Anak Tertelan Koin? Ini Data Medis Singapura dan Cara Mengatasinya

21 Juni 2026, 01:44 WIB

Menemukan anak tidak sengaja menelan koin tentu menjadi momen yang sangat menegangkan bagi setiap orang tua di rumah. Koin merupakan benda asing yang paling sering masuk ke dalam saluran pencernaan maupun saluran pernapasan balita secara tidak sengaja. Bagaimana langkah penanganan yang benar menurut konsensus medis terkini?

Orang tua wajib memahami kapan harus segera ke instalasi gawat darurat dan kapan koin tersebut bisa keluar sendiri bersama kotoran.

Anak-anak, terutama yang berada di fase oral, memiliki kebiasaan memasukkan benda apa saja di sekitar mereka ke dalam mulut. Kebiasaan ini sering kali berujung pada kecelakaan kecil yang berbahaya, seperti tertelan uang logam atau mainan berukuran kecil.

Sebuah riset mendalam telah memetakan seberapa sering kasus ini terjadi pada pasien anak di fasilitas kesehatan.

Data dari Institut Kedokteran Anak Universitas Nasional Khoo Teck Puat (KTP-NUCMI) di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura (NUH) menunjukkan skala kasus ini secara jelas.

Melalui pemeriksaan riwayat medis terhadap lebih dari 2.100 pasien anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun, ditemukan pola yang konisten. Data yang dikumpulkan dari tahun 2015 hingga 2016 ini memperlihatkan jenis benda yang paling sering tertelan. Mayoritas pasien anak yang mengalami kondisi ini menumpuk di lokasi perawatan intensif.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura (NUH) dan Rumah Sakit Ibu dan Anak KK menjadi lokasi pasien terbanyak.

Berikut adalah rincian data persentase jenis benda asing yang paling sering tertelan oleh pasien anak berdasarkan riset tersebut.

Persentase Jenis Benda Asing yang Tertelan oleh Pasien Anak
Jenis Benda Asing Persentase Kejadian
Koin (Uang Logam) 41 persen
Mainan (Manik-manik dan Kelereng) 27 persen
Benda Berisiko Tinggi (Magnet, Baterai Jam, Benda Tajam) 21 persen

Melihat tabel di atas, koin menempati posisi puncak sebagai benda yang paling sering tidak sengaja tertelan.

Selain itu, data penelitian tersebut juga mengungkap bahwa sebanyak 70 persen pasien anak yang dirawat berusia di bawah enam tahun.

Usia di bawah enam tahun memang menjadi masa rawan karena koordinasi motorik dan rasa ingin tahu anak sedang berkembang pesat.

Mengapa Koin yang Tertelan Memerlukan Kewaspadaan Tinggi

Meskipun koin tidak memiliki sudut tajam seperti jarum, ukurannya yang lebar bisa menyumbat saluran penting dalam tubuh anak.

Koin yang bersarang di saluran pencernaan atau pernapasan dapat memicu komplikasi serius jika tidak dipantau dengan benar.

Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan mandiri di rumah.

Risiko Penyumbatan Saluran Pernapasan

Bahaya utama yang paling mengancam jiwa saat koin masuk ke mulut adalah risiko tersedak atau choking.

Koin dapat melintang di tenggorokan dan menutup jalur udara secara total.

Kondisi ini membutuhkan penanganan darurat hitungan menit agar anak tidak kekurangan oksigen.

Risiko Cedera pada Dinding Lambung

Jika koin berhasil melewati tenggorokan, koin akan masuk ke kerongkongan lalu menuju lambung.

Meskipun sebagian besar koin logam dapat keluar secara alami, posisi koin yang menetap terlalu lama bisa memicu iritasi.

Profesor Marion Aw menegaskan pentingnya evaluasi medis untuk memastikan benda tersebut tidak tertahan di area sensitif.

Tanda Bahaya yang Mewajibkan Orang Tua ke Rumah Sakit

Orang tua tidak boleh hanya menunggu koin keluar secara alami jika anak sudah menunjukkan gejala klinis tertentu.

Deteksi dini tanda bahaya atau red flags dapat menyelamatkan anak dari kerusakan jaringan internal yang parah.

Segera bawa anak ke fasilitas medis terdekat jika Anda melihat gejala-gejala berikut di rumah:

  • Anak mengalami kesulitan bernapas, napas berbunyi mengorok, atau mengalami sesak yang parah.
  • Air liur keluar secara berlebihan atau anak sama sekali tidak mampu menelan makanan dan minuman.
  • Muncul rasa nyeri yang hebat di area dada, leher, atau perut bagian atas.
  • Anak mengalami muntah-muntah secara terus-menerus atau terdapat bercak darah pada muntahannya.
  • Kondisi fisik anak melemah secara drastis disertai dengan demam tinggi.

Jangan menunda perjalanan ke rumah sakit jika satu saja dari gejala di atas muncul setelah koin tertelan.

Cara Mengeluarkan Benda yang Tertelan Anak | Curhat Bidan TV

Langkah Pertolongan Pertama Saat Koin Tertelan

Tindakan awal yang dilakukan orang tua di rumah sangat menentukan keselamatan anak sebelum bantuan medis tiba.

Tetap tenang adalah kunci utama agar Anda bisa berpikir jernih dan melakukan langkah penanganan yang aman.

Tindakan Jika Anak Tersedak dan Tidak Bisa Bernapas

Jika koin menyumbat saluran napas, anak akan terlihat panik, memegang leher, atau wajahnya mulai membiru.

Bila anak masih berusia di bawah satu tahun, lakukan teknik back blows dengan menepuk punggungnya secara hati-hati. Untuk anak di atas satu tahun, berikan tekanan pada perut menggunakan metode Heimlich maneuver.

Pastikan Anda sudah memahami teknik ini atau dipandu oleh petugas medis darurat melalui telepon.

Tindakan Jika Koin Sudah Masuk ke Saluran Pencernaan

Jika koin sudah tertelan sepenuhnya dan anak masih bisa bernapas, berbicara, serta makan dengan normal, situasinya cenderung lebih aman. Jangan pernah memaksa anak untuk memuntahkan koin tersebut secara sengaja. Memaksa anak muntah justru berisiko membuat koin naik kembali dan tersangkut di area kerongkongan atau bahkan masuk ke saluran napas.

Jangan pula memberikan obat pencahar tanpa instruksi tertulis dari dokter spesialis.

Prosedur Medis untuk Menangani Koin di Dalam Tubuh

Ketika Anda membawa anak ke rumah sakit, dokter akan melakukan serangkaian prosedur diagnostik yang aman. Langkah pertama biasanya melibatkan pemeriksaan radiologi untuk memetakan posisi pasti dari koin tersebut. Foto rontgen atau X-ray akan memperlihatkan apakah koin berada di esofagus, lambung, atau sudah masuk ke usus.

Jika koin tersangkut di kerongkongan atau menimbulkan gejala parah di lambung, dokter akan merekomendasikan tindakan endoskopi.

Prosedur endoskopi menggunakan selang fleksibel berkamera untuk menjepit dan mengeluarkan koin tanpa perlu melakukan operasi bedah terbuka. Namun, jika koin sudah bergerak aman menuju usus halus, dokter umumnya hanya akan menyarankan pemantauan di rumah.

Orang tua diminta untuk memeriksa kotoran anak setiap kali buang air besar selama beberapa hari ke depan. Sebagian besar koin berukuran kecil dapat keluar dengan sendirinya melalui feses dalam waktu kurang dari dua minggu.

Langkah terbaik adalah menyerahkan keputusan penanganan sepenuhnya kepada dokter yang memeriksa anak secara langsung.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang