Mengupas bawang bombay sering kali menjadi tantangan tersendiri di dapur karena efeknya yang membuat mata perih hingga menangis. Artikel ini akan mengupas tuntas cara mengupas bawang bombay dengan teknik yang cepat, aman, dan bebas dari cucuran air mata menggunakan metode yang teruji.
Bagi sebagian besar pemula, urusan potong-memotong ini bisa menjadi momen yang paling dihindari saat menyiapkan masakan. Padahal, bahan makanan ini adalah pondasi rasa bagi banyak sekali hidangan lezat.
Memahami struktur sayuran ini dan menerapkan trik yang tepat akan mengubah pengalaman memasak Anda secara drastis. Mari kita pelajari langkah demi langkahnya secara detail.
Sebelum masuk ke langkah teknis, kita perlu memahami musuh utama kita di dapur saat berhadapan dengan komoditas yang satu ini. Fenomena mata perih ini bukan sekadar mitos, melainkan reaksi kimia yang nyata.
Dilansir dari Fimela, Dr. Gerry Russel yang merupakan seorang Profesor bidang food biochemistry dari University of California memberikan penjelasan ilmiah mengenai hal ini. Beliau menyatakan bahwa ada kandungan senyawa sulfur di dalam bawang merah yang mudah menguap menjadi gas saat dikupas.
Jika terkena mata, senyawa sulfur organik ini akan langsung menimbulkan sensasi perih yang menyengat. Gas inilah yang merangsang kelenjar air mata kita untuk memroduksi cairan secara berlebihan sebagai mekanisme pertahanan alami tubuh.
Senyawa sulfur yang mudah menguap adalah alasan utama di balik cucuran air mata Anda saat menyiapkan bumbu dapur.
Persiapan Sebelum Mengupas dan Trik Anti Perih
Berdasarkan pengalaman saya menangani persiapan bahan makanan di dapur, persiapan awal adalah kunci penentu kenyamanan Anda. Jangan langsung memotong bahan begitu saja tanpa melakukan trik pengondisian suhu terlebih dahulu.
- Pisau dapur yang sangat tajam untuk meminimalkan kerusakan sel penghasil gas.
- Talenan kayu atau plastik yang stabil dan tidak licin.
- Wadah penampung kulit limbah kupasan.
- Tisu dapur bersih.
Ada dua metode persiapan suhu yang sangat efektif untuk meminimalkan penguapan senyawa sulfur tersebut sebelum pisau Anda menyentuh kulit bawang.
Metode Pembekuan Kilat
Cara pertama yang sering saya gunakan adalah memanfaatkan suhu dingin untuk membekukan sementara aktivitas senyawa sulfur. Anda bisa memasukkan bahan ke dalam kompartemen pembeku sebelum mulai mengupasnya.
Durasi mendinginkan bawang di freezer sebelum dikupas adalah 4–5 menit menurut data kuliner terpercaya. Waktu yang singkat ini sudah cukup untuk menenangkan gas beracun tanpa membuat tekstur sayuran menjadi rusak atau lembek.
Metode Perendaman Air Hangat
Jika Anda tidak memiliki waktu untuk menunggu freezer, metode alternatifnya adalah dengan menggunakan air hangat. Suhu hangat akan melunakkan kulit ari sekaligus melarutkan sebagian senyawa gas di permukaan luar.
Durasi merendam bawang dalam air panas adalah 2 menit saja. Setelah direndam, kulit luar akan melarut dan menjadi sangat longgar sehingga sangat mudah dikupas bahkan hanya dengan jari tangan.
Langkah Demi Langkah Cara Mengupas Bawang Bombay dengan Benar
Setelah melakukan salah satu metode persiapan di atas, sekarang saatnya mengeksekusi pengupasan dengan teknik yang aman dan efisien. Kesalahan umum yang saya lihat adalah orang cenderung memotong bagian akar terlalu cepat di awal proses.
- Letakkan bahan di atas talenan dengan posisi mendatar yang stabil.
- Potong bagian ujung atas (bagian tunas) sekitar setengah sentimeter menggunakan pisau tajam. Jangan potong bagian akarnya dahulu karena bagian akar mengandung konsentrasi sulfur tertinggi.
- Belah menjadi dua bagian sama besar secara membujur dari bagian atas hingga menembus bagian akar.
- Kelupas kulit luar yang berwarna cokelat kering mulai dari atas menuju ke bawah. Kulit akan terlepas dengan mudah dalam satu atau dua tarikan besar.
- Setelah kulit bersih, barulah Anda boleh memotong atau merapikan bagian akar sesuai kebutuhan potongan masakan Anda.
Dengan menyisakan bagian akar hingga tahap akhir, Anda berhasil mengunci sebagian besar gas air mata agar tidak menyebar ke udara bebas selama proses pengupasan berlangsung.
Panduan Cara Mencincang Bawang Bombay untuk Pemula
Setelah berhasil mengupasnya tanpa air mata, langkah berikutnya adalah memotongnya sesuai kebutuhan resep. Bagi Anda yang sedang belajar, struktur potongan cincang halus sering kali membingungkan.
Untuk memudahkan proses memasak, Anda bisa mengikuti teknik mencincang horizontal dan vertikal yang sistematis. Teknik ini digunakan oleh para profesional untuk mendapatkan ukuran potongan yang seragam dalam waktu singkat.
Letakkan setengah bagian yang sudah dikupas dengan sisi datar menempel pada talenan. Iris secara horizontal ke arah akar tetapi jangan sampai memotong putus bagian akarnya.
Selanjutnya, buat irisan vertikal dari atas ke bawah secara rapat. Terakhir, potong secara melintang dari ujung depan menuju akar untuk menghasilkan cincangan yang halus dan rapi.
Cara Menyimpan Bawang Bombay Agar Awet dan Tidak Berlendir
Sering kali kita tidak menghabiskan seluruh bagian dalam satu kali masak. Menyimpan sisa bahan dengan cara yang salah akan membuatnya cepat membusuk, berlendir, atau kehilangan aroma khasnya.
Menurut laporan dari Sajian Sedap, manajemen penyimpanan bahan sisa ini sangat bergantung pada kondisi fisik bahan tersebut, apakah masih utuh atau sudah dipotong. Setiap kondisi memerlukan perlakuan wadah dan suhu yang berbeda.
Berikut adalah tabel panduan durasi penyimpanan yang aman berdasarkan data faktual dapur agar bahan makanan Anda tidak mubazir dan tetap segar saat digunakan kembali.
| Kondisi Bahan | Metode Wadah | Lokasi Penyimpanan | Durasi Maksimal |
|---|---|---|---|
| Utuh Belum Dikupas | Dibungkus tisu dapur | Lemari es | 10 hari |
| Sudah Dikupas Utuh | Wadah kedap udara | Lemari es | 10–14 hari |
| Sudah Diiris/Dicincang | Kantong plastik klip (ziplock) | Freezer | 3–6 bulan |
| Matang/Sudah Dimasak | Wadah kedap udara | Freezer | 3 bulan |
Pastikan Anda mengeluarkan udara sebanyak mungkin dari dalam kantong plastik klip sebelum memasukkannya ke dalam pembeku untuk mencegah terjadinya freezer burn yang merusak sel.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat untuk Kesehatan
Bahan makanan yang sedang kita bahas ini bukan sekadar penambah aroma masakan yang sedap. Di balik lapisan kulitnya yang berlapis-lapis, terdapat kekayaan nutrisi yang luar biasa bagi tubuh manusia.
Berdasarkan data medis dari Alodokter, kandungan nutrisi per 100 gram bahan ini meliputi 43 kalori, 10 gram karbohidrat, 1,5 gram protein, dan 2 gram serat. Di samping itu, terdapat pula makro mineral penting berupa 44 miligram fosfor, 32 miligram kalsium, 10 miligram kalium, serta kandungan 9 miligram vitamin C.
Tidak hanya itu, sayuran ini juga diperkaya oleh zat besi, zinc, senyawa sulfur organik, serta zat antioksidan tinggi. Beberapa antioksidan yang terkandung di dalamnya antara lain adalah flavonoid, asam fenolik, antosianin, dan quercetin.
Dari sudut pandang medis, bahan ini memiliki khasiat yang sangat baik untuk sistem sirkulasi tubuh kita. Bahan makanan ini mengandung zat prostaglandin yang secara klinis berfungsi untuk membantu melebarkan pembuluh darah sekaligus mengencerkan tingkat kekentalan darah secara alami.
Menerapkan teknik pengupasan yang benar dengan pisau tajam akan menjaga seluruh kandungan nutrisi berharga dan cairan penuh antioksidan ini tetap berada di dalam daging sayuran, bukan terbuang sia-sia di atas papan talenan dapur Anda.






