Simulasi 2 Kasus Nyata Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof dan Kolom

23 Juni 2026, 03:03 WIB

Mengetahui cara menghitung kebutuhan besi sloof dan kolom secara akurat merupakan langkah krusial untuk mencegah pemborosan anggaran belanja material konstruksi Anda.

Kesalahan umum yang sering saya lihat di lapangan adalah membeli besi beton hanya berdasarkan tebakan kasar atau sekadar mengikuti rekomendasi toko bangunan tanpa perhitungan matang. Akibatnya, proyek bisa terhenti karena kekurangan bahan, atau anggaran membengkak akibat sisa material yang tidak terpakai.

Melalui panduan teknis ini, kita akan membedah langkah demi langkah kalkulasi besi tulangan, baik untuk bagian horizontal (sloof) maupun vertikal (kolom) menggunakan standar industri.

Cara menghitung kebutuhan besi sloof | Sulthon Berbudi

Memahami Komponen Utama dalam Struktur Besi Sloof dan Kolom

Sebelum masuk ke rumus matematika, Anda harus memahami anatomi dari rangkaian besi yang akan kita hitung agar tidak keliru saat memesan barang.

Fungsi Besi Tulangan Pokok

Besi tulangan pokok merupakan batang besi memanjang yang berfungsi menahan gaya tarik pada struktur beton. Berdasarkan data standar material, panjang satu batang besi standar yang dijual di toko material adalah 12 meter menurut Klopmart.

Dalam struktur sloof maupun kolom, besi pokok ini dipasang di setiap sudut struktur, umumnya berjumlah minimal 4 buah atau lebih tergantung beban bangunan.

Peran Besi Sengkang atau Begel

Besi sengkang, atau yang sering disebut begel oleh para tukang, adalah besi perimeter yang mengikat besi tulangan pokok secara melintang. Jarak antar sengkang ini sangat menentukan kekuatan struktur dalam menahan gaya geser.

Ketebalan selimut beton atau cor di sekeliling besi juga wajib diperhatikan. Sisi luar sengkang harus terbungkus beton minimal 2 cm hingga 3 cm agar besi terlindung dari korosi.

Sloof berfungsi meratakan beban dinding ke pondasi batu kali di bawahnya. Pada bangunan tidak bertingkat, tinggi sloof yang biasa digunakan berkisar antara 15 cm hingga 20 cm berdasarkan data Pinhome.

Mari kita simulasikan dua kasus perhitungan nyata menggunakan ukuran material standar untuk melihat cara penerapannya di lapangan.

Kasus 1: Perhitungan dengan Jarak Begel 20 cm

Dalam kasus pertama ini, kita menggunakan total panjang sloof sebesar 36,8 meter dengan dimensi penampang sloof 15 cm x 20 cm. Struktur ini menggunakan 4 buah tulangan pokok berdiameter 10 mm, serta besi sengkang diameter 8 mm dengan jarak antar sengkang sepanjang 20 cm atau 0,2 meter.

Langkah pertama adalah mencari total panjang besi pokok yang dibutuhkan untuk seluruh bentangan.

$$\text{Total Besi Pokok} = 36,8 \text{ m} \times 4 = 147,2 \text{ m}$$

Karena panjang satu batang besi di pasar adalah 12 meter, kita bagi total panjang tersebut untuk mendapatkan jumlah batang.

$$\text{Jumlah Batang Besi Pokok} = \frac{147,2}{12} = 12,27 \text{ batang}$$

Angka ini dibulatkan ke atas menjadi 13 batang besi tulangan pokok berdiameter 10 mm.

Langkah kedua adalah menghitung jumlah begel yang diperlukan sepanjang bentangan tersebut.

$$\text{Jumlah Begel} = \frac{36,8 \text{ m}}{0,2 \text{ m}} = 184 \text{ buah begel}$$

Selanjutnya, kita hitung panjang bentangan untuk satu buah begel dengan memperhitungkan selimut beton. Dengan ukuran sloof 15 cm x 20 cm dan ketebalan selimut beton cor 2 cm di setiap sisi menurut Indosteger, ukuran bersih begel menjadi 11 cm x 16 cm.

Jangan lupa menambahkan tekukan pengunci sepanjang 3 cm di kedua ujungnya sesuai data Pinhome.

$$\text{Panjang 1 Begel} = (2 \times 11 \text{ cm}) + (2 \times 16 \text{ cm}) + (2 \times 3 \text{ cm}) = 22 + 32 + 6 = 60 \text{ cm} = 0,6 \text{ m}$$

Namun, berdasarkan catatan perhitungan efisiensi material tertentu, panjang bentangan 1 buah begel bisa dioptimalkan menjadi 0,56 meter termasuk tekukan pengunci 0,03 meter di kedua ujungnya.

Jika kita menggunakan acuan panjang bentangan begel 0,56 meter, maka total kebutuhan besi sengkang adalah sebagai berikut.

$$\text{Total Besi Sengkang} = 184 \text{ buah} \times 0,56 \text{ m} = 103,04 \text{ m}$$

$$\text{Jumlah Batang Besi Sengkang} = \frac{103,04}{12} = 8,58 \text{ batang}$$

Angka ini kemudian dibulatkan ke atas menjadi 9 batang besi berdiameter 8 mm.

Kasus 2: Perhitungan dengan Besi Pokok 6 Batang

Dari pengalaman saya menangani berbagai proyek rumah tinggal, kadang-kadang perencana struktur menambah kerapatan besi pokok demi keamanan ekstra. Pada kasus kedua ini, kita mengacu pada data Indosteger dengan panjang pondasi atau sloof total 100 meter.

Ukuran sloof tetap sama yaitu 15 cm x 20 cm, namun jumlah besi pokok ditambah menjadi 6 batang berdiameter 10 mm. Sementara jarak besi begel diatur lebih rapat, yaitu 15 cm atau 0,15 meter dengan diameter begel 6 mm.

Mari hitung total kebutuhan besi tulangan pokok untuk kasus ini.

$$\text{Total Kebutuhan Besi Pokok} = 100 \text{ m} \times 6 = 600 \text{ m}$$

$$\text{Jumlah Batang Besi Pokok} = \frac{600}{12} = 50 \text{ batang}$$

Jadi, untuk proyek sepanjang 100 meter ini, Anda wajib memesan tepat 50 batang besi pokok tanpa perlu pembulatan desimal yang rumit.

Untuk menghitung jumlah begelnya, kita bagi panjang total sloof dengan jarak antar begel.

$$\text{Jumlah Begel Kasus 2} = \frac{100 \text{ m}}{0,15 \text{ m}} = 666,67 \text{ buah} \approx 667 \text{ buah begel}$$

Kalkulasi ini mempermudah Anda dalam memotong besi secara presisi di lokasi proyek tanpa menyisakan banyak limbah material.

Menghitung Kawat Beton sebagai Pengikat Rangkaian

Besi pokok dan begel yang sudah dipotong tidak akan bisa berdiri kokoh tanpa adanya kawat beton atau kawat bendrat sebagai pengikat di setiap titik pertemuan.

Berdasarkan panduan praktis lapangan dari Klopmart, untuk simulasi besi sloof sepanjang 120 meter, kawat beton yang disediakan cukup 3 kg atau 3 gulung. Anda bisa menggunakan rasio ini sebagai acuan pemesanan logistik kawat pengikat.

Ringkasan Kebutuhan Batang Besi Berdasarkan Kasus Simulasi
Parameter Struktur Kasus 1 (Bentang 36,8 m) Kasus 2 (Bentang 100 m)
Jumlah Besi Pokok 4 buah 6 buah
Diameter Besi Pokok 10 mm 10 mm
Total Batang Besi Pokok 13 batang 50 batang
Jarak Antar Begel 20 cm 15 cm
Diameter Besi Begel 8 mm 6 mm
Total Batang Besi Begel 9 batang

Metode Perhitungan Besi Kolom Rumah

Prinsip menghitung besi kolom vertikal sebenarnya hampir sama dengan sloof horizontal, namun Anda harus jeli memperhitungkan tinggi kolom efektif serta besi stek penyambung antar lantai.

Langkah pertama adalah menghitung tinggi total kolom dari batas sloof terbawah hingga ke balok struktur atas, lalu tambahkan panjang lewatan sekitar 40 kali diameter besi untuk sambungan cor berikutnya.

Misalnya, jika Anda memiliki 10 buah kolom dengan tinggi masing-masing 3,5 meter dan menggunakan 4 batang besi pokok per kolom, maka total panjang besi pokok yang dibutuhkan adalah hasil perkalian dari seluruh komponen tersebut, yang kemudian dibagi dengan panjang standar batang besi yaitu 12 meter.

Penerapan rumus yang disiplin seperti ini menjamin struktur bangunan Anda memiliki kekuatan mekanis yang merata di setiap sudutnya.

Pastikan Anda selalu melakukan pengecekan ulang terhadap diameter besi beton aktual yang dikirim oleh pemasok material, sebab besi tiruan dengan diameter yang tidak sesuai standar dapat mengacaukan perhitungan volume serta membahayakan keamanan struktur bangunan jangka panjang.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang