Bikin Skripsi Macet? Ini Cara Menulis Rujukan dari Jurnal Sesuai Pedoman Terkini

22 Juni 2026, 06:34 WIB

Menyusun karya ilmiah sering kali terhambat ketika Anda harus menyusun daftar rujukan yang menumpuk di akhir halaman. Banyak mahasiswa bertanya-tanya mengenai format daftar pustaka apa style terbaru agar tidak terkena revisi berulang kali oleh dosen pembimbing.

Memahami cara membuat daftar pustaka yang valid bukan sekadar urusan formalitas akademis semata. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan daftar pustaka sebagai daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad. Ketepatan dalam menyusun elemen-elemen ini menjadi cerminan kredibilitas seluruh riset yang Anda kerjakan.

Dunia akademik terus berkembang, begitu pula dengan standarisasi tata cara penulisan referensi. Salah satu kiblat yang paling sering diadopsi oleh kampus-kampus di Indonesia adalah American Psychological Association atau yang akrab disebut APA Style.

Pada tahun 2019, American Psychological Association (APA) resmi meluncurkan pedoman penulisan daftar pustaka terbaru (edisi ke-7). Salah satu perubahan yang sangat signifikan dalam edisi terbaru ini adalah tidak lagi mencantumkan nama tempat atau kota penerbit untuk referensi buku. Aturan baru ini menyederhanakan struktur penyusunan bagi para peneliti di era digital.

Perubahan format pada APA edisi ke-7 bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas sumber digital dan memangkas informasi yang kurang relevan di era internet, seperti lokasi fisik penerbitan buku.

Langkah Taktis Menulis Rujukan Jurnal Satu Penulis

Dalam kasus yang sering saya temui, rujukan yang berasal dari jurnal dengan penulis tunggal adalah yang paling mudah untuk dieksekusi. Namun, kesalahan kecil seperti salah meletakkan tanda titik atau koma tetap saja sering terjadi.

Berikut adalah urutan susunan daftar pustaka yang wajib Anda ikuti secara cermat:

  1. Tulis nama belakang penulis terlebih dahulu, diikuti dengan inisial nama depan.
  2. Cantumkan tahun publikasi di dalam tanda kurung.
  3. Tulis judul artikel jurnal secara lengkap dengan huruf miring untuk nama jurnalnya.
  4. Masukkan nomor volume, nomor isu (dalam kurung), serta rentang halaman artikel tersebut.

Sebagai ilustrasi nyata, mari kita lihat contoh rujukan jurnal satu penulis yang rilis pada tahun 2018 berikut ini:

Diniati, A. (2018). Konstruksi Sosial Melalui Komunikasi Intrapribadi Mahasiswa Gay di Kota Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 147-159.

Perhatikan bahwa judul artikel ditulis dengan tegak, sedangkan nama jurnal beserta nomor volumenya dicetak miring. Kesalahan umum yang saya lihat adalah mahasiswa sering memiringkan seluruh kalimat dari awal sampai akhir.

Mengutip dan Merujuk Artikel Jurnal dengan MUDAH! Referensi APA Edisi ke-7 | Selangkah Lagi

Cara Menangani Jurnal dengan Multi-Penulis

Lalu, bagaimana jika artikel yang Anda jadikan referensi ditulis oleh kelompok peneliti? Ketika Anda menghadapi situasi menulis daftar pustaka lebih dari 3 penulis atau format multi-penulis lainnya, aturan penulisan nama harus tetap dijaga keterbacaannya.

Untuk jurnal yang ditulis oleh dua hingga tiga orang, Anda wajib mencantumkan semua nama penulis tersebut dengan memisahkan nama terakhir menggunakan tanda ampersand (&). Proses ini memastikan semua kontributor utama mendapatkan kredit yang proporsional.

Mari kita bedah contoh riil publikasi tahun 2022 dengan format multi-penulis berikut:

Diniati, A., Suryana, A., & Bajari, A. (2022). Pengalaman Buruh Anak tentang Perilaku Komunikasinya. Jurnal Komunikasi, 14(2), 322-345.

Metode penulisan di atas diadopsi langsung dari standar penulisan artikel ilmiah nasional. Dengan mengikuti tutorial bikin daftar pustaka dari jurnal ini, struktur referensi Anda akan terlihat rapi dan lolos verifikasi sistem sitasi kampus.

Komparasi Format Rujukan Buku Berdasarkan Jumlah Penulis

Meskipun fokus utama Anda adalah rujukan dari jurnal ilmiah, dalam praktiknya Anda pasti akan mengombinasikannya dengan referensi berupa buku teks. Berdasarkan sumber dari Brain Academy dan Ruangguru, tata cara penulisan buku juga sangat bergantung pada kuantitas penulisnya.

Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan struktur penulisan buku ini, saya telah merangkum beberapa model rujukan resmi yang berbasis pada fakta literatur ilmiah terkini.

Perbandingan Contoh Format Daftar Pustaka Buku Berdasarkan Karakteristik Penulis
Kategori Sumber Tahun Contoh Penulisan Daftar Pustaka Buku
Buku Satu Penulis 2014 Sendjaja, Sasa Djuarsa. (2014). Pengantar Teori Komunikasi. Universitas Terbuka.
Buku Dua-Tiga Penulis 2004 Ruhani, Siti., Dian Permana., dan Bambang Listyo. (2004). Teknik Merawat Tanaman. Flora Indonesia.
Buku Lebih dari Tiga Penulis 2012 Dwee, D., Dion, H. B., & Brown, I. S. (2012). Information behaviour concept: A basic introduction. University of Life Press.
Buku oleh Organisasi 2007 Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda. (2007). Anatomi Tubuh Manusia. Universitas Pemuda.
Dua Buku Penulis Sama (Beda Tahun) 2019 Nanda, Salsabila. (2019). Yoga untuk Pemula. Pusat Bugar.
Dua Buku Penulis Sama (Tahun Sama) 2016 Astuti, Dwi. (2016). Belajar Menggunakan Kamera. Aksara.
Buku Terjemahan 2009 Dashner, James. (2009). The Maze Runner (Candra, Y, Terj.). Mizan Fantasi.

Dari data di atas, terlihat jelas implementasi aturan APA edisi ke-7 yang menghapus nama kota. Contohnya pada buku terbitan tahun 2019 dan 2020 oleh penulis Nanda, Salsabila, kota penerbit Jakarta tidak lagi dituliskan di depan nama penerbit Pusat Bugar.

Siasat Menghindari Plagiarisme Saat Menyusun Referensi

Dari pengalaman saya menangani pemeriksaan draf karya ilmiah, banyak mahasiswa tersandung kasus plagiarisme bukan karena mereka sengaja mencuri ide. Masalahnya justru berada pada ketidakmampuan mereka dalam melakukan parafrase dan ketidaktelitian saat menyalin data rujukan ilmiah.

  • Selalu catat identitas digital artikel berupa DOI (Digital Object Identifier) saat Anda mengunduhnya dari internet.
  • Gunakan aplikasi manajemen referensi otomatis untuk meminimalkan salah ketik manual.
  • Pastikan nama jurnal yang Anda sitasi bukan termasuk ke dalam kategori jurnal predator.

Penerapan cara menulis daftar pustaka dari internet yang serampangan tanpa memverifikasi validitas penerbitnya bisa menurunkan kualitas argumen skripsi Anda secara keseluruhan. Oleh karena itu, ketelitian tingkat tinggi dalam mengecek volume dan halaman jurnal mutlak diperlukan.

Gunakan aplikasi manajemen sitasi modern untuk membantu mengotomatisasi pengerjaan daftar pustaka ini. Sistem otomatis akan memastikan seluruh tanda baca, cetak miring, dan urutan alfabetis dari referensi Anda tersusun secara presisi tanpa ada satu pun elemen penting yang terlewat.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang