Risiko Tuli Intai Usia Muda Ini Cara Merawat Telinga yang Benar

30 Juni 2026, 18:54 WIB

Menjaga organ pendengaran tetap berfungsi optimal memerlukan perhatian khusus dan penerapan cara merawat telinga yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kebiasaan keliru yang sering dilakukan masyarakat justru berisiko merusak mekanisme sensitif di dalam saluran telinga. Kondisi medis tertentu seperti telinga berdenging terus sering kali menjadi alarm awal adanya gangguan yang lebih serius pada sistem pendengaran.

Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan medis mandiri yang berisiko memperparah kondisi organ pendengaran Anda.

Masalah pada fungsi pendengaran bukan lagi persoalan sepele yang hanya dialami oleh kelompok lanjut usia. Berdasarkan data statistik dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, diperkirakan terdapat 360 juta orang di dunia yang mengalami gangguan cacat pendengaran.

Dari total angka tersebut, proporsi penderita didominasi oleh orang dewasa sebesar 91%, sementara 9% sisanya terjadi pada anak-anak. Data ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap fungsi telinga harus dimulai sedini mungkin guna menghindari penurunan kualitas hidup yang drastis.

Mengapa Telinga Mengalami Penumpukan Kotoran

Banyak orang sering bertanya-tanya mengenai alasan ilmiah di balik munculnya sumbatan yang mengganggu kenyamanan. Pertanyaan warga seperti "kenapa telinga terasa tersumbat?" kerap kali memicu tindakan impulsif untuk membersihkannya tanpa arah yang aman. Saluran telinga sebenarnya memproduksi serumen secara alami sebagai bentuk proteksi dari debu, kotoran, dan infeksi bakteri asing.

Namun, proses pembersihan yang salah justru akan mendorong serumen masuk lebih dalam ke dekat gendang telinga.

Bahaya Mengorek Telinga Secara Mandiri

Tindakan memasukkan benda asing seperti kapas pembersih atau pengorek besi sangat tidak disarankan oleh para ahli medis. Dr. Handhika Mustika dan Dr. dr.

Muyassaroh, Sp.THT-KL yang merupakan Dokter Spesialis THT dari RSUP dr. Kariadi Semarang memberikan penegasan penting. Mereka menegaskan bahwa telinga memiliki cara alami untuk membersihkan kotorannya sendiri tanpa perlu bantuan alat korek mekanis.

Ada bahaya mengorek telinga secara konstan karena dapat mendorong kotoran semakin padat dan memicu peradangan hebat.

Jika kesehatan dan kebersihan telinga tidak dijaga dengan baik, dapat terjadi gangguan serius pada fungsi pendengaran dan sistem keseimbangan tubuh. Salah satu dampak fatal yang dapat muncul dari kelalaian ini adalah gangguan keseimbangan tubuh seperti vertigo.

Cara Mengatasi Kotoran Telinga Keras

Ketika serumen terlanjur mengeras dan menyumbat saluran, diperlukan penanganan khusus yang lembut agar tidak melukai dinding liang telinga. Langkah medis yang aman adalah menggunakan bahan pengencer khusus seperti obat tetes telinga atau minyak zaitun murni.

Berdasarkan panduan medis, obat tetes telinga atau minyak zaitun dibiarkan meresap setidaknya selama 5 menit. Proses peresapan ini dilakukan dengan posisi tubuh berbaring menyamping agar cairan bekerja maksimal melunakkan sumbatan. Metode ini dianggap sebagai cara mengatasi kotoran telinga keras yang paling minim risiko trauma fisik.

Jangan mencoba mengeluarkan kotoran yang keras dipaksa dengan pinset atau alat tajam lainnya secara mandiri.

Dampak Penggunaan Alat Dengar Pribadi yang Berlebihan

Penggunaan gawai di era modern saat ini meningkatkan frekuensi masyarakat dalam memakai perangkat penyuara telinga. Muncul kekhawatiran besar mengenai efek sering pakai earphone secara terus-menerus tanpa memberikan jeda waktu istirahat yang cukup. Paparan gelombang suara keras langsung ke liang telinga berpotensi merusak sel-sel rambut sensitif di dalam koklea.

Gejala kurang pendengaran sering kali muncul secara perlahan tanpa disadari oleh pengguna perangkat audio personal tersebut.

Kerusakan yang terjadi umumnya bersifat akumulatif sehingga dampaknya baru akan terasa nyata setelah beberapa tahun kemudian.

Jangan Pakai Cotton Bud! Ini 9 Cara Aman Menjaga Kesehatan Telinga | Hidup Sehat tvOne

Batas Durasi dan Volume Aman

Untuk mengantisipasi kerusakan permanen, terdapat batas aman kebisingan yang wajib dipatuhi demi kesehatan organ pendengaran. Batas aman untuk mendengarkan suara adalah 80 desibel dengan durasi tidak lebih dari 6 jam sehari.

Mendengarkan suara di atas 85 desibel selama 8 hours sehari dapat merusak telinga seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, perangkat pribadi seperti alat dengar headphone atau earphone sebaiknya diatur pada tingkat di bawah 60% dari volume maksimal. Pengaturan volume yang rendah ini sangat krusial untuk menjaga kelestarian fungsi sel saraf pendengaran Anda.

Pentingnya Mengistirahatkan Telinga

Selain membatasi volume, durasi penggunaan alat dengar secara nonstop juga harus diatur dengan sangat ketat.

Disarankan tidak menggunakan alat dengar earphone atau headphone selama 1 jam secara terus-menerus. Beri waktu istirahat pada telinga sekitar 5 menit sebelum mendengarkan musik kembali menggunakan perangkat dengar. Jeda waktu ini memberikan kesempatan bagi otot-otot di dalam telinga untuk memulihkan diri dari ketegangan akustik.

Rekomendasi dari Lembaga Kesehatan Internasional

Berbagai institusi kesehatan global telah merilis panduan resmi terkait mitigasi risiko penyakit dan kerusakan pada sistem pendengaran.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) menyarankan langkah pencegahan kerusakan pendengaran yang komprehensif. Langkah pencegahan tersebut meliputi penggunaan pelindung telinga di area bising, pengurangan volume perangkat pribadi, dan rutin mengistirahatkan telinga.

Di sisi lain, National Institute for Health and Care Excellence (NICE) turut memberikan rekomendasi dari aspek infeksi medis. Lembaga NICE menyarankan pencegahan otitis media dan otitis media dengan efusi melalui program vaksinasi yang tepat.

Penanganan alergi secara cepat serta perawatan dini infeksi saluran pernapasan juga menjadi kunci mencegah penularan ke area telinga. Informasi edukasi serupa juga dipublikasikan oleh Dinas Kesehatan Aceh pada tanggal 28 Februari di Banda Aceh. Lembaga daerah tersebut aktif mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap higienitas dan kesehatan telinga secara menyeluruh.

Panduan Praktis Cara Membersihkan Telinga yang Aman

Melakukan perawatan mandiri di rumah harus didasarkan pada prinsip kehati-hatian yang tinggi agar tidak memicu infeksi.

Bagian luar telinga atau daun telinga dapat dibersihkan secara rutin menggunakan kain lap basah berbahan lembut. Hindari memasukkan ujung kain atau alat apa pun ke dalam lubang liang telinga luar Anda. Berikut adalah beberapa aspek penting yang dapat diringkas dalam manajemen perawatan kesehatan telinga berdasarkan standar medis.

Parameter Batas Aman Penggunaan Perangkat Audio dan Paparan Suara
Parameter Perawatan Telinga Batas Nilai Aman Durasi Maksimal
Volume Perangkat Personal Di bawah 60% Maksimal 1 jam nonstop
Paparan Kebisingan Lingkungan 80 Desibel 6 jam sehari
Resiko Kerusakan Pendengaran Di atas 85 Desibel 8 jam sehari
Peresapan Obat Tetes Telinga Cairan Pembersih Minimal 5 menit

Evaluasi terhadap lingkungan sekitar juga diperlukan untuk mendeteksi apakah tingkat kebisingan sudah melampaui batas toleransi normal.

Gunakan alat pelindung penyumbat telinga apabila Anda terpaksa beraktivitas di lingkungan industri dengan kebisingan ekstrem. Pemeriksaan rutin ke dokter spesialis THT disarankan minimal setiap enam bulan sekali untuk mendeteksi penumpukan serumen dini.

Dokter memiliki alat khusus yang aman untuk menerapkan cara membersihkan telinga tanpa menimbulkan trauma mekanis. Segera periksakan diri jika Anda merasakan nyeri hebat, keluar cairan tidak wajar, atau penurunan ketajaman pendengaran secara mendadak.

Penanganan dini oleh tenaga medis profesional dapat mencegah komplikasi permanen yang merugikan fungsi komunikasi sosial Anda. Kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga aset pendengaran ini menjadi investasi kesehatan jangka panjang yang sangat bernilai harganya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang