Kebingungan saat menyusun referensi sering terjadi ketika Anda harus menerapkan cara menulis nama 2 orang dalam daftar pustaka secara tepat dan akurat. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan daftar pustaka sebagai daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya, yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, serta disusun menurut abjad. Ketika sebuah sumber memiliki dua penulis, aturan pembalikan nama hanya berlaku untuk penulis pertama, sedangkan nama penulis kedua ditulis normal. Kesalahan umum yang saya lihat adalah membalik kedua nama tersebut atau bahkan melupakan kata hubung di antara keduanya.
Artikel ini hadir sebagai solusi instan untuk memandu Anda memahami logika penyusunan tersebut langkah demi langkah.
Penyusunan referensi dengan dua nama pengarang memerlukan ketelitian tinggi agar formatnya tidak membingungkan pembaca. Dari pengalaman saya menangani berbagai draf naskah akademis, mengikuti urutan yang baku akan mempermudah pengerjaan daftar pustaka Anda secara mandiri.
Berikut adalah urutan langkah yang harus Anda lakukan saat menyusun daftar pustaka untuk dua orang penulis:
- Identifikasi nama lengkap dari penulis pertama dan penulis kedua dari halaman piringan dalam atau sampul buku.
- Balik urutan nama penulis pertama dengan menuliskan nama belakang terlebih dahulu, diikuti tanda koma, kemudian nama depan.
- Biarkan susunan nama penulis kedua tetap normal sesuai nama aslinya tanpa perlu dibalik.
- Sisipkan kata hubung 'dan' atau simbol ampersand (&) di antara nama penulis pertama yang sudah dibalik dan nama penulis kedua.
- Tuliskan tahun terbit di dalam tanda kurung atau diakhiri tanda titik sesuai dengan gaya selingkung yang diminta.
- Cantumkan judul sumber secara lengkap dengan cetak miring beserta informasi penerbitan di bagian akhir.
Penerapan Format Standar untuk Buku dan Jurnal
Setiap gaya penulisan memiliki karakteristik unik yang membedakannya satu sama lain, terutama pada penggunaan tanda baca.
Dalam kasus yang sering saya temui, model American Psychological Association (APA) adalah yang paling sering digunakan dalam jurnal ilmiah internasional.
Mari kita bedah format penulisan ini secara mendalam agar Anda bisa langsung mempraktikkannya pada dokumen karya tulis Anda.
Format Buku dengan 2 Penulis
Penulisan referensi dari buku mengharuskan Anda mencantumkan nama, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan nama penerbit. Sebagai contoh nyata, kita bisa melihat buku berjudul Sosiolinguistik: Perkenalan Awal yang terbit pada tahun 2004. Buku tersebut merupakan karya dari Chaer dan Agustina yang diterbitkan di Jakarta oleh penerbit Rineka Cipta, dan ditulis dengan format berikut:
Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Format Jurnal dengan 2 Penulis
Untuk artikel jurnal ilmiah, Anda tidak perlu memasukkan kota terbit atau nama penerbit, melainkan nama jurnal, volume, dan halaman artikel. Pada tahun 2019, American Psychological Association (APA) merilis panduan/pedoman penulisan daftar pustaka terbaru (edisi ke-7). Berikut adalah struktur dasar yang wajib Anda ikuti ketika mengutip dari artikel jurnal ilmiah nasional maupun internasional:
Nama Belakang Penulis Pertama, Nama Depan., & Nama Penulis Kedua. (Tahun). Judul Artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman.
Perbandingan Aturan Penulisan Berdasarkan Jumlah Penulis
Penting bagi Anda untuk memahami perbedaan perlakuan jumlah penulis agar tidak salah menerapkan aturan pembalikan nama.
Berikut adalah tabel ringkasan aturan penulisan nama berdasarkan jumlah penulis yang mengacu pada referensi ilmiah resmi:
| Jumlah Penulis | Aturan Penulisan Nama Pertama | Aturan Penulisan Nama Kedua dan Seterusnya |
|---|---|---|
| 1 Penulis | Dibalik penuh | – |
| 2 Penulis | Dibalik penuh | Ditulis normal tanpa dibalik |
| 3 Penulis | Dibalik penuh | Ditulis normal dengan pemisah koma |
Melalui tabel di atas, Anda dapat melihat dengan jelas bahwa keunikan cara nulis daftar pustaka dari buku dengan dua penulis terletak pada kombinasi antara nama yang dibalik dan nama yang tetap normal.
Kombinasi Variasi Kasus Penulisan Referensi Lainnya
Di lapangan, Anda mungkin akan menemukan variasi dokumen lain seperti buku terjemahan atau dokumen tanpa lembaga yang spesifik. Sebagai contoh, pada tahun 2009 terbit buku The Maze Runner karya James Dashner yang diterjemahkan oleh Y. Candra dan diterbitkan oleh Mizan Fantasi.
Jika buku tersebut ditulis oleh dua orang, maka prinsip pembalikan nama tetap hanya menyasar nama pengarang asli pertama, bukan penerjemahnya. Ada pula kondisi di mana sebuah institusi mengeluarkan buku tanpa nama orang yang spesifik, seperti buku Anatomi Tubuh Manusia yang diterbitkan tahun 2007 oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda.
Jika tidak ada nama penulis berupa individu, maka nama lembaga atau fakultas tersebut yang naik menggantikan posisi penulis di awal daftar pustaka.
Pengetahuan tentang variasi ini akan membuat Anda lebih percaya diri dan tidak mudah panik ketika berhadapan dengan dokumen referensi yang tidak biasa di perpustakaan.
Validasi Akhir Sebelum Pengumpulan Karya Ilmiah
Ketelitian dalam memeriksa detail kecil seperti tanda titik dan koma menentukan kualitas kelulusan administrasi karya ilmiah Anda. Pastikan semua nama penulis telah disusun secara alfabetis dari A sampai Z berdasarkan huruf pertama dari nama penulis yang sudah dibalik. Penggunaan alat bantu manajemen referensi otomatis sangat disarankan untuk meminimalkan risiko kesalahan ketik manual yang melelahkan.
Penerapan cara menulis nama 2 orang dalam daftar pustaka secara konsisten mencerminkan profesionalisme dan integritas akademik yang tinggi dari seorang peneliti.







