Sulit Menyalakan Api, Begini Cara Menggunakan Kompor Gas Modena yang Benar

3 Juli 2026, 06:11 WIB

Menyalakan kompor gas premium sering kali memicu rasa bingung karena mekanismenya berbeda dengan kompor konvensional, terutama pada aspek keamanan pemantik otomatisnya. Masalah api yang sulit menyala atau langsung mati saat kenop dilepas menjadi keluhan yang paling sering Saya dengar dari para pengguna baru. Sebagai Senior Reviewer yang sering menguji perlengkapan dapur modern, Saya melihat bahwa ketidakpahaman memutar kenop menjadi pemicu utama kegagalan ini.

Artikel ini akan mengupas tuntas cara menggunakan kompor gas Modena secara tepat, aman, dan efisien berdasarkan spesifikasi teknis aslinya. Saya juga akan membagikan ulasan kritis mengenai fitur pengaman yang ada pada perangkat ini, lengkap dengan solusi integrasi perangkat pendukung dapur. Mari pelajari langkah demi langkahnya agar aktivitas memasak Anda berjalan mulus tanpa drama api ngadat.

Kompor gas tanam Modena menggunakan sistem pemantik elektrik yang terintegrasi langsung dengan kenop kendali. Sistem ini membutuhkan pasokan daya, baik dari baterai tipe D yang terletak di bagian bawah bodi kompor maupun sambungan listrik langsung, tergantung model yang Anda miliki.

Menekan dan Memutar Kenop Secara Sinkron

Langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah menekan kenop gas ke bawah secara penuh terlebih dahulu. Jangan langsung memutarnya dalam keadaan sejajar, karena aliran gas tidak akan terbuka dan pemantik elektrik tidak akan memicu percikan api.

Sambil tetap menekan kenop ke bawah, putar kenop tersebut secara perlahan ke arah kiri atau berlawanan arah jarum jam menuju simbol api besar. Anda akan mendengar suara detikan konstan yang menandakan pemantik elektrik sedang bekerja membakar gas yang keluar.

Menahan Kenop Selama Tiga Detik

Kesalahan terbesar pengguna awam adalah langsung melepas kenop begitu melihat api menyala, yang berujung pada api yang langsung mati kembali. Kompor gas tanam Modena dilengkapi dengan fitur pengaman thermo-couple yang mendeteksi panas sebelum mempertahankan aliran gas.

Tahan kenop dalam posisi tertekan selama sekitar 3 hingga 5 detik setelah api menyala, baru kemudian lepaskan tangan Anda secara perlahan.

Penahanan ini bertujuan memberikan waktu bagi sensor thermo-couple untuk menjadi panas. Jika sensor sudah mendeteksi suhu panas api, katup gas akan tetap terbuka secara otomatis meskipun tangan Anda sudah tidak menekan kenop lagi.

Tutorial Menyalakan Kompor, Oven dan Hood Modena Beserta Tipsnya | Irfan Nazhran

Mengatur Intensitas Api dan Mematikan Kompor

Setelah api menyala dengan stabil, Anda bisa bebas menyesuaikan besar kecilnya jilatan api sesuai dengan kebutuhan masakan Anda. Fleksibilitas ini sangat krusial agar konsumsi gas tetap efisien dan masakan tidak gosong.

Menyesuaikan Simbol pada Kenop

Putar kenop lebih jauh ke kiri jika Anda membutuhkan api kecil atau mode menjerang (simmering). Sebaliknya, posisikan kenop mendekati simbol api besar jika Anda sedang melakukan teknik memasak tumis yang membutuhkan panas tinggi dalam waktu singkat.

Pastikan Anda melihat visual api secara langsung saat memutar kenop demi ketepatan suhu. Desain kenop Modena umumnya sangat sensitif, sehingga pergeseran beberapa milimeter saja sudah bisa mengubah karakter api secara signifikan.

Mematikan Aliran Gas dengan Sempurna

Untuk mematikan kompor, putar kembali kenop ke arah kanan menuju posisi semula atau sejajar dengan simbol titik (off). Anda akan mendengar suara klik pelan dan api akan langsung padam seketika.

Pastikan tidak ada suara desisan gas atau aroma menyengat yang tertinggal setelah kompor dimatikan. Jika tercium bau gas, segera periksa regulator pada tabung LPG Anda dan pastikan ruangan memiliki ventilasi udara yang cukup.

Ulasan Kritis: Kekurangan Kompor Gas Tanam Modena

Meskipun memiliki reputasi tinggi di pasar Indonesia, kompor gas tanam Modena bukan tanpa celah kelemahan. Berdasarkan analisis spesifikasi dan pola penggunaan jangka panjang, terdapat beberapa kekurangan yang harus Anda antisipasi sebelum membelinya.

  • Sangat bergantung pada kondisi baterai pemantik, sehingga jika baterai habis Anda harus menyalakannya secara manual dengan korek api eksternal yang cukup merepotkan.
  • Sensor thermo-couple rentan tertutup kerak makanan atau tumpahan kuah sayur, yang menyebabkan kompor menjadi sangat sulit mempertahankan nyala api.
  • Permukaan tempered glass hitam mewah milik Modena menuntut perawatan ekstra ketat, karena bekas minyak dan sidik jari akan langsung terlihat jelas dan merusak estetika dapur jika tidak segera dibersihkan.

Kekurangan ini menuntut Anda untuk lebih disiplin dalam merawat kebersihan kompor secara berkala. Pembersihan area burner dan sensor pengaman menggunakan sikat halus wajib dilakukan minimal satu minggu sekali.

Daftar Harga dan Spesifikasi Kompor Modena Terkini

Bagi Anda yang sedang merencanakan instalasi dapur atau berniat memperbarui perangkat memasak, penting untuk mengetahui variasi produk yang ditawarkan oleh Modena. Informasi harga dan ukuran fisik berikut dapat menjadi panduan belanja yang akurat.

Daftar Harga Promo Kompor dan Produk Pendukung Modena
Nama Model Perangkat Ukuran Dimensi Harga Coret Harga Promo Akhir
Kompor Gas Tanam BH 2725 GBBK 70 cm Rp 3.165.000 Rp 2.690.250
Kompor Gas Tanam BH 1725 CBBK 70 cm Rp 5.990.000 Rp 5.091.500
Kompor Gas Tanam BH 4727 70 cm Rp 6.250.000 Rp 5.312.500
Kompor Gas Tanam BH 2933 JABM 90 cm Rp 8.820.000 Rp 7.497.000
Kompor Induksi BI 4325 FBBK 30 cm Rp 6.000.000 Rp 5.100.000
Kompor Induksi BI 4725 EBBK 70 cm Rp 7.450.000 Rp 6.332.500
Freestanding Cooker FC 5642 S 60 cm Rp 20.800.000 Rp 17.680.000

Data di atas menunjukkan adanya potongan harga konsisten sebesar 15% untuk berbagai lini produk memasak Modena. Selain itu, terdapat penawaran khusus berupa cashback tambahan sebesar 5% jika Anda bertransaksi menggunakan sistem pembayaran MODENA Pay untuk model tertentu.

Sinergi Kompor Gas dengan Alat Pengisap Asap Dapur

Menggunakan kompor gas tanam berdaya tinggi tentu menghasilkan sisa pembakaran dan uap minyak yang pekat. Oleh karena itu, pemasangan alat pengisap asap atau cooker hood menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan demi kesehatan area hunian Anda. Langkah ini merupakan cara menghilangkan bau masakan di dapur dengan cepat dan paling efektif. Tanpa adanya pengisap asap, residu minyak akan menempel pada dinding dapur, plafon, hingga perabotan rumah tangga lainnya, yang memicu noda membandel.

Bagi Anda yang memiliki keterbatasan ruang, memilih produk dengan dimensi kompak adalah kewajiban. Anda bisa mempertimbangkan perangkat seperti Slim Hood PX 1611 DABK berukuran 60 cm seharga Rp 1.360.000 atau versi Slim Hood PX 1711 DABK berukuran 70 cm seharga Rp 1.564.000. Spesifikasi teknis alat pengisap tipe Slim Hood 60cm ini memiliki panjang 600 mm, lebar 480 mm, serta tinggi hanya 100 mm. Perangkat ini digerakkan oleh 1 buah motor berdaya 80 W dan lampu LED 1 x 2 W yang hemat energi, namun mampu menghasilkan kapasitas aliran udara sebesar $200ext{ m}^3ext{/H}$ untuk menyaring udara dapur secara optimal.

Pertimbangan Memilih Kompor Gas Tanam atau Induksi

Saat melihat jajaran produk di gerai resmi, Anda mungkin akan bimbang melihat eksistensi kompor induksi berdampingan dengan kompor gas. Memahami beda kompor gas tanam dan kompor induksi modena akan membantu Anda menentukan investasi dapur jangka panjang yang paling rasional. Kompor gas tanam menawarkan keunggulan berupa kompatibilitas alat masak yang luas, di mana Anda bebas menggunakan wajan cekung, panci aluminium, hingga cobek tanah liat.

Karakter apinya yang responsif juga sangat cocok untuk teknik memasak tradisional Indonesia yang membutuhkan semburan panas instan. Sebaliknya, kompor induksi seperti model BI 4725 EBBK menuntut penggunaan alat masak khusus bermaterial feromagnetik dengan dasar yang rata. Kompor induksi jauh lebih aman dari risiko kebocoran gas dan sangat mudah dibersihkan karena permukaannya yang benar-benar datar, namun konsumsi daya listrik rumah Anda harus dipastikan mencukupi.

Keputusan akhir kembali pada pola memasak harian dan kesiapan infrastruktur energi di rumah Anda. Kompor gas tetap merajai dari segi kepraktisan bahan bakar, sementara kompor induksi unggul dalam hal modernitas dan efisiensi termal yang presisi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang