Kulit Kering Bersisik? Ini Rahasia Formulasi Sediaan Lotion Farmasi yang Stabil dan Efektif

20 Juni 2026, 21:17 WIB

Mengalami masalah kulit kering bersisik sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengurangi rasa percaya diri. Banyak orang mencari solusi instan dengan menggunakan produk pelembap, namun tidak sedikit yang mengeluhkan "kenapa lotion terasa lengket di kulit" setelah diaplikasikan. Masalah tersebut biasanya terjadi karena ketidakseimbangan formula atau pemilihan bahan dasar yang kurang tepat.

Sebagai praktisi yang sering bergelut di laboratorium formulasi, saya memahami bahwa menyusun formula lotion farmasi membutuhkan ketelitian tingkat tinggi agar menghasilkan sediaan yang nyaman, ringan, dan efektif menghidrasi kulit. Lotion sendiri merupakan produk perawatan kulit bertekstur ringan dan mudah menyerap yang berfungsi memberikan serta menjaga kelembapan ekstra agar kulit tetap lembut, halus, dan terhidrasi. Melalui artikel ini, kita akan membedah secara mendalam langkah-langkah teknis pembuatan sediaan lotion standar farmasi yang stabil.

Sebelum masuk ke ruang produksi, seorang formulator wajib memahami struktur fisik sediaan yang akan dibuat. Berbeda dengan produk pelembap lain, lotion memiliki karakteristik unik yang menggabungkan beberapa fungsi sekaligus.

Perbedaan Nyata Antara Lotion dan Body Oil

Dalam dunia kosmetik dan farmasi, terdapat perbedaan lotion dan body oil yang sangat mendasar dari segi fungsi dan kenyamanan penggunaan. Penggunaan minyak tubuh (body oil) secara langsung cenderung meninggalkan rasa lengket, licin, dan bersifat occlusive atau sekadar mengunci kelembapan yang sudah ada di kulit.

Sebaliknya, sediaan lotion menggabungkan efek hydration, moisturizing, dan occlusive dalam satu fungsi sekaligus. Karakteristik ini membuat lotion memiliki tekstur yang jauh lebih ringan, cepat meresap, dan tidak meninggalkan residu minyak yang mengganggu kenyamanan pengguna.

Mekanisme Emulsi Minyak dalam Air

Secara teknis, lotion dibuat melalui proses emulsifikasi, yaitu pencampuran dua cairan yang secara alami tidak larut, seperti minyak dan air, menjadi sediaan yang homogen dan stabil dengan bantuan zat pengemulsi (emulsifier). Pertanyaan mendasar seperti "apa itu emulsi minyak dalam air" sering muncul dari para pemula di bidang farmasi.

Sediaan minyak dalam air atau oil in water (o/w) adalah jenis emulsi di mana butiran minyak (fase terdispersi) tersebar merata di dalam medium air (fase kontinu). Tipe emulsi ini dihasilkan oleh zat pengemulsi dengan nilai HLB (Hydrophilic-Lipophilic Balance) yang tinggi, dan dari pengalaman praktis saya, tipe ini jauh lebih mudah untuk dibuat serta diaplikasikan.

Kandungan air dalam formula body lotion umumnya tinggi, yaitu berkisar antara 70-80% dari total formula, tergantung pada jumlah emollient yang digunakan untuk mencapai viskositas yang diinginkan.

Komponen Bahan Utama dalam Pembuatan Lotion

Menciptakan sediaan yang stabil memerlukan kombinasi bahan yang seimbang. Formula dasar lotion farmasi secara umum dibagi menjadi tiga komponen utama, yaitu fase air, fase minyak, dan zat tambahan.

Komponen Fase Air dan Fase Minyak

Fase air mendominasi sebagian besar formula, berfungsi memberikan efek hidrasi instan pada kulit. Di sisi lain, minyak merupakan bahan utama yang berfungsi sebagai moisturizing agent atau agen pelembap pada sediaan body lotion.

Bahan dasar minyak untuk body lotion dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan asal sumbernya:

  • Minyak yang berasal dari tumbuhan (minyak nabati), contohnya adalah minyak kelapa dan minyak zaitun yang sering dimanfaatkan sebagai pelembap kulit dari bahan alami.
  • Minyak yang berasal dari fosil hewan, plankton, dan alga (turunan minyak bumi atau mineral), contohnya meliputi minyak mineral (mineral oil), paraffinum liquidum, dan petrolatum.

Pemilihan jenis minyak ini akan memengaruhi viskositas, kecepatan penyerapan, dan stabilitas jangka panjang dari sediaan yang Anda buat.

Komponen Standar Formula Sediaan Lotion Farmasi
Komponen Utama Fungsi Sediaan Persentase Ideal
Fase Air (Aqua) Hidrasi dan Medium Kontinu 70%
Minyak Nabati/Mineral Moisturizing Agent 15%
Emulsifier (HLB Tinggi) Penstabil Emulsi 5%
Zat Tambahan (Pengawet/Parfum) Estetika dan Daya Simpan 10%
Cara Mudah Membuat Kosmetik Krim Stabil Tanpa Gagal Untuk Pemula | Danadini Twins

Langkah Demi Langkah Proses Pembuatan Lotion Farmasi

Proses pembuatan sediaan ini memerlukan kontrol suhu yang ketat agar fase minyak dan fase air dapat menyatu dengan sempurna. Berikut adalah panduan instruksional yang biasa dilakukan di laboratorium semi-solida.

Penyusunan langkah-langkah ini harus diikuti secara berurutan untuk menghindari terjadinya pemisahan fase (creaming atau cracking) setelah sediaan dingin.

  1. Sterilisasi Alat dan Penimbangan Bahan: Pastikan semua wadah glass, pengaduk, dan homogenizer dalam kondisi bersih. Timbang fase air (termasuk aquades dan humektan) serta fase minyak (minyak nabati/mineral dan emulsifier) secara akurat sesuai perhitungan formula.
  2. Peleburan Fase Minyak: Masukkan bahan-bahan fase minyak ke dalam cawan penguap. Panaskan di atas penangas air (water bath) hingga mencapai suhu sekitar 70 hingga 75 derajat Celsius sampai semua komponen pelapis cair dan melebur sempurna.
  3. Pemanasan Fase Air: Secara bersamaan, panaskan fase air di wadah terpisah hingga mencapai suhu yang sama dengan fase minyak, yaitu 70 hingga 75 derajat Celsius. Kesamaan suhu ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kejut termal saat pencampuran.
  4. Proses Emulsifikasi: Tuangkan fase minyak ke dalam fase air secara perlahan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk cepat menggunakan teknik mekanis atau homogenizer. Berdasarkan pengalaman saya menangani sediaan emulsi, pengadukan yang konstan pada tahap ini menentukan ukuran droplet minyak yang homogen.
  5. Pendinginan dan Korigen: Lanjutkan pengadukan dengan kecepatan yang dikurangi hingga suhu sediaan turun mencapai suhu kamar (sekitar 30 derajat Celsius). Setelah dingin, tambahkan zat pengawet dan pengaroma, lalu aduk kembali hingga benar-benar merata.

Evaluasi Fisik dan Cara Mengatasi Kegagalan Formula

Setelah sediaan lotion selesai dibuat, proses tidak berhenti begitu saja. Anda harus melakukan pengujian fisik untuk memastikan sediaan tersebut aman dan layak digunakan oleh konsumen yang mencari cara mengatasi kulit kering bersisik. Kesalahan umum yang saya lihat pada formulator pemula adalah terburu-buru mengemas sediaan tanpa melakukan uji stabilitas dipercepat (freeze-thaw cycle). Pengujian ini penting untuk melihat apakah lotion akan memisah menjadi dua lapisan saat dihadapkan pada perubahan suhu ekstrem.

Jika ditemukan emulsi memisah dalam beberapa hari, evaluasi kembali nilai HLB dari zat pengemulsi yang Anda gunakan. Menambahkan sedikit konsentrasi emulsifier dengan HLB tinggi atau mengombinasikan dua jenis pengemulsi sering kali menjadi solusi paling efektif untuk meningkatkan interaksi antarpermukaan fase minyak dan air. Formulasi sediaan topikal memerlukan pemahaman mendalam tentang sifat fisikokimia setiap bahan aktif dan eksipien yang digunakan. Ketepatan dalam menjaga suhu pencampuran dan kecepatan homogenisasi memegang peranan paling vital dalam menghasilkan lotion yang lembut, stabil, dan tidak lengket saat diaplikasikan ke permukaan kulit.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang