Banyak umat Muslim yang masih bingung mengenai cara nabi berdoa setelah shalat fardhu yang sesuai dengan petunjuk hadits shahih. Penjelasan mengenai waktu terbaik memanjatkan doa ini sering kali memicu diskusi hangat di kalangan jamaah masjid.
Saya sering melihat perbedaan kontras antara mereka yang langsung berdiri setelah salam dan mereka yang bertahan lama untuk memanjatkan doa setelah sholat. Sebagai seorang yang mendalami literatur fiqih, saya menilai pemahaman yang utuh mengenai masalah "hukum berdoa setelah shalat" sangat krusial agar ibadah kita tidak terjebak dalam tradisi semata.
Mari kita bedah fakta-fakta berdasarkan riwayat hadits yang shahih untuk melihat bagaimana sebenarnya tuntunan yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.
Salah satu kekeliruan yang sering terjadi di masyarakat adalah menumpuk semua permohonan setelah selesai shalat fardhu. Padahal, jika kita merujuk pada hadits Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW justru memberikan kebebasan besar bagi hamba-Nya untuk memilih doa yang paling disukai sebelum memalingkan wajah dari kiblat.
Pilihan mengenai doa sebelum salam atau sesudah salam sebenarnya sudah dijelaskan secara gamblang dalam beberapa riwayat utama. Berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud yang diriwayatkan oleh HR. Abu Daud no. 825, HR. Muslim no. 402, An Nasa'i no. 1298, Abu Daud no. 968, dan Ad Darimi no. 1340, Nabi SAW bersabda bahwa setelah membaca tasyahud akhir, seseorang dipersilakan memilih doa yang ia kehendaki.
Seseorang yang shalat boleh memilih doa yang paling ia kagumi atau ia sukai untuk dipanjatkan sebelum salam.
Dari spesifikasinya, menurut saya momentum sebelum salam ini memiliki keutamaan yang luar biasa karena seseorang masih berada di dalam inti ibadah shalat. Ketika shalat belum ditutup, status kita adalah sedang menghadap langsung kepada Allah SWT secara resmi dalam ibadah formal.
Wasiat Penting Rasulullah SAW Kepada Mu'adz
Meskipun doa sebelum salam sangat dianjurkan, bukan berarti tidak ada celah sama sekali untuk berdoa setelah salam. Kita bisa melihat bimbingan khusus Nabi kepada salah satu sahabat setianya.
Dalam HR. Abu Daud no. 1522 (juga tercatat no. 1301) dan HR. An Nasa'i no. 1286, Rasulullah SAW memberikan wasiat kepada Mu'adz bin Jabal agar tidak meninggalkan doa tertentu di akhir shalat. Kalimat "di akhir shalat" (duburi kulli shalatin) oleh sebagian ulama ditafsirkan sebagai momen tepat sebelum salam, namun sebagian lain mengartikannya sesaat setelah salam.
Kekurangan utama dari sebagian jamaah saat ini adalah tergesa-gesa beranjak tanpa membaca dzikir setelah sholat fardhu yang paling pokok. Menyeimbangkan antara dzikir lisan dan doa dalam hati adalah kunci utama meraih kekhusyukan sejati.
Urutan Tuntunan Dzikir Setelah Shalat Fardhu
Rasulullah SAW tidak langsung memanjatkan deretan doa panjang yang rumit begitu selesai mengucapkan salam kedua. Praktik yang dijalankan oleh Nabi secara konsisten adalah menegakkan kalimat-kalimat thoyyibah sebagai bentuk pengagungan.
Saya melihat kecenderungan sebagian orang yang menganggap remeh urutan dzikir ini dan langsung melompat pada permohonan duniawi. Padahal, dzikir adalah sarana untuk membersihkan hati sekaligus menambal kekurangan yang terjadi selama shalat berlangsung.
Berikut adalah urutan umum yang dipraktikkan Nabi sesudah shalat wajib:
- Membaca istighfar sebanyak tiga kali berturut-turut untuk memohon ampunan atas kelalaian selama shalat.
- Membaca kalimat tauhid dan pujian keselamatan (Allahumma antas salam).
- Melanjutkan dengan tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali secara tertib.
Membaca runtutan ini secara tenang jauh lebih utama daripada terburu-buru mengangkat tangan tanpa menghayati makna bacaan.
Bolehkah Mengangkat Tangan Saat Berdoa Setelah Shalat?
Pertanyaan warga mengenai "bolehkah mengangkat tangan saat berdoa setelah sholat" sering kali memicu perdebatan sengit di ruang publik. Untuk memahami hal ini dengan jernih, kita harus memisahkan antara shalat fardhu dan shalat sunnah.
Berdasarkan kajian mendalam terhadap riwayat-riwayat yang ada, Nabi SAW sangat jarang—bahkan sebagian ulama menyebut tidak pernah secara rutin—mengangkat tangan untuk berdoa bersama jamaah secara formal tepat setelah shalat fardhu selesai. Kebiasaan Nabi setelah salam adalah berbalik menghadap makmum lalu menyibukkan diri dengan dzikir.
Namun, bukan berarti mengangkat tangan itu dilarang mutlak dalam setiap doa. Mengangkat tangan adalah adab umum berdoa yang dapat menajdi wasilah dikabulkannya hajat, terutama saat berdiri sendiri atau pasca menunaikan tata cara sholat tahajud lengkap di sepertiga malam.
| Momen Berdoa | Dasar Hukum / Riwayat Hadits | Praktik yang Dianjurkan |
|---|---|---|
| Sebelum Salam | HR. Muslim no. 402 / Abu Daud no. 825 | Bebas memilih doa yang paling disukai setelah tasyahud |
| Sesudah Salam (Dzikir) | HR. Abu Daud no. 1522 / An Nasa'i no. 1286 | Membaca wasiat doa kepada Mu'adz dan istighfar |
| Shalat Tahajud | Atribusi Umum Shalat Sunnah | Sangat dianjurkan memperpanjang doa dan boleh mengangkat tangan |
Bila Anda berniat mengamalkan doa secara teratur dan tidak ingin kehilangan arah di tengah padatnya aktivitas harian, memanfaatkan bantuan digital bisa menjadi opsi yang bijak. Saat ini sudah banyak platform yang menyediakan kompilasi doa shahih yang mudah diakses kapan saja.
Aplikasi Pendukung untuk Menghafal Doa dan Dzikir Sunnah
Bagi Anda yang ingin mendalami variasi doa yang bersumber dari hadits-hadits di atas, ada sebuah alat bantu digital yang sangat praktis di era modern ini. Aplikasi tersebut bernama "Apa Doanya: Doa & Dzikir" yang dikembangkan oleh developer Rahmadi Deswira.
Dari segi spesifikasi teknis, aplikasi "Apa Doanya: Doa & Dzikir" ini sangat ringan karena hanya berukuran 8.1 MB saja. Pengguna perangkat iOS tidak perlu khawatir kehabisan memori, lho. Nilai plus yang paling saya sukai adalah harganya yang GRATIS tanpa batas waktu dan menyediakan fitur full tanpa iklan yang mengganggu kekhusyukan belajar.
Aplikasi berkategori Reference ini memuat lebih dari 500+ doa, dzikir, dan adab yang sangat kaya informasi. Di dalamnya, Anda bisa melacak teks asli dari hadits-hadits penting yang sudah kita bahas sebelumnya, seperti riwayat Abu Daud dan An Nasa'i.
Dengan Age Rating 4+ Tahun, aplikasi ini aman digunakan oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Berdasarkan data di App Store, aplikasi ini meraih Rating yang mengagumkan, yaitu 4.8 dari 5 bintang berdasarkan 69 Ratings resmi. Ulasan dari para pengguna pun sangat positif.
Pada tanggal 04/04/2022, seorang pengguna menulis bahwa aplikasi ini menjadi "A constant companion". Pengguna lain pada 02/02/2024 berkomentar "Quick and simple to use". Ada juga review pada 09/07/2022 yang menyebutnya "Great App!", serta ulasan bertanggal 07/11/2024 yang memuji dengan kalimat "beauty in simplicity". Langkah atau cara download aplikasi doa dan dzikir gratis ini sangat mudah, Anda tinggal mencarinya di toko aplikasi resmi ponsel Anda.
Meniru cara nabi berdoa setelah shalat fardhu menuntut kita untuk mengedepankan kualitas ibadah daripada kuantitas rutinitas yang tidak memiliki dasar kuat. Mengutamakan doa di dalam shalat (sebelum salam) serta merutinkan dzikir istighfar dan tasbih pasca salam adalah bentuk keluhuran budi yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.


