Bingung Menulis Daftar Pustaka Banyak Penulis Ini Format APA 7th Edition Terbaru

21 Juni 2026, 21:25 WIB

Menulis daftar pustaka lebih dari 1 penulis sering kali memicu kebingungan bagi mahasiswa maupun peneliti yang sedang menyelesaikan karya ilmiah. Kesalahan kecil dalam mengurutkan nama atau meletakkan tanda baca bisa membuat referensi Anda dinilai tidak valid oleh dosen penguji.

Artikel ini hadir memberikan panduan praktis dan langkah demi langkah menyusun daftar rujukan dengan banyak pengarang sesuai regulasi akademis terkini. Melalui pemahaman format yang tepat, Anda tidak perlu lagi menebak-nebak posisi nama depan maupun nama belakang pengarang.

Sebelum masuk ke teknis penulisan, Anda harus memahami dasar-dasar regulasi yang berlaku secara universal. Berdasarkan standardisasi terkini, American Psychological Association (APA) merilis panduan terbaru untuk menyusun daftar pustaka pada tahun 2019.

Aturan pada APA Style edisi ke-7 rilisan tahun 2019 ini membawa perubahan signifikan yang mempermudah para akademisi. Salah satu perubahan aturan yang paling mencolok adalah nama tempat atau kota penerbit tidak lagi dicantumkan dalam daftar pustaka buku.

Perubahan pada APA Style edisi ke-7 menyederhanakan sitasi dengan menghapus elemen kota penerbit agar penulis bisa fokus pada nama penerbit dan identitas digital.

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak mahasiswa masih menyertakan nama kota karena terbiasa dengan format jadul. Selain masalah kota penerbit, Anda juga harus memperhatikan batasan tahun untuk referensi pustaka maksimal adalah 5 (lima) tahun terakhir demi menjaga kebaruan data penelitian.

Ketentuan Jarak Ketik dan Aturan Margin

Kesalahan umum yang saya lihat adalah pengabaian terhadap format visual atau tata letak teks di halaman referensi. Berdasarkan standardisasi akademis, terdapat ketentuan jarak ketik yang sangat ketat untuk menjaga kerapian dokumen ilmiah Anda.

  • Setiap daftar pustaka wajib diketik dengan jarak satu spasi saja.
  • Gunakan format rata kiri-kanan (justify) agar tampilannya terlihat profesional.
  • Jarak antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diatur sebesar dua spasi.

Penerapan jarak ini sangat penting agar pembaca atau penelaah jurnal dapat membedakan batas antar-referensi dengan jelas tanpa melelahkan mata.

Langkah demi Langkah Menulis Daftar Pustaka Berdasarkan Jumlah Penulis

Menulis referensi yang memiliki lebih dari satu pengarang menuntut ketelitian dalam membalik nama serta menyisipkan simbol ampersand (&). Struktur penulisan harus disesuaikan secara presisi dengan jumlah individu yang berkontribusi dalam buku tersebut.

Berikut adalah urutan langkah konkrit yang dapat Anda eksekusi langsung saat menyusun bagian referensi karya tulis ilmiah Anda.

  1. Identifikasi terlebih dahulu jumlah total pengarang yang tertera pada halaman judul buku atau dokumen sumber.
  2. Balik nama pengarang pertama dengan meletakkan nama belakang di awal, diikuti tanda koma, lalu nama depan atau inisialnya.
  3. Untuk pengarang kedua dan seterusnya, gunakan format yang sama atau sesuaikan dengan batas jumlah pengarang sesuai gaya selingkung.
  4. Gunakan simbol ampersand (&) atau kata sambung yang sesuai sebelum nama pengarang terakhir dicantumkan.
  5. Tuliskan tahun terbit di dalam tanda kurung, diikuti judul buku yang dicetak miring, lalu langsung sebutkan nama penerbitnya.

Format untuk Dua hingga Tiga Pengarang

Dari pengalaman saya menangani penyuntingan manuskrip, dokumen dengan dua sampai tiga orang pengarang adalah kasus yang paling sering muncul. Untuk kelompok ini, semua nama pengarang wajib dituliskan secara lengkap dengan membalik susunan nama mereka.

Sebagai contoh nyata untuk kasus ini, mari kita perhatikan pola penulisan berikut: Ruhani, Siti. Dian Permana., dan Bambang Listyo. (2004). Teknik Merawat Tanaman.

Flora Indonesia. Perhatikan bahwa tidak ada lagi nama kota sebelum nama penerbit Flora Indonesia.

Format untuk Jumlah Pengarang Lebih dari Tiga Orang

Bagaimana jika sebuah buku ditulis oleh kelompok peneliti yang jumlahnya sangat banyak? Pada format APA Style edisi ke-7, Anda diberikan kelonggaran untuk menuliskan nama-nama tersebut hingga batas tertentu secara berurutan dengan menyisipkan tanda koma dan simbol ampersand.

Contoh kasus untuk buku lebih dari tiga pengarang dapat dirumuskan sebagai berikut: Dwee, D., Dion, H. B., & Brown, I. S. (2012).

Information behaviour concept: A basic introduction. University of Life Press. Pola penulisan inisial nama depan setelah nama belakang tetap dipertahankan demi konsistensi indeksasi.

Variasi Format Daftar Pustaka untuk Berbagai Sumber dan Kondisi

Sumber referensi ilmiah tidak terbatas pada buku teks karangan individu saja. Anda akan sering menemukan dokumen yang diterbitkan oleh instansi, buku hasil terjemahan, atau bahkan beberapa buku yang ditulis oleh satu orang yang sama dalam periode berbeda.

Memahami variasi format ini akan mencegah Anda dari kesalahan redundansi atau malformat saat melakukan proses kompilasi pustaka.

Buku Terbitan Organisasi atau Lembaga

Jika Anda merujuk pada dokumen, laporan, atau buku yang tidak mencantumkan nama individu melainkan institusi, maka nama organisasi tersebut bertindak sebagai pengganti pengarang. Formatnya tidak mengalami pembalikan karena merupakan nama badan hukum atau lembaga resmi.

Contoh penerapannya yang benar adalah: Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda. (2007). Anatomi Tubuh Manusia. Universitas Pemuda. Di sini, nama fakultas diletakkan di bagian paling awal sebagai entitas penanggung jawab konten.

Mengutip Sumber dengan Lebih dari Satu Penulis dalam Gaya APA, Edisi ke-7: Episode 2 | belajar ngetik di word

Format Buku Terjemahan

Ketika mengutip buku asing yang telah dialihbahasakan, Anda wajib menghargai karya penerjemah dengan mencantumkan nama mereka di dalam tanda kurung tepat setelah judul buku utama. Aturan pembalikan nama hanya berlaku untuk penulis asli buku tersebut.

Format penulisan yang valid adalah: Dashner, James. (2009). The Maze Runner (Candra, Y, Penerjemah). Mizan Fantasi. Model penulisan ini memastikan pembaca mengetahui bahwa teks yang Anda baca adalah versi terjemahan.

Kasus Pengarang Sama dalam Tahun Berbeda maupun Sama

Ada kalanya seorang ahli meluncurkan beberapa buku dalam karirnya, dan Anda memakai semuanya sebagai rujukan. Jika pengarangnya sama tetapi tahun terbitnya berbeda, urutkan daftar pustaka berdasarkan tahun yang paling lama ke yang paling baru.

Contoh kasus pengarang sama: Nanda, Salsabila. (2019). Yoga untuk Pemula. Jakarta: Pusat Bugar; dan Nanda, Salsabila. (2020).

100 Gerakan Hatha Yoga. Jakarta: Pusat Bugar. Perlu dicatat, jika Anda menggunakan format lama di luar APA 7th seperti contoh ini, nama kota terkadang masih muncul tergantung regulasi jurnal lokal Anda.

Sementara itu, jika pengarang sama merilis dua buku dalam 1 tahun yang sama, Anda harus menyisipkan huruf penanda setelah angka tahun. Contohnya: Astuti, Dwi. (2016). Belajar Menggunakan Kamera.

Aksara; dan Astuti, Dwi. (2016). Desain Produksi TV. Aksara.

Langkah ini krusial untuk membedakan sitasi di dalam tubuh teks.

Komparasi Model Penulisan Daftar Pustaka

Untuk memudahkan Anda melihat perbedaan struktur penulisan dari berbagai kondisi pengarang yang sudah kita bahas, perhatikan rangkuman data format berikut.

Perbandingan Contoh Format Daftar Pustaka Berdasarkan Karakteristik Pengarang
Jenis Pengarang Contoh Penerapan Format Penerbit
Satu Pengarang (APA) Sendjaja, Sasa Djuarsa. (2014). Pengantar Teori Komunikasi Universitas Terbuka
Dua-Tiga Pengarang Ruhani, Siti. Dian Permana., dan Bambang Listyo. (2004). Teknik Merawat Tanaman Flora Indonesia
Lebih dari 3 Pengarang Dwee, D., Dion, H. B., & Brown, I. S. (2012). Information behaviour concept University of Life Press
Institusi / Organisasi Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda. (2007). Anatomi Tubuh Manusia Universitas Pemuda
Buku Terjemahan Dashner, James. (2009). The Maze Runner (Candra, Y, Penerjemah) Mizan Fantasi
Satu Pengarang (Format Lain) Budiono, Tri. 2000. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: Manajemen Informatika UGM

Berdasarkan perbandingan di atas, terlihat jelas bahwa perubahan tren penulisan mengarah pada efisiensi informasi. Penghapusan elemen yang tidak terlalu krusial seperti nama kota membuat proses penyusunan menjadi jauh lebih cepat dan ringkas.

Penerapan format daftar pustaka yang konsisten dengan melibatkan banyak penulis mencerminkan kualitas dari sebuah karya ilmiah. Ketelitian Anda dalam menyusun setiap tanda baca, membalik nama pengarang secara tepat, serta mematuhi aturan spasi terbaru akan meminimalkan revisi dan meningkatkan nilai profesionalisme riset Anda di mata para akademisi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang