Rahasia Dosis Pupuk Jagung Per Hektar untuk Melejitkan Hasil Panen Bisi 2

28 Juni 2026, 10:26 WIB

Langkah budidaya jagung hibrida seperti varietas Bisi 2 memerlukan strategi nutrisi yang presisi demi mencapai target panen yang optimal. Banyak petani mengeluhkan pertumbuhan tanaman yang kerdil atau tongkol yang tidak terisi penuh akibat kekeliruan dalam menentukan dosis dan waktu pemberian hara.

Artikel ini menyajikan panduan teknis mengenai cara memupuk jagung yang benar agar tanaman tumbuh seragam dengan batang yang kokoh. Pemenuhan kebutuhan hara yang tepat sejak awal tanam menjadi kunci utama untuk mendongkrak produktivitas di setiap musim.

Pemahaman mendalam mengenai dosis pupuk jagung per hektar akan membantu Anda menghindari pemborosan biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian struktur tanah tanah jangka panjang.

Tanaman jagung merupakan komoditas strategis yang membutuhkan asupan unsur hara makro dalam jumlah yang relatif besar. Kebutuhan pangan dan pakan ternak yang terus meningkat menuntut efisiensi tinggi pada setiap jengkal lahan yang digunakan.

Sebagai gambaran besarnya potensi pasar komoditas ini, data konsumsi jagung domestik (2018) mencatat total konsumsi dalam negeri sepanjang tahun tersebut mencapai 15,55 juta ton. Dari total volume tersebut, sekitar 10,3 juta ton di antaranya diserap khusus untuk bahan pakan ternak.

Kebutuhan pasar domestik yang sangat tinggi, ditambah dengan adanya kuota ekspor pemerintah senilai 500 ribu ton, menegaskan bahwa peluang ekonomi dari budidaya tanaman ini masih sangat terbuka lebar jika dikelola secara profesional.

Untuk mencapai target produksi yang tinggi, pengaturan jarak tanam juga tidak boleh diabaikan sebelum mengaplikasikan pupuk. Rekomendasi jarak tanam jagung yang ideal adalah 70×20 cm dengan ketentuan 1 tanaman per lubang tanam agar sebaran pupuk nantinya dapat diserap secara merata oleh akar.

Panduan Tahapan dan Jadwal Pemupukan Susulan Jagung

Aplikasi hara pada varietas hibrida seperti Bisi 2 harus dilakukan secara bertahap mengikuti fase kritis perkembangan tanaman. Kesalahan umum yang saya lihat di lapangan adalah pemberian pupuk nitrogen dalam dosis besar sekaligus di awal tanam, yang justru memicu pencucian hara oleh air hujan.

Berikut adalah langkah demi langkah penjadwalan nutrisi yang bisa Anda terapkan langsung di lahan pertanian Anda.

1. Fase Awal Melalui Pemupukan Dasar (Olah Lahan)

Pemberian pupuk dasar dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah sebelum benih dimasukkan ke dalam lubang tanam. Langkah awal ini berfungsi untuk menyediakan tabungan hara makro dasar seperti fosfat dan kalium yang mobilitasnya lambat di dalam tanah.

Sebelum pupuk kimia diaplikasikan, berikan terlebih dahulu pupuk dasar organik sebanyak 10 hingga 20 ton/ha sebelum penanaman bersamaan dengan pengolahan lahan. Pupuk organik ini sangat krusial untuk memperbaiki porositas tanah dan mengikat kelembapan tanah.

Untuk kombinasi pupuk kimia sebagai dasar, Anda dapat memilih salah satu dari dua alternatif formula berikut per hektar lahan:

  • Alternatif 1: Kombinasi pupuk NPK 16-10-18 sebanyak 100 kg dan pupuk DAP sebanyak 100 kg yang ditabur merata secara merata di atas bedengan atau larikan.
  • Alternatif 2: Kombinasi pupuk NPK 12-12-17 sebanyak 125 kg dan pupuk DAP sebanyak 100 kg sebagai fondasi hara awal tanaman.

2. Fase Kritis pada Umur 15 Hari Setelah Tanam (HST)

Kapan waktu memupuk jagung untuk susulan pertama sangat menentukan pembentukan jumlah daun awal. Pada umur 15 HST, akar tanaman sudah mulai aktif memanjang dan membutuhkan asupan nitrogen serta sulfur untuk mendukung pembentukan klorofil.

Dari pengalaman saya menangani berbagai lahan jagung, keterlambatan pada fase ini sering kali menyebabkan daun bawah menguning dan batang menjadi kurus. Anda dapat menggunakan dua pilihan alternatif dosis per hektar berikut:

  • Alternatif 1: Pupuk NPK 15-15-15+TE sebanyak 200 kg dan pupuk nitrogen-sulfur (dengan kandungan Nitrogen 21% dan Sulfur 24%) sebanyak 100 kg ditabur merata di dekat perakaran.
  • Alternatif 2: Pupuk NPK 12-12-17 sebanyak 125 kg dan pupuk nitrogen-sulfur sebanyak 100 kg ditabur merata untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif.

Jika Anda lebih memilih panduan standar dari lembaga pemerintah, dosis pemupukan susulan pertama (15 HST) versi Kementerian Pertanian merekomendasikan penggunaan Urea sebanyak 50 kg/ha, SP36 atau TSP sebanyak 8 kg/ha, dan KCl sebanyak 40 kg/ha.

3. Fase Pembentukan Batang pada Umur 30 HST

Saat tanaman memasuki usia satu bulan, laju pertumbuhan vegetatif akan meningkat secara eksponensial. Batang tanaman akan mulai membesar dan bersiap untuk memasuki fase primordial atau pembentukan bunga betina di dalam batang.

Pada fase ini, kombinasikan pupuk NPK 15-15-15+TE sebanyak 200 kg dan pupuk fosfat 46% sebanyak 100 kg ditabur merata di dalam parit kecil di samping barisan tanaman, lalu segera tutup kembali dengan tanah.

Cara pemupukan jagung bisi 2 supaya batang tanaman besar | SOETREE FARMER

Sebagai opsi pembanding, dosis pemupukan susulan kedua (30 HST) versi Kementerian Pertanian menginstruksikan pengaplikasian Urea sebanyak 75 kg/ha, SP36 atau TSP sebanyak 15 kg/ha, serta KCl sebanyak 60 kg/ha untuk menjamin kekuatan dinding sel batang.

4. Fase Pengisian Tongkol pada Umur 45 HST

Memasuki umur 45 HST, tanaman memasuki fase generatif awal di mana malai bunga jantan mulai muncul di pucuk tanaman. Nutrisi yang diberikan pada fase akhir ini difokuskan untuk memaksimalkan pengisian biji jagung hingga ke ujung tongkol.

Dalam kasus yang sering saya temui, petani kerap melewatkan aplikasi tahap ketiga ini karena menganggap tanaman sudah cukup tinggi. Padahal, pengisian biji yang bernas sangat bergantung pada ketersediaan kalium pada fase ini.

Merujuk pada dosis pemupukan susulan ketiga (45 HST) versi Kementerian Pertanian, formula yang diaplikasikan meliputi Urea sebanyak 25 kg, SP36 sebanyak 25 kg, dan KCl sebanyak 68 kg per hektar.

Rangkuman Perbandingan Formula Nutrisi Jagung Hibrida

Untuk mempermudah pemetaan kebutuhan logistik pupuk di kios pertanian, Anda dapat mencermati rekapitulasi kebutuhan bahan berdasarkan panduan resmi yang tersedia. Keselarasan antara jenis pupuk dan fase umur tanaman menjadi tolok ukur keberhasilan budidaya.

Perbandingan Kebutuhan Komponen Pupuk Susulan Per Hektar Versi Kementerian Pertanian
Fase Aplikasi (Umur Tanaman) Kebutuhan Urea (kg) Kebutuhan SP36/TSP (kg) Kebutuhan KCl (kg)
Susulan Pertama (15 HST) 50 8 40
Susulan Kedua (30 HST) 75 15 60
Susulan Ketiga (45 HST) 25 25 68

Pastikan kondisi tanah berada dalam tingkat kelembapan yang cukup saat aplikasi dilakukan. Cara menanam jagung di musim hujan memerlukan pembuatan parit drainase yang baik agar butiran pupuk yang ditaburkan tidak hanyut terbawa aliran air permukaan.

Kombinasi antara ketepatan memilih variitas Bisi 2 yang memiliki potensi genetik unggul, pengaturan jarak tanam yang disiplin, serta aplikasi dosis pupuk jagung per hektar yang berimbang merupakan modal utama untuk mencapai efisiensi biaya dan hasil tonase panen yang memuaskan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang