Mengetahui cara menghitung ideal berat badan pria merupakan langkah awal yang krusial untuk menjaga kesehatan fisik jangka panjang Anda. Saya sering melihat banyak pria terjebak dalam rasa percaya diri palsu karena hanya melihat angka timbangan tanpa memahami komposisi tubuh. Sebagai seorang pengamat kesehatan, menurut saya mengabaikan angka ideal ini bisa berdampak fatal pada metabolisme tubuh Anda ke depan.
Metode yang paling sering digunakan secara global untuk mengukur status gizi adalah Indeks Massa Tubuh atau IMT.
Berdasarkan standar regional, terdapat penyesuaian khusus untuk kategori status gizi berdasarkan IMT atau BMI Asia, termasuk Indonesia dan Singapura. Rentang angka ini sedikit berbeda dari standar global karena menyesuaikan dengan risiko penyakit kardiovaskular pada populasi Asia.
Indeks Massa Tubuh menjadi indikator awal yang sangat praktis untuk menentukan apakah tubuh Anda tergolong kurus, normal, atau obesitas. Dilansir dari Mitra Keluarga, klasifikasi status gizi ini dibagi menjadi beberapa kelompok angka yang sangat spesifik.
Mari kita bedah satu per satu angka penting ini agar Anda tidak salah membaca hasil perhitungan mandiri.
Kategori Berat Badan Kurang hingga Normal
Seorang pria dikatakan mengalami kurus atau berat badan kurang jika angka IMT berada di bawah 18,5.
Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena menunjukkan tubuh kekurangan asupan nutrisi penting sehari-hari. Sementara itu, Anda berada di zona aman atau normal jika angka IMT berkisar antara 18,5 hingga 22,9. Pertahankan angka normal ini dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur agar fungsi organ tubuh tetap maksimal.
Kategori Kelebihan Berat Badan hingga Obesitas
Menurut data dari Mitra Keluarga, seorang pria masuk dalam kategori kelebihan berat badan atau overweight jika IMT menyentuh angka 23 sampai 24,9.
Namun, jika kita merujuk pada standar Halodoc, rentang kelebihan berat badan ini bisa berada di angka 23 hingga 27,4. Selanjutnya, Anda harus waspada jika angka perhitungan menunjukkan status obesitas.
Mitra Keluarga menetapkan obesitas pada angka IMT di atas 25, sedangkan Halodoc menetapkannya saat IMT mencapai atau lebih dari 27,5.
Kelebihan berat badan yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi obesitas ekstrem yang memicu berbagai komplikasi kronis.
Formula Matematika untuk Menghitung Berat Badan Ideal
Untuk mengetahui posisi Anda dalam kategori di atas, Anda perlu menguasai rumus perhitungannya secara matematis.
Ada dua metode utama yang bisa Anda gunakan secara mandiri di rumah tanpa alat medis yang rumit.
Metode pertama menggunakan sistem metrik, sedangkan metode kedua menggunakan sistem imperial yang populer di beberapa negara luar.
Rumus Indeks Massa Tubuh Metrik dan Imperial
Rumus IMT Metrik sangat mudah diaplikasikan karena menggunakan satuan kilogram dan meter. Formulanya adalah Berat Badan (kg) dibagi dengan kuadrat dari Tinggi Badan dalam satuan meter. Jika Anda lebih terbiasa dengan satuan pon dan inci, Anda bisa menggunakan rumus BMI Imperial.
Caranya adalah membagi Berat Badan (pon) dengan Tinggi Badan (inci) kuadrat, lalu mengalikan hasilnya dengan angka 703.
Metode Alternatif Menggunakan Rumus Broca
Selain menggunakan IMT, Anda juga bisa memanfaatkan metode historis yang dikenal dengan nama Formula Broca. Formula Broca ini awalnya dikembangkan oleh Pierre Paul Broca, seorang ahli bedah asal Prancis yang hidup antara tahun 1824 dan 1880. Menurut laporan Alodokter, rumus dasar Broca untuk mencari berat badan normal adalah Tinggi Badan (cm) dikurangi 100.
Namun, untuk pria, rumusnya disesuaikan secara khusus demi mendapatkan angka yang lebih presisi dan ideal.
Rumus Broca Pria secara lengkap adalah (Tinggi Badan (cm) – 100) dikurangi dengan 10 persen dari hasil pengurangan tersebut. Mari kita lihat visualisasi perbandingan rentang kategori gizi ini dalam format terstruktur di bawah ini.
| Kategori Status Gizi | Versi Mitra Keluarga | Versi Halodoc |
|---|---|---|
| Kurus (Berat Kurang) | < 18,5 | < 18,5 |
| Normal (Ideal) | 18,5 – 22,9 | 18,5 – 22,9 |
| Kelebihan Berat Badan | 23 – 24,9 | 23 – 27,4 |
| Obesitas | > 25 | >= 27,5 |
Bahaya Kesehatan Akibat Angka Timbangan yang Tidak Ideal
Membiarkan tubuh Anda berada di luar rentang normal dalam waktu lama membawa konsekuensi buruk bagi kesehatan.
Baik terlalu kurus maupun terlalu gemuk, keduanya sama-sama menyimpan bom waktu bagi sistem biologis Anda.
Saya memandang banyak pria yang meremehkan hal ini hanya karena merasa tubuh mereka masih kuat beraktivitas.
Dampak Buruk Jika Tubuh Terlalu Kurus
Jangan mengira tubuh yang sangat kurus itu selalu sehat dan bebas dari ancaman penyakit. Berdasarkan informasi dari Halodoc, pria dengan BMI di bawah 18,5 rentan mengalami anemia dan kurang gizi atau nutrisi.
Kondisi ini juga menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh, kebotakan dini, hingga masalah kesuburan atau infertilitas. Dalam jangka panjang, Anda juga berisiko menghadapi keropos tulang atau osteoporosis serta gangguan pertumbuhan yang serius.
Ancaman Penyakit Akibat Obesitas dan Overweight
Di sisi lain, tumpukan lemak berlebih pada kondisi obesitas jauh lebih mengerikan bagi kelangsungan hidup Anda.
Berdasarkan kompilasi data medis, obesitas merupakan jembatan utama menuju penyakit Diabetes Tipe 2 dan penyakit jantung kardiovaskular. Anda juga berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, serangan stroke mendadak, serta penyakit batu empedu. Kadar kolesterol tinggi, gangguan pernapasan seperti apnea tidur, radang sendi atau nyeri sendi juga sering mengintai pria obesitas.
Masalah mobilitas fisik, sindrom metabolik, penyakit kronis berbasis obesitas, hingga jenis kanker tertentu menjadi ujung dari kondisi ini.
- Gangguan kesuburan dan osteoporosis mengintai pria yang terlalu kurus.
- Hipertensi, stroke, dan diabetes siap menyerang pria dengan obesitas tinggi.
- Sistem imun tubuh akan melemah drastis jika nutrisi harian tidak terpenuhi.
Kelemahan Metode IMT yang Perlu Anda Ketahui
Meskipun kalkulator IMT sangat mudah digunakan, metode ini memiliki kekurangan besar yang harus Anda pahami secara kritis. Kelemahan utamanya adalah IMT tidak mampu membedakan antara massa otot dan massa lemak tubuh Anda.
Seorang pria yang aktif angkat beban di gym bisa saja dikategorikan sebagai overweight atau obesitas oleh kalkulator IMT. Hal ini terjadi karena massa otot memiliki bobot yang lebih padat daripada jaringan lemak biasa.
Oleh karena itu, jangan langsung panik jika angka IMT Anda tinggi tetapi lingkar pinggang Anda tetap kecil dan atletis. Gunakan rumus Broca atau pemeriksaan komposisi tubuh langsung ke dokter untuk mendapatkan hasil evaluasi yang jauh lebih adil. Langkah terbaik untuk menjaga kebugaran adalah mengombinasikan pemantauan berat badan dengan latihan kekuatan otot secara konsisten setiap minggu.






