Menemukan bintik hitam mirip tahi lalat yang tiba-tiba muncul dan menonjol di area pipi atau dahi sering kali memicu kekhawatiran terkait penampilan estetika. Kondisi yang dikenal dengan istilah spruten ini sering kali disalahpahami sebagai sekadar flek hitam biasa, padahal memerlukan penanganan yang berbeda agar permukaan kulit kembali halus.
Istilah spruten berasal dari bahasa Belanda yang artinya menonjol.
Secara medis, kondisi ini disebut sebagai keratosis seboroik, sebuah pertumbuhan kulit non-kanker yang sangat umum terjadi seiring bertambahnya usia.
Banyak orang panik ketika menyadari adanya bercak cokelat tua atau hitam yang bertekstur kasar di area wajah mereka. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warganet pada Sabtu (3/12/2022), banyak sekali keluhan mengenai kemunculan bintik-bintik hitam mirip tahi lalat ini yang mengganggu rasa percaya diri.
Spruten memiliki ciri khas berupa tonjolan ringan yang permukaannya tampak seperti lilin atau bersisik. Warnanya bervariasi mulai dari cokelat muda, cokelat tua, hingga hitam pekat.
Istilah spruten dari bahasa Belanda yang artinya menonjol. Hal ini disampaikan oleh dr. Ismiralda Oke Putranti, seorang Dosen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman saat diwawancarai media pada Minggu (4/12/2022).
Meskipun bentuknya terkadang menyerupai melanoma atau kanker kulit, spruten sepenuhnya bersifat jinak. Kondisi ini tidak menular dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun pada beberapa kasus bisa terasa agak gatal jika mengalami iritasi akibat gesekan pakaian atau masker.
Faktor Risiko dan Kapan Spruten Mulai Muncul
Pertumbuhan kulit ini tidak terjadi secara instan, melainkan berkembang secara perlahan dalam hitungan tahun.
Berikut adalah beberapa faktor risiko dan karakteristik kemunculan spruten pada individu:
- Faktor Usia: Kondisi ini sering kali mulai berkembang ketika seseorang memasuki usia 30-an atau 40-an tahun, dan risikonya akan terus meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia.
- Usia Muda: Pertumbuhan bintik menonjol ini sangat tidak umum terjadi pada individu yang berada di usia bawah 20 tahun.
- Paparan Sinar Matahari: Hasil riset peneliti di Korea Selatan menemukan bahwa salah satu subtipe keratosis seboroik, yaitu tipe adenoid, lebih sering terjadi pada kulit yang terpapar sinar matahari daripada kulit yang terlindungi.
Pemahaman mengenai faktor risiko ini sangat penting agar kita tidak salah dalam mengambil langkah penanganan pertama di rumah.
Metode Medis untuk Mengatasi Spruten di Wajah
Langkah paling aman dan efektif untuk menghilangkan tonjolan spruten adalah dengan melakukan prosedur klinis di bawah pengawasan dokter spesialis kulit. Mengingat spruten memiliki akar atau jaringan yang menempel pada lapisan epidermis, penggunaan obat topikal biasa terkadang kurang memberikan hasil yang instan.
Dokter biasanya akan merekomendasikan tindakan minor yang cepat dan minim rasa sakit.
Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan apa pun terkait prosedur pengangkatan jaringan kulit.
Beberapa Tindakan Klinis yang Umum Dilakukan Dokter
Tindakan medis dipilih berdasarkan ukuran, jumlah, dan lokasi spruten di wajah pasien.
Berikut adalah beberapa opsi penanganan medis yang aman:
- Krioterapi: Prosedur pembekuan benjolan menggunakan cairan nitrogen sehingga jaringan spruten mati dan terlepas dengan sendirinya dalam beberapa hari.
- Kauterisasi Elektrik (Elektrodesikasi): Menggunakan arus listrik searah untuk membakar jaringan menonjol tersebut setelah area wajah diberikan anestesi lokal.
- Terapi Laser: Pemanfaatan sinar laser khusus untuk mengikis lapisan spruten secara presisi tanpa merusak jaringan kulit sehat di sekitarnya.
- Kuretase: Dokter akan Mengikis permukaan spruten menggunakan alat khusus berbentuk sendok kecil setelah area kulit mati rasa.
Tindakan-tindakan di atas memerlukan waktu pemulihan yang relatif singkat, biasanya berkisar antara satu hingga dua minggu hingga bekas luka mengering sempurna.
| Kelompok Usia | Kecenderungan Kemunculan Spruten | Keterangan Medis |
|---|---|---|
| Di bawah 20 tahun | Sangat tidak umum | Jarang ditemukan kasus keratosis seboroik |
| Usia 30-an tahun | Mulai berkembang | Risiko awal akibat akumulasi paparan ultraviolet |
| Usia 40-an tahun ke atas | Meningkat secara signifikan | Jumlah dan ukuran bintik cenderung bertambah |
Perawatan Pendamping dan Bahan Alami di Rumah
Bagi yang ingin menyamarkan bercak atau mencegah kondisinya memburuk, perawatan kulit yang konsisten di rumah memegang peranan yang sangat vital. Walaupun bahan alami tidak dapat memotong atau menghilangkan tonjolan daging spruten secara instan seperti tindakan laser, beberapa kandungan dapat membantu meratakan warna kulit.
Dilansir dari Kompas, penggunaan bahan alami tertentu secara rutin dapat membantu memudarkan bintik hitam.
Masker kombinasi madu dan yogurt dapat digunakan 2–3 kali seminggu untuk memudarkan bintik hitam pada wajah secara perlahan.
Madu murni memiliki sifat antiinflamasi, sedangkan yogurt mengandung asam laktat alami yang berfungsi sebagai agen eksfoliasi ringan untuk mengangkat sel-sel kulit mati di permukaan.
Pentingnya Perlindungan dari Sinar Ultraviolet
Mengingat riset di Korea Selatan mengaitkan subtipe adenoid dengan paparan radiasi matahari, perlindungan harian menggunakan tabir surya adalah hal yang wajib.
Gunakan tabir surya berspektrum luas dengan kandungan perlindungan optimal setiap hari, bahkan saat berada di dalam ruangan.
Aplikasikan ulang setiap dua jam sekali jika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan demi mencegah kemunculan bintik-bintik baru di area wajah lainnya.
Hindari memencet, menggaruk, atau mencoba memotong sendiri bintik spruten menggunakan alat yang tidak steril karena hal tersebut berisiko memicu infeksi sekunder bakteri dan meninggalkan bekas luka permanen berupa keloid atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi yang lebih sulit dihilangkan.
Langkah terbaik dalam menangani perubahan apa pun pada kulit wajah adalah dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis dermatologi demi mendapatkan diagnosis yang akurat serta rencana perawatan yang aman dan personal.







