Sulit Memilih Ikan Segar Berkualitas Tinggi Ini Cara Tepat Memilihnya di Pasar

25 Juni 2026, 04:07 WIB

Mengetahui bagaimana cara memilih ikan yang baik brainly menjadi keahlian krusial saat berbelanja di pasar tradisional maupun modern saat ini demi menjaga kesehatan keluarga. Kesalahan dalam menentukan kesegaran ikan tidak hanya merusak cita rasa masakan, tetapi juga berisiko menghilangkan kandungan gizi esensial di dalamnya. Memilih ikan yang tepat memastikan tubuh mendapatkan asupan gizi terbaik demi mencegah berbagai masalah kesehatan yang kerap mengintai masyarakat urban.

Ketika berbelanja di pasar, kita sering dihadapkan pada tumpukan ikan yang sekilas terlihat sama semuanya. Banyak orang hanya mengandalkan insting atau sekadar melihat ukuran tanpa memahami indikator biologis kesegaran komoditas laut tersebut. Padahal, penurunan kualitas ikan terjadi sangat cepat sejak pertama kali ditangkap oleh nelayan jika tidak ditangani dengan metode rantai dingin yang disiplin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari komunitas edukasi Brainly, terdapat beberapa parameter fisik utama yang wajib diperhatikan secara saksama sebelum bertransaksi. Panduan praktis ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah memeriksa kondisi ikan agar Anda mendapatkan produk berkualitas premium dengan kandungan gizi yang masih utuh.

Memilih ikan berkualitas membutuhkan kejelian panca indra kita, mulai dari penglihatan, penciuman, hingga tekstur saat disentuh secara langsung. Jangan ragu untuk meminta izin kepada pedagang untuk menyentuh atau mengangkat ikan yang ingin Anda beli.

Menilai Kejernihan Mata Ikan

Langkah pertama yang paling mudah dilakukan adalah mengamati bagian mata ikan secara cermat. Ikan yang baru ditangkap memiliki mata yang bulat cembung, dengan kornea yang jernih dan pupil hitam pekat yang berkilau. Sering kali saya menemui pembeli yang mengabaikan hal ini dan tetap membeli ikan bermata keruh atau cekung ke dalam.

Mata yang memutih atau dipenuhi bercak darah menandakan ikan tersebut sudah disimpan terlalu lama dalam suhu kamar. Kondisi mata yang rusak juga menjadi indikator awal bahwa bakteri pembusuk telah mulai merusak jaringan tubuh ikan dari dalam.

Memeriksa Warna dan Lendir Insang

Buka penutup insang ikan dengan perlahan untuk melihat warna organ pernapasan tersebut secara langsung. Insang ikan yang sehat dan segar selalu berwarna merah darah yang cerah dan bersih tanpa noda kecokelatan. Lapisan lendir yang menyelimuti insang harus berupa cairan transparan tipis, bukan lendir kental yang berbau asam.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah pembeli mengira semua insang berwarna merah itu pasti bagus. Faktanya, beberapa pedagang nakal terkadang memberikan zat pewarna buatan untuk memanipulasi tampilan luar insang yang sudah mulai membusuk.

Menguji Elastisitas Daging dan Kondisi Sisik

Tekan bagian perut atau punggung ikan menggunakan jari telunjuk Anda selama beberapa detik saja. Daging ikan yang bermutu tinggi akan langsung kembali ke bentuk semula karena memiliki elastisitas serat otot yang sangat baik. Jika bekas tekanan jari Anda meninggalkan cekungan yang permanen, itu pertanda struktur sel daging sudah mulai hancur.

Pastikan juga sisik ikan masih melekat kuat pada kulitnya dan mengilap dengan warna alami khas spesiesnya. Sisik yang mudah lepas saat disentuh menandakan ikan tersebut sudah mengalami dehidrasi berat atau sering terbentur selama proses distribusi.

Cara Memilih Ikan Segar untuk Dikonsumsi | Teman Mama

Mengapa Memilih Ikan Segar Berkaitan dengan Nutrisi Tubuh

Membeli ikan yang segar bukan sekadar urusan memanjakan lidah saat makan malam bersama keluarga besar. Kualitas bahan pangan yang kita konsumsi sehari-hari menentukan seberapa banyak zat gizi yang dapat diserap oleh sistem pencernaan kita.

Menurut ulasan ilmiah di platform Brainly, makanan yang kita konsumsi mengekstraksi komponen gizi organik dan anorganik atau zat kimia dasar melalui sistem pencernaan. Zat gizi ini kemudian diserap aliran darah untuk didistribusikan ke sel tubuh agar bisa bertahan hidup, tumbuh, bereproduksi, dan bermetabolisme.

Memilih ikan segar dengan kualitas protein tinggi membantu tubuh menjalankan fungsi metabolisme esensial secara optimal tanpa hambatan biologis.

Nutrien di dalam ikan bertugas mendukung pertumbuhan, mencegah penyakit, serta menjadi bahan bakar proses metabolisme harian. Proses penting seperti pernapasan, pemompaan darah oleh jantung, perbaikan jaringan kulit luka, dan pengiriman sinyal saraf ke otak sangat bergantung pada asupan ini.

Manusia wajib mendapatkan pasokan nutrisi dari luar karena tubuh kita tidak bisa memproduksi semua jenis nutrien secara mandiri. Oleh karena itu, pasokan dari makanan dan minuman harian menjadi satu-satunya sumber utama penopang kesehatan jangka panjang.

Kelompok Zat Gizi yang Terkandung di Dalam Ikan

Ikan dikenal sebagai sumber pangan padat gizi yang menyediakan kombinasi lengkap antara zat gizi makro dan mikro untuk metabolisme. Memahami pembagian kelompok gizi ini akan membuat kita lebih bijak dalam menyusun menu makanan harian yang seimbang.

Peran Makronutrien sebagai Penyuplai Energi

Kelompok gizi pertama yang terkandung dalam jumlah besar adalah makronutrien, yang biasanya diukur dalam satuan gram di laboratorium. Makronutrien merupakan kelompok gizi utama penyuplai energi yang terdiri dari tiga pilar utama ditambah satu elemen esensial bagi sel.

Meskipun ikan didominasi oleh protein dan lemak sehat, pemahaman mengenai konversi energi dari sumber gizi lain seperti karbohidrat tetap penting. Sebagai referensi dasar, satu gram karbohidrat memberikan energi sebesar 4 kalori untuk menunjang aktivitas fisik tubuh.

Pentingnya Mikronutrien untuk Mencegah Penyakit

Kelompok kedua adalah mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil, umumnya diukur dalam satuan miligram atau mikrogram saja. Walaupun dosis harian yang diperlukan sangat sedikit, ketidakhadirannya dapat memicu gangguan metabolisme fatal dan penyakit serius pada organ dalam.

Ikan segar kaya akan vitamin dan mineral esensial yang bertindak sebagai koenzim dalam berbagai reaksi kimia tubuh. Kekurangan mikronutrien akibat salah memilih bahan makanan dapat menurunkan imunitas dan membuat tubuh rentan terhadap infeksi musiman.

Kebutuhan Karakteristik Kelompok Zat Gizi Manusia
Kelompok Gizi Satuan Ukur Fungsi Utama Efek Kekurangan
Makronutrien Gram Penyuplai Energi Gizi Buruk
Mikronutrien Miligram Regulasi Sel Gangguan Fatal

Menghindari Dampak Buruk Fenomena Hidden Hunger

Kelalaian dalam memilih kualitas bahan pangan segar belakangan ini memicu kekhawatiran baru di sektor kesehatan masyarakat Indonesia. Banyak keluarga yang merasa sudah memberikan makanan cukup, namun mengabaikan densitas gizi mikro di dalam hidangan tersebut.

Saat ini di Indonesia sedang marak fenomena bernama hidden hunger, yaitu kondisi kesehatan berupa fenomena kenyang tapi kurang gizi. Hal ini terjadi akibat masyarakat terlalu mengabaikan kualitas gizi pada makanan instan dan beralih dari bahan pangan segar terpercaya.

Dari pengalaman saya mengamati pola belanja masyarakat, banyak yang tergiur harga murah tanpa memeriksa kesegaran ikan secara detail. Mengonsumsi ikan yang sudah tidak segar atau bahkan hampir busuk sama sekali tidak memberikan kontribusi positif bagi kecukupan gizi nasional.

Sebagai langkah preventif terbaik, mulailah menerapkan metode seleksi ketat saat membeli ikan di pasar lokal terdekat Anda. Investasi waktu untuk memilih ikan segar merupakan kunci utama dalam memutus rantai masalah gizi buruk tersembunyi di lingkungan keluarga.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang