Ingin Rezeki Lancar Begini Cara Sholat Dhuha Empat Rakaat yang Benar

26 Juni 2026, 06:53 WIB

Menjalankan ibadah sunnah menjadi jalan pintas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperlancar datangnya rezeki, salah satunya melalui tata cara sholat dhuha yang benar. Bagi umat muslim yang ingin mendapatkan keutamaan lebih besar, mengamalkan ibadah ini sebanyak empat rakaat sangat dianjurkan karena memiliki landasan dalil yang kuat.

Hukum melaksanakan ibadah ini adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin oleh setiap muslim. Dalam praktiknya, jumlah rakaat ibadah ini selalu berjumlah genap, di mana minimal dilakukan sebanyak 2 rakaat dan maksimal hingga 12 rakaat.

Sebagai praktisi yang rutin mengamalkan ibadah sunnah, saya sering mendapati pertanyaan dari jamaah mengenai teknis pelaksanaannya di lapangan. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah-langkah, batasan waktu, hingga doa setelahnya agar ibadah Anda sah dan bernilai pahala tinggi.

Sebelum masuk ke teknis gerakan, pemahaman mengenai waktu pelaksanaan sangat krusial agar sholat yang didirikan tidak jatuh pada waktu yang dilarang. Berdasarkan panduan fiqih, ibadah sunnah ini dimulai sejak matahari naik setinggi satu tombak atau sekitar 15 menit setelah matahari terbit.

Secara umum, Anda bisa mulai membentangkan sajadah sekitar pukul 07.00 pagi dan waktu ini akan terus berlangsung hingga matahari tergelincir menjelang waktu sholat Zuhur sekitar pukul 11.00 siang. Batas waktu sholat dhuha pagi hari ini memberikan fleksibilitas yang luas bagi pekerja maupun ibu rumah tangga.

Meskipun rentang waktunya cukup panjang, ada waktu yang paling utama untuk melaksanakannya demi meraih pahala terbaik. Batas waktu yang paling utama adalah sekitar pukul 09.00 pagi, yaitu saat matahari sudah cukup tinggi dan pancaran panasnya mulai terasa terik.

Panduan Waktu Pelaksanaan Dhuha

Untuk mempermudah Anda dalam menjadwalkan ibadah harian di sela-sela kesibukan, berikut adalah estimasi pembagian waktu berdasarkan data praktis lapangan yang biasa diterapkan.

Estimasi Pembagian Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Fase Waktu Jam Pelaksanaan Status Keutamaan
Awal Waktu 07.00 – 08.00 Boleh
Waktu Utama 08.00 – 10.00 Sangat Utama
Puncak Keutamaan 09.00 Paling Utama
Akhir Waktu 10.00 – 11.00 Boleh

Dari pengalaman saya mengamati konsistensi ibadah, memilih waktu di pukul 08.00 hingga 10.00 pagi adalah pilihan paling realistis bagi pekerja kantoran sebelum terjebak dalam tumpukan tugas harian.

Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat Berapa Kali Salam

Pertanyaan yang paling sering muncul di masyarakat adalah mengenai jumlah salam dalam pelaksanaan empat rakaat. Pertanyaan warga seperti "cara sholat dhuha 4 rakaat berapa kali salam?" kerap memicu diskusi di majelis taklim karena adanya variasi pemahaman.

Basarkan tuntunan ibadah yang valid, tata cara sholat dhuha empat rakaat dilaksanakan dengan cara dua rakaat salam, kemudian berdiri lagi untuk mendirikan dua rakaat berikutnya hingga genap empat rakaat. Format dua rakaat satu salam ini merupakan metode yang paling umum dan dianjurkan karena sesuai dengan prinsip sholat sunnah malam dan siang yang dikerjakan dua-dua.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah beberapa orang mencoba menggabungkan empat rakaat sekaligus dengan satu kali salam seperti sholat zuhur. Walaupun ada sebagian kecil pendapat yang membolehkan, namun pelaksanaan dengan dua kali salam jauh lebih aman dan lebih utama untuk menjaga kekhusyukan ibadah sunnah Anda.

Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat Berapa Kali Salam? | Window Rain Sleep

Langkah demi Langkah Tata Cara Sholat Dhuha Empat Rakaat

Mari kita bahas aspek teknis pelaksanaannya secara berurutan langkah demi langkah. Pastikan Anda telah berwudhu dengan sempurna dan menghadap kiblat sebelum memulai ibadah ini.

Pelaksanaan rakaat pertama dan kedua dilakukan persis seperti sholat sunnah pada umumnya, dimulai dengan membaca niat sholat dhuha 4 rakaat secara syar'i. Berikut adalah urutan teknis yang wajib Anda ikuti secara tertib.

  1. Membaca niat sholat dhuha untuk dua rakaat pertama di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
  2. Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan surat Al-Fatihah, dan membaca salah satu surat pendek di dalam Al-Qur'an (dianjurkan Asy-Syams atau Al-Kafirun).
  3. Melakukan ruku', i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua secara tumakninah.
  4. Bangkit berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama, namun dianjurkan membaca surat Ad-Dhuha atau Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.
  5. Duduk tasyahud akhir pada rakaat kedua dan diakhiri dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Setelah menyelesaikan salam pertama, Anda langsung berdiri kembali tanpa perlu jeda terlalu lama atau berbicara dengan orang lain. Ulangi kelima langkah di atas untuk melaksanakan dua rakaat berikutnya (rakaat ketiga dan keempat) hingga selesai secara sempurna.

Lafalan Niat Sholat Dhuha Empat Rakaat

Niat merupakan rukun qauli dan qalbi yang menjadi penentu sah atau tidaknya suatu ibadah ibadah di dalam islam. Karena pelaksanaannya dibagi menjadi dua rakaat demi dua rakaat, maka lafalan niat yang dibaca pada setiap pembukaan sholat adalah untuk dua rakaat.

"Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa." (Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala).

Dalam kasus yang sering saya temui, melafalkan niat secara lisan sebelum takbiratul ihram dapat membantu memantapkan fokus pikiran, terutama bagi Anda yang sering kehilangan konsentrasi atau mengalami was-was sebelum sholat.

Doa Setelah Sholat Dhuha yang Mustajab

Selepas menyelesaikan rakaat keempat dan melakukan salam terakhir, jangan langsung beranjak dari sajadah Anda. Waktu setelah sholat dhuha adalah salah satu momentum yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, khususnya terkait kelapangan rezeki dan ampunan dosa.

Duduklah dengan tenang, bacalah istighfar terlebih dahulu untuk membersihkan hati, kemudian mulailah membaca doa setelah sholat dhuha yang sudah masyhur di kalangan umat islam. Isinya mengandung pengakuan atas segala keagungan dan kekuasaan Allah SWT.

"Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu'assaran fa yassirhu, wa in kana haraman fa thahhirhu, wa in kana ba'idan fa qarribhu, bi haqqi dhuha-ika wa baha-ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, aatini ma ataita 'ibadakas shalihin."

Artinya menegaskan bahwa jika rezeki kita masih berada di atas langit maka mohon diturunkan, jika berada di dalam bumi mohon dikeluarkan, jika sukar mohon dimudahkan, dan jika haram mohon disucikan. Keindahan makna doa ini menjadi alasan kuat mengapa ibadah dhuha selalu diidentikkan dengan pembuka pintu-pintu rezeki.

Menjaga Konsistensi Ibadah di Tengah Kesibukan Harian

Mendirikan sholat dhuha sebanyak empat rakaat setiap pagi menuntut manajemen waktu yang baik, terutama bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi sejak pagi hari. Kunci utama keberhasilan amalan ini bukan terletak pada jumlah rakaat yang masif dalam satu hari, melainkan pada aspek konsistensinya (istiqamah).

Dari pengalaman saya mengelola waktu ibadah, menyisihkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit pada pukul 09.00 pagi tidak akan mengganggu produktivitas kerja Anda di kantor. Justru dengan mengambil jeda sejenak untuk bersujud, pikiran akan menjadi lebih segar, stres kerja menurun, dan fokus Anda dalam menyelesaikan tugas harian akan meningkat tajam.

Mulailah berkomitmen dari jumlah yang paling ringan terlebih dahulu jika empat rakaat dirasa terlalu berat di awal masa pembiasaan. Fleksibilitas aturan syariat yang memperbolehkan ibadah ini dilaksanakan dari pukul 07.00 hingga menjelang pukul 11.00 siang harus dimanfaatkan secara optimal demi investasi spiritual jangka panjang Anda.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang