Tulisan Footnote Jurnal Berantakan? Ini Panduan Teknis Merapikannya

21 Juni 2026, 03:48 WIB

Menulis karya ilmiah sering kali membuat kepala pusing, terutama saat Anda harus menyusun referensi dan memahami cara penulisan footnote jurnal agar tidak berantakan. Mengutip sumber secara manual tanpa memahami struktur baku berisiko membuat naskah Anda ditolak oleh reviewer atau dosen penguji.

Catatan kaki atau footnote bukan sekadar pelengkap halaman bawah naskah, melainkan bentuk pertanggungjawaban akademis yang memiliki aturan mekanis sangat ketat. Dari pengalaman saya menangani puluhan manuskrip, kesalahan sepele pada margin dan ukuran huruf sering kali menjadi alasan utama sebuah artikel ilmiah dikembalikan.

Sebelum masuk ke langkah teknis pembuatan, Anda harus memahami prinsip dasar tata letak fisik dari catatan kaki itu sendiri. Institusi akademis biasanya memiliki aturan baku mengenai ukuran huruf (font) catatan kaki yang dibuat lebih kecil daripada isi teks karya ilmiah utama.

Secara spesifik, teks naskah utama menggunakan ukuran 12, sedangkan catatan kaki menggunakan ukuran 10. Perbedaan ukuran ini bertujuan untuk memberikan hierarki visual yang jelas agar pembaca dapat membedakan antara narasi utama dan informasi referensi.

Selain masalah ukuran huruf, pengaturan jarak atau format spasi juga memegang peranan krusial bagi kerapian naskah. Penulisan footnote dari jurnal wajib menggunakan spasi tunggal atau 1 spasi saja.

Namun, jika Anda memiliki lebih dari satu catatan kaki dalam satu halaman, jarak antar-footnote tersebut adalah 2 spasi. Pengaturan ini menjaga agar teks tidak menumpuk rapata dan tetap nyaman dibaca oleh para penguji.

Pengaturan margin bawah juga wajib diperhatikan secara presisi agar posisi catatan kaki tidak terpotong saat naskah dicetak atau dikonversi ke format digital. Jarak dari margin bawah ke catatan kaki adalah sebanyak 3 cm.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah mahasiswa sering membiarkan margin bawah ini otomatis, sehingga catatan kaki bertabrakan dengan batas potong kertas. Anda juga bisa menerapkan nomor urut footnote yang dibuat menjorok ke dalam sebanyak 7 ketukan spasi, meskipun aturan ketukan ini bersifat opsional tergantung pada panduan instansi tempat Anda bernaung.

Langkah demi Langkah Menulis Footnote Jurnal

Menyusun catatan kaki dari sumber jurnal memerlukan ketelitian dalam penulisan nama pengarang dan urutan elemen. Berikut adalah urutan langkah yang harus Anda eksekusi secara berurutan:

  1. Tulis nama penulis atau pengarang jurnal secara lengkap tanpa membalik urutan nama depan dan nama belakang.
  2. Gunakan batas jumlah penulis yang tepat. Jika pengarang berjumlah 1 sampai 3 orang, semua nama wajib ditulis secara lengkap di dalam catatan kaki.
  3. Jika penulis lebih dari 3 orang, hanya ditulis satu nama penulis pertama lalu diikuti dengan singkatan dkk atau et.al.
  4. Tulis judul artikel jurnal di dalam tanda kutip, lalu diikuti oleh nama jurnal yang dicetak miring.
  5. Cantumkan volume, nomor jurnal, tahun terbit dalam kurung, serta nomor halaman spesifik tempat kutipan diambil.
Mudah banget! Cara Menulis Footnote dari Jurnal | Footnote Referensi Jurnal | Anisa Official

Dalam kasus yang sering saya temui, banyak penulis pemula keliru menyamakan format catatan kaki dengan daftar pustaka. Pada catatan kaki, nama pengarang sama sekali tidak boleh dibalik, berbeda dengan penulisan daftar pustaka yang mengharuskan nama belakang diletakkan di depan.

Variasi Format Catatan Kaki untuk Berbagai Jenis Sumber

Selain bersumber dari jurnal ilmiah, dokumen akademik Anda pasti melibatkan referensi dari buku, majalah, hingga surat kabar resmi. Setiap jenis sumber ini memiliki karakteristik penulisan yang sedikit berbeda pada elemen penerbitannya.

Sebagai contoh, untuk buku ilmiah seperti data contoh jurnal ilmiah Ni’matul Huda yang berjudul "Perkembangan Hukum Tata Negara (Perdebatan dan gagasan penyempurnaan)", diterbitkan oleh UII Press di Yogyakarta tahun 2014, penulisan halaman diletakkan di bagian akhir, misalnya halaman 200.

Untuk memberikan gambaran yang lebih transparan dan komprehensif mengenai perbedaan format elemen ini, Anda dapat mempelajari tabel perbandingan komponen di bawah ini.

Perbandingan Komponen Format Catatan Kaki Berdasarkan Jenis Sumber Dokumen
Jenis Sumber Elemen Utama Penerbit / Media Tahun / Tanggal Halaman
Buku Teknis Nama Penulis, Judul Buku, Edisi Free Press, New York 1989 75–89
Jurnal Ilmiah Nama Penulis, Judul Artikel, Nama Jurnal UII Press, Yogyakarta 2014 200
Majalah Cetak Nama Penulis, Judul Artikel Tempo 31 Januari 1975 25
Surat Kabar Nama Berita / Artikel Suara Merdeka 29 Agustus 2005 4

Berdasarkan tabel di atas, kita bisa melihat bahwa media massa seperti majalah cetak dan surat kabar membutuhkan tanggal publikasi yang sangat spesifik, bukan sekadar tahun terbit. Hal ini berbeda dengan buku atau jurnal ilmiah yang fokus pada nomor volume dan tahun terbitnya saja.

Contoh Kasus Penulisan Referensi yang Benar

Untuk memudahkan proses eksekusi, mari kita bedah beberapa contoh kasus nyata yang diambil dari berbagai sumber literatur terpercaya. Penerapan langsung pada contoh ini akan meminimalisasi kekeliruan ketik saat Anda menyusun manuskrip.

Penulisan dari Sumber Buku Populer dan Buku Teks

Mari kita ambil data buku Stephen Covey yang berjudul "The 7 Habits of Highly Effective People", edisi ke-3. Dokumen ini diterbitkan di New York oleh Free Press pada tahun 1989, dan kutipan diambil dari halaman 75–89.

Contoh lain adalah data contoh buku Rhenald Kasali dengan judul "Membidik Pasar Indonesia 'Segmentasi Targeting, Positioning'". Buku tersebut diterbitkan di Jakarta oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2005, dengan rujukan spesifik pada halaman 13.

Ada juga data contoh buku Nurul Hidayah yang berjudul "Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi". Buku ini memiliki tahun terbit 2016 dengan rujukan teks pada halaman 88. Terakhir, data contoh buku Farid Wajdi dan Andryan yang berjudul "Hukum dan Kebijakan Publik", diterbitkan di Jakarta Timur oleh Sinar Grafika tahun 2021, halaman 30.

Penulisan dari Sumber Media Massa Cetak

Jika Anda mengambil referensi dari majalah, perhatikan data contoh majalah Mochtar Naim. Artikelnya yang berjudul “Mengapa Orang Minang Merantau?” dimuat di majalah Tempo, terbit pada tanggal 31 Januari 1975, halaman 25.

Sementara itu, jika merujuk pada artikel berita tanpa penulis spesifik di koran, lihat data contoh surat kabar berikut. Dokumen berasal dari surat kabar Suara Merdeka, yang terbit pada tanggal 29 Agustus 2005, dengan kutipan yang terletak pada halaman 4.

Penyusunan catatan kaki yang konsisten tidak hanya meningkatkan nilai estetika manuskrip Anda di mata penguji, tetapi juga memperkuat kredibilitas ilmiah dari argumen yang Anda bangun. Pastikan Anda selalu memeriksa kembali margin bawah setinggi 3 cm dan kesesuaian ukuran font 10 agar naskah Anda memenuhi standar final penulisan jurnal nasional maupun internasional.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang