahayakan keselamatan warga di sekitarnya.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah meremehkan kekuatan struktur fondasi demi menghemat pengeluaran semen. Padahal, beban tugu beton berukuran besar sangat berat dan membutuhkan cengkraman tanah yang kuat.
1. Persiapan Lahan dan Penggalian Fondasi
Langkah pertama adalah menentukan titik koordinat lahan yang aman dan tidak melanggar bahu jalan umum. Lakukan penggalian tanah dengan kedalaman minimal 80 centimeter hingga 1 meter untuk memastikan tugu memiliki pijakan yang stabil dan tidak gampang bergeser.
2. Perakitan Tulangan Besi Cor
Buatlah anyaman besi atau sengkang menggunakan besi beton bertulang dengan diameter minimal 10 milimeter untuk tiang utama. Bungkus anyaman besi ini dengan kawat bendrat secara rapat agar posisi tulangan tidak bergeser saat dituangkan adonan cor beton.
3. Pemasangan Bekisting dan Pengecoran
Pasang papan kayu atau tripleks tebal sebagai cetakan luar (bekisting) sesuai dengan bentuk siluet tugu yang diinginkan. Masukkan adonan beton yang terdiri dari campuran semen, pasir, dan kerikil berukuran sedang dengan perbandingan yang padat agar menghasilkan beton cor yang kuat.
4. Pembuatan Lambang Tiga Dimensi
Bagian paling menantang dalam proses ini adalah membentuk detail logo organisasi pada badan tugu. Anda bisa menggunakan teknik pahat langsung pada semen setengah kering atau menggunakan cetakan khusus logo pencak silat yang saat ini sudah banyak tersedia di pasaran.
Untuk mempermudah visualisasi pengerjaan fisik dan pewarnaan ornamen, Anda dapat melihat referensi pengerjaan pada video di bawah ini.
Aspek Sosial dan Regulasi Pendirian Tugu di Ruang Publik
Cara membuat tugu PSHT tidak hanya terbatas pada urusan semen dan batu bata semata, melainkan juga harus memperhatikan dinamika sosial di wilayah tersebut. Sejarah mencatat bahwa keberadaan simbol kelompok di ruang terbuka terkadang memicu sentimen yang sensitif antar-komunitas.
Dalam kasus yang sering saya temui, konflik horizontal justru kerap bermula dari masalah pengrusakan simbol organisasi di wilayah perbatasan. Sebagai contoh nyata, pernah terjadi insiden pengrusakan tugu simbol perguruan silat PSHT yang dilakukan oleh sekitar 20 orang oknum di Dukuh Karangweru, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen pada dini hari, Jumat, 26 Juni 2020 yang berujung pada kerusakan fisik tugu tersebut.
Dampak dari kerawanan sosial inilah yang memicu lahirnya berbagai kebijakan pembongkaran tugu silat sragen demi menjaga kondusivitas wilayah. Melalui pertemuan di Ruang Sukowati, kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Sragen pada Jumat pagi sebelum akhir Juni 2020, tercapai kesepakatan penting antara aparat keamanan dan tokoh perguruan silat.
Jumlah tugu perguruan silat di Sragen yang berencana dirobohkan oleh Kapolres Sragen adalah sebanyak 206 tugu demi menekan potensi gesekan antarkelompok.
Pertanyaan seperti "kenapa tugu psht dirobohkan?" sering menjadi perbincangan hangat di kalangan anggota organisasi. Alasan utama pemerintah daerah dan aparat hukum mengambil langkah tegas tersebut adalah demi keselamatan publik, ketertiban umum, dan penghapusan ego sektoral yang rentan memicu tawuran.
Langkah Antisipasi Agar Tugu Aman dari Pembongkaran
Jika Anda tetap berencana mendirikan tugu psht sragen atau di wilayah lainnya, pastikan Anda menempuh prosedur legal secara ketat agar bangunan tersebut tidak masuk dalam daftar penertiban petugas pamong praja di kemudian hari.
Ada beberapa poin penting yang wajib dipenuhi oleh panitia pembangunan sebelum meletakkan batu pertama konstruksi:
- Didirikan di atas tanah hak milik pribadi yang dibuktikan dengan sertifikat sah, bukan di atas tanah kas desa maupun fasilitas umum.
- Mengantongi izin tertulis dari warga sekitar yang ditandatangani oleh Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Desa setempat.
- Membuat surat pernyataan resmi bahwa bangunan tersebut tidak akan digunakan sebagai tempat berkumpul yang memicu keresahan lingkungan.
- Desain monumen harus mengedepankan nilai estetika lingkungan dan tidak mengganggu jarak pandang pengguna jalan raya.
Membangun identitas organisasi tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk tugu fisik di pinggir jalan raya yang rentan gesekan sosial. Mengalihkan alokasi dana ke kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas dinilai jauh lebih efektif untuk menaikkan reputasi positif perguruan di era modern ini.


