Rahasia Racikan Farmasi Begini Cara Pembuatan Salep 24 yang Tepat

28 Juni 2026, 12:59 WIB

Cara pembuatan salep 24 membutuhkan ketelitian tinggi agar bahan aktif belerang dan asam salisilat dapat menyatu sempurna dengan basisnya. Formula klasik ini tetap menjadi andalan utama dalam dunia farmasi untuk mengatasi berbagai masalah kulit menahun. Sebagai praktisi yang sering bergelut dengan racikan obat, saya melihat banyak pemula gagal menghasilkan sediaan yang halus.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah penggerusan bahan aktif yang kurang sempurna, sehingga meninggalkan tekstur berpasir. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah pembuatan sediaan topikal ini sesuai dengan standar farmasetika. Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan terkait penggunaan obat ini pada kulit Anda.

Nama obat ini sebenarnya merujuk pada konsentrasi bahan aktif yang terkandung di dalamnya, yaitu asam salisilat sebesar 2 persen dan belerang endap sebesar 4 persen. Kombinasi kedua zat ini menciptakan sinergi kuat sebagai agen keratolitik dan juga antifungi.

Dalam kasus yang sering saya temui, ketepatan menimbang bahan menjadi kunci utama efektivitas sediaan. Jika timbangan meleset sedikit saja, konsentrasi zat aktif akan berubah dan berpotensi memicu iritasi kulit yang tidak diinginkan. Berdasarkan data ketersediaan dosis dari BPOM, sediaan komersial di Indonesia umumnya beredar dalam ukuran sediaan salep dalam kemasan 15 gram dan 30 gram. Untuk mempermudah praktik, kita akan menggunakan acuan pembuatan standar.

Komposisi Utama yang Wajib Disiapkan

Sebelum masuk ke proses peracikan, Anda harus memastikan semua bahan kimia farmasi ini tersedia dalam kualitas terbaik. Komponen pembentuk sediaan ini terdiri dari zat berkhasiat dan basis salep yang stabil.

  • Asam Salisilat (sebagai agen perontok sel kulit mati)
  • Belerang Endap atau Sulfur Praecipitatum (sebagai komponen antiseptik)
  • Vaselin Album atau Vaselin Putih (sebagai basis salep pelindung)

Peralatan Laboratorium yang Diperlukan

Proses peracikan tidak boleh menggunakan sembarang wadah karena zat aktif dapat bereaksi dengan logam. Pastikan semua alat dalam kondisi bersih dan kering sebelum bersentuhan dengan bahan obat.

  • Mortir dan stamper porselen yang permukaannya halus
  • Timbangan analitik digital dengan akurasi tinggi
  • Sudip plastik atau spatula untuk mengikis sediaan
  • Kertas perkamen untuk alas menimbang zat
Proses pembuatan salep 2-4 15g | Aura salsabila

Langkah Demi Langkah Cara Pembuatan Salep 24

Proses peracikan dimulai dengan menghitung kebutuhan bahan secara cermat sesuai dengan total sediaan yang ingin dibuat. Konsistensi sediaan akhir sangat bergantung pada urutan memasukkan bahan ke dalam mortir porselen.

Dari pengalaman saya menangani peracikan sediaan topikal, asam salisilat harus dilarutkan terlebih dahulu dengan beberapa tetes alkohol. Langkah ini krusial untuk menghancurkan kristal tajam asam salisilat agar tidak melukai kulit saat diaplikasikan.

Setelah kristal larut, segera tambahkan sebagian kecil vaselin untuk mengikat larutan tersebut sebelum alkohol menguap sepenuhnya. Berikut adalah urutan pengerjaan yang wajib Anda ikuti secara disiplin:

  1. Timbang semua bahan aktif dan basis sesuai kalkulasi resep standar secara akurat.
  2. Masukkan asam salisilat ke dalam mortir, lalu teteskan etanol 95 persen secukupnya hingga larut sempurna.
  3. Tambahkan sebagian vaselin album ke dalam larutan asam salisilat, gerus kuat hingga homogen.
  4. Masukkan belerang endap ke dalam campuran tersebut sedikit demi sedikit sambil terus digerus.
  5. Tambahkan sisa vaselin album yang tersisa ke dalam mortir secara bertahap.
  6. Gerus seluruh campuran dengan gerakan memutar yang kuat sampai terbentuk massa salep yang halus dan mengilap.
  7. Kumpulkan sediaan menggunakan sudip, lalu masukkan ke dalam wadah pot salep yang bersih.

Karakteristik Fisik Sediaan yang Berkualitas

Sediaan yang dibuat dengan benar harus memiliki tekstur yang homogen tanpa ada butiran kasar yang kasat mata. Warna akhir dari racikan ini biasanya kuning pucat khas dari warna belerang endap yang menyatu dengan basis putih.

Sediaan salep yang ideal tidak boleh menunjukkan pemisahan fase antara minyak dan zat padat selama masa penyimpanan. Homogenitas yang buruk menandakan proses penggerusan yang kurang bertenaga atau kurang lama.

Jika Anda melihat ada bintik-bintik putih atau gumpalan kuning, artinya belerang belum terdispersi secara merata. Sediaan seperti ini sebaiknya tidak digunakan karena distribusi dosis obat menjadi tidak merata pada setiap olesan.

Standar Ketersediaan dan Aturan Pakai Sediaan Topikal 24
Parameter Sediaan Spesifikasi dan Aturan
Ukuran Kemasan Kecil 15 gram
Ukuran Kemasan Besar 30 gram
Frekuensi Penggunaan 1 – 2 kali sehari
Waktu Aplikasi Setelah mandi
Durasi Terapi Standar 3 – 4 hari berturut-turut

Aplikasi Klinis dan Keamanan Penggunaan

Masyarakat sering mencari racikan ini ketika membutuhkan salep gatal 24 untuk mengatasi keluhan kulit akibat infeksi parasit atau jamur. Fleksibilitas formula ini membuatnya sering dikategorikan sebagai salah satu pilihan obat kudis tradisional dan apotek.

Penggunaan senyawa aktif ini sangat efektif sebagai obat skabies ampuh karena mampu merusak lapisan luar kulit tempat parasit bersarang. Selain itu, sifat antijamurnya membuat racikan ini sering dipilih sebagai salep untuk jamur kulit.

Namun, pengguna harus memahami cara pakai salep 24 yang benar demi menghindari komplikasi iritasi jaringan. Sediaan ini hanya boleh dioleskan tipis-tipis pada area yang sakit sesuai dengan petunjuk durasi yang aman.

Efek Samping dan Risiko Iritasi

Meskipun efektif, kandungan zat aktif yang tinggi dapat memicu reaksi hipersensitivitas pada beberapa individu dengan kulit sensitif. Rasa terbakar, kemerahan, dan kulit mengelupas berlebihan merupakan tanda bahwa dosis mungkin terlalu kuat.

Kemunculan efek samping salep 24 belerang biasanya berkaitan dengan durasi pemakaian yang melebihi batas anjuran farmasi. Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis dapat menipiskan lapisan dermis kulit Anda.

Batasan Area Pengaplikasian

Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien di klinik adalah mengenai batas area tubuh yang aman untuk diolesi obat ini. Kulit pada area tertentu memiliki ketebalan dan sensitivitas yang berbeda secara signifikan. Banyak warga bertanya-tanya apakah "salep 24 boleh untuk kemaluan tidak" karena rasa gatal sering muncul di area lipatan tersebut. Jaringan mukosa pada area kemaluan sangat tipis dan sensitif, sehingga penggunaan sediaan berbahan sulfur keras ini sangat dilarang karena berisiko memicu luka bakar kimiawi.

Aturan pakai salep adalah 1 – 2 kali sehari setelah mandi selama 3 – 4 hari berturut-turut. Pembatasan waktu ini bertujuan untuk meminimalkan penyerapan sistemik zat aktif yang dapat membebani organ tubuh lainnya. Pastikan untuk selalu membersihkan sisa obat pada hari berikutnya sebelum mengoleskan lapisan yang baru. Jika gejala infeksi kulit tidak membaik setelah siklus terapi selesai, segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter spesialis kulit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang