Menuliskan nama beserta kualifikasi pendidikan sering kali menimbulkan keraguan, terutama ketika Anda harus mencantumkan beberapa pencapaian sekaligus. Banyak profesional yang masih bingung tentang bagaimana cara menyingkat gelar akademik mereka secara tepat saat menyusun resume atau dokumen formal. Kesalahan kecil dalam menempatkan tanda baca bisa membuat dokumen resmi terlihat tidak profesional di mata perekrut kerja atau kolega bisnis.
Oleh karena itu, memahami aturan eyd penulisan gelar menjadi kompetensi dasar yang sangat krusial dalam dunia korespondensi modern saat ini. Artikel ini akan mengupas secara tuntas dan mendalam mengenai tata cara tulis gelar yang sah, logis, dan sesuai dengan standar kebahasaan nasional. Melalui panduan ini, Anda tidak akan lagi ragu saat harus mencantumkan seluruh pencapaian akademis Anda di berbagai media profesional.
Tradisi menyematkan singkatan di sekitar nama seseorang memiliki akar sejarah yang sangat panjang dalam dunia pendidikan formal manusia. Pengetahuan mengenai asal-usul ini akan membantu kita memahami mengapa aturan penulisan dokumen resmi begitu ketat.
Secara bahasa, kata "titel" yang sering kita gunakan untuk menyebut gelar akademik sebenarnya diserap dari bahasa Belanda. Jika dirunut lebih jauh lagi ke belakang, kosakata tersebut aslinya diambil dari bahasa Latin, yaitu titulus. Pemberian tanda kehormatan akademis ini tercatat dimulai sejak abad ke-12 di daratan Eropa. Pada masa itu, Universitas Bologna dan Universitas Paris menjadi dua lembaga pelopor yang memberikan gelar "Doctor" dan "Magister" kepada para lulusannya.
Tradisi ini kemudian terus berkembang pesat ke berbagai penjuru dunia seiring dengan standarisasi institusi pendidikan tinggi. Memasuki abad ke-13, Universitas Bologna semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat ilmu hukum sipil dan hukum gereja yang sangat disegani. Pada era tersebut, para pengajar di universitas itu mulai dipanggil dengan sebutan "doktor". Istilah ini secara harfiah berasal dari kata doctorem yang memiliki arti sebagai seorang guru atau pengajar ilmu pengetahuan.
Aturan Dasar Penulisan Gelar Menurut Pedoman Kebahasaan
Di Indonesia, standarisasi tata bahasa telah diatur secara ketat untuk menjaga keseragaman dan ketertiban administrasi nasional. Hal ini berlaku untuk seluruh tingkatan pendidikan, mulai dari diploma, sarjana, hingga jenjang tertinggi.
Berdasarkan informasi resmi dari situs kbbi.kemdikbud.go.id, dinyatakan bahwa singkatan merupakan kependekan berupa huruf atau gabungan huruf. Bentuk kependekan ini dilafalkan huruf demi huruf yang sesuai dengan bentuk lengkap dari kata asalnya.
Dalam penerapannya, gelar ditulis menggunakan huruf kapital pada awal kata. Selain itu, aturan baku juga mewajibkan penggunaan tanda titik pada setiap huruf yang ada di dalam singkatan gelar tersebut sebagai pemisah yang sah.
Buku "Kitab EYD Edisi V Terlengkap & Terbaru (2023)" menyatakan bahwa secara umum aturan penulisan gelar untuk sarjana, magister, dan diploma adalah sama.
Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak orang sering mengabaikan titik penutup di akhir singkatan. Pengabaian kecil ini dapat mengubah makna legalitas sebuah dokumen resmi atau sertifikat kompetensi yang diterbitkan lembaga.
Langkah Teknis Menggabungkan Dua Gelar Akademik
Ketika Anda memiliki lebih dari satu kualifikasi, susunan penulisan harus diatur dengan urutan yang logis dan runtut. Langkah-langkah di bawah ini merupakan standar instruksional yang wajib diikuti dalam dokumen formal.
- Tulis nama lengkap Anda terlebih dahulu dengan ejaan yang benar tanpa disingkat sedikit pun.
- Tempatkan tanda koma (,) tepat setelah huruf terakhir dari nama lengkap Anda sebagai batas pemisah antara nama dan rumpun kualifikasi.
- Berikan satu ketukan spasi setelah tanda koma sebelum menuliskan singkatan kualifikasi yang pertama.
- Tulis gelar pertama Anda dengan memberikan tanda titik (.) di setiap fragmen singkatannya, lalu akhiri dengan tanda koma (,) untuk memisahkan dengan kualifikasi berikutnya.
- Berikan satu ketukan spasi lagi, kemudian tulis gelar kedua Anda dengan format tanda titik yang sama seperti sebelumnya.
Dari pengalaman saya menangani berbagai berkas administrasi kepegawaian, urutan pencantuman ini biasanya mengikuti kronologi kelulusan atau tingkat tingginya hierarki pendidikan. Jangan pernah menggabungkan dua singkatan tanpa jeda tanda koma karena akan mengaburkan validitas masing-masing kualifikasi.
Penerapan Struktur Kualifikasi Ganda pada Resume Profesional
Menampilkan kompetensi akademis di dalam berkas lamaran kerja memerlukan ketelitian yang tinggi agar tidak terkesan berantakan. Penulisan gelar s1 dan s2 yang benar menjadi salah satu poin yang kerap dinilai oleh tim rekrutmen perusahaan. Saat mempraktikkan cara menulis 2 gelar di cv, pastikan posisi kualifikasi tersebut tidak mengganggu keterbacaan nama utama Anda.
Penulisan yang rapi mencerminkan karakter pelamar yang disiplin, teliti, dan menghargai detail-detail kecil. Jika Anda memiliki kombinasi kualifikasi dari rumpun yang berbeda, misalnya diploma dan sarjana, urutan tetap mengacu pada aturan pemisahan koma. Format contoh penulisan gelar diploma dan sarjana yang sejajar di belakang nama harus ditulis berurutan sesuai aturan tanda baca yang berlaku.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah pelamar kerja sering kali menuliskan kualifikasi mereka secara bertumpuk tanpa spasi yang cukup. Hal ini membuat algoritma sistem pemindai CV otomatis (ATS) terkadang gagal membaca nama lengkap Anda dengan akurat.
Kronologi Perubahan Regulasi Kualifikasi di Indonesia
Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa kali penyesuaian aturan terkait penamaan kualifikasi lulusan perguruan tinggi. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyelaraskan sistem pendidikan nasional dengan perkembangan dunia kerja global. Sebagai contoh historical yang nyata, kita mengenal beberapa sebutan lama yang dahulu ditempatkan di depan nama.
Sebutan-sebutan tersebut memiliki batas waktu penggunaan yang diatur secara ketat oleh kementerian terkait. Tahun 1993 menjadi batas waktu berlakunya tiga jenis penulisan gelar Sarjana lama di Indonesia yang ditulis di depan nama tanpa koma. Ketiga jenis sebutan lama yang dimaksud tersebut adalah Doktorandus (Drs.), Doktoranda (Dra.), dan Insinyur (Ir.).
Setelah periode tersebut, semua lulusan perguruan tinggi di Indonesia wajib menggunakan format baru yang ditempatkan di belakang nama dengan pemisah koma. Pemahaman linimasa ini penting agar kita tidak salah mengenali dokumen-dokumen kelulusan lawas.
| Periode/Waktu | Komponen Aturan | Ketentuan Kualifikasi |
|---|---|---|
| Abad ke-12 | Doktor dan Magister | Universitas Bologna dan Paris mempelopori pemberian gelar akademis di Eropa. |
| Abad ke-13 | Istilah Doktor | Berasal dari kata doctorem yang berarti guru untuk pengajar hukum sipil. |
| Tahun 1993 | Drs., Dra., dan Ir. | Batas waktu berlakunya tiga jenis penulisan gelar Sarjana lama di Indonesia. |
| 10 November 2024 | Penerbitan Artikel 4 | SEVIMA.COM merilis panduan cara penulisan gelar yang benar. |
Identifikasi Kekeliruan Kebahasaan yang Sering Terjadi
Meskipun aturan baku telah disosialisasikan secara luas oleh institusi seperti SEVIMA.COM, kekeliruan dalam pengetikan di dokumen resmi masih sering dijumpai. Mengidentifikasi kesalahan-kesalahan ini secara dini akan menyelamatkan reputasi profesional Anda.
- Menggunakan tanda hubung (-) sebagai pengganti tanda koma untuk memisahkan nama dengan kualifikasi pendidikan.
- Lupa membubuhkan tanda titik di akhir singkatan, misalnya hanya menulis "SE" bukan "S.E." yang benar.
- Menuliskan seluruh singkatan dengan huruf kapital tanpa memperhatikan struktur kata asal, seperti penulisan "S.PD" yang seharusnya adalah "S.Pd.".
- Menaruh spasi sebelum tanda koma, yang secara kaidah pengetikan digital merusak estetika visual dokumen.
Bila Anda dihadapkan pada situasi di mana Anda memiliki susunan gelar doktor dan magister di nama, urutan penulisan menjadi sangat krusial. Gelar doktor (Dr.) ditempatkan di depan nama tanpa koma, sedangkan gelar magister ditulis di belakang nama setelah tanda koma pemisah.
Rekomendasi final saya, selalu lakukan pemeriksaan ganda (double-check) terhadap penulisan nama Anda di setiap dokumen penting seperti CV, ijazah, atau surat kontrak kerja. Gunakan pedoman kebahasaan resmi sebagai satu-satunya acuan utama agar kredibilitas akademik dan profesionalitas Anda tetap terjaga dengan sempurna di mata publik.







