Melaksanakan ibadah ke tanah suci memerlukan persiapan spiritual yang matang, termasuk memahami cara sholat sebelum umroh agar perjalanan Anda mendapat perlindungan penuh dari Allah SWT. Banyak jamaah sering kali terburu-buru berangkat ke bandara tanpa menyempatkan diri beribadah di rumah, padahal amalan ringan ini menjadi benteng utama dari berbagai keburukan di jalan. Melalui pemahaman bimbingan ibadah yang benar, Anda dapat memulai perjalanan suci ini dengan hati yang tenang dan penuh berkah.
Melakukan perjalanan jauh atau safar demi menunaikan ibadah umroh memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebelum melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah adalah mendirikan sholat sunnah safar.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai tata cara, bacaan, hingga keutamaan ibadah tersebut agar perjalanan umroh Anda berjalan lancar sejak dari rumah.
Sholat safar adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan di rumah sebelum perjalanan jauh dimulai untuk mendapat keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT. Penjelasan ini ditegaskan oleh Ustadz H. Fahmi Aziz, Lc. dan ditinjau langsung oleh Tim Khidmat Jejak Imani. Dari pengalaman saya memperhatikan jamaah, banyak orang mengira sholat ini harus dilakukan di masjid bandara, padahal lokasi terbaiknya adalah di dalam rumah bersama keluarga sebelum melangkah pergi.
Landasan hukum mengenai amalan ini sangat kuat dalam tradisi Islam, didukung oleh berbagai riwayat dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Keberadaan ibadah ini menjadi bukti bahwa Islam memberikan tuntunan menyeluruh bagi umatnya, bahkan sebelum roda kendaraan berputar untuk membawa kita bepergian jauh.
Hadits Nabi Tentang Sholat di Tengah Keluarga
Sahabat Muth’im bin Miqdam RA meriwayatkan hadits Rasulullah SAW mengenai keutamaan sholat dua rakaat di tengah keluarga sebelum bepergian jauh (HR. Ibnu Abi Syaibah). Dalam hadits tersebut ditekankan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih baik ditinggalkan oleh seseorang bagi keluarganya daripada sholat dua rakaat yang dilakukan di tengah-tengah mereka sebelum safar.
Kebiasaan Rasulullah Saat Meninggalkan Suatu Tempat
Selain itu, Sahabat Anas bin Malik juga meriwayatkan hadits bahwa Nabi Muhammad SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan sholat dua rakaat (HR. Ath-Thabrani / HR. Al-Hakim). Pola konsisten ini menunjukkan betapa krusialnya mengaitkan setiap awal dan akhir mobilitas kita dengan menyembah Sang Pencipta.
Waktu Pelaksanaan Menurut Pandangan Ulama
Terkait waktu pelaksanaannya, Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarhil Muhadzdzab menyatakan sholat safar hanya disunnahkan bagi orang yang hendak bepergian dan boleh dilakukan kapan saja (malam/siang). Tidak ada batasan waktu makruh yang menghalangi seseorang untuk mendirikan sholat ini ketika ia sudah bersiap untuk melakukan perjalanan suci seperti umroh.
Tata Cara Sholat Safar Sebelum Umroh Langkah demi Langkah
Melaksanakan sholat sunnah safar dua rakaat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya, namun memerlukan niat yang spesifik serta kekhusyukan ekstra. Berdasarkan panduan dari NU Online, urutan pengerjaannya harus logis dan sesuai dengan syariat.
Berikut adalah langkah-langkah berurutan yang dapat Anda eksekusi langsung di rumah sebelum berangkat:
- Memasang niat sholat safar di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Membaca doa istifitah, dilanjutkan dengan Surat Al-Fatihah, dan membaca surat pendek Al-Qur'an pada rakaat pertama.
- Melakukan ruku' dengan tumakninah hingga selesai.
- Bangkit untuk iktidal secara sempurna.
- Sujud pertama dengan khusyuk.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua, kemudian bangkit berdiri untuk memulai rakaat kedua.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan surat pendek Al-Qur'an pada rakaat kedua.
- Melakukan ruku', iktidal, dan dua kali sujud seperti pada rakaat pertama.
- Duduk tasyahud akhir dan membaca memohon berkah bagi Nabi Muhammad SAW.
- Mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri untuk mengakhiri sholat.
Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, sebagian jamaah merasa bingung mengenai bacaan surat pendek yang paling utama untuk dibaca. Ulama menganjurkan untuk membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah, dan membaca Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua untuk memurnikan tauhid sebelum safar.
Lafadz Niat Sholat Safar dan Maknanya
Setiap ibadah dalam Islam wajib diawali dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Niat menjadi pembeda antara aktivitas rutinitas biasa dengan aktivitas bernilai pahala.
Bagi Anda yang hendak menunaikan ibadah umroh, lafadz niat sholat safar dapat dibaca sebagai berikut:
Ushalli sunnatas-safari rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah safar dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Kesalahan umum yang saya lihat adalah jamaah terlalu fokus menghafal lafadz lidah hingga melupakan kemantapan hati. Yang paling utama adalah kesadaran penuh di dalam batin bahwa sholat dua rakaat ini didirikan khusus sebagai sarana berserah diri sebelum melakukan perjalanan jauh menuju Baitullah.
Amalan Setelah Sholat dan Doa Keluar Rumah
Setelah mengucapkan salam, disarankan untuk tidak langsung berdiri dan mengangkat koper. Duduklah sejenak untuk membaca beberapa wirid dan doa khusus yang diajarkan oleh para ulama terkemuka demi keselamatan diri.
Imam An-Nawawi, tokoh besar yang wafat 670 H, memberikan tuntunan berharga dalam kitabnya yang berjudul Al-Idloh fi Manasik al-Hajj.
Khasiat Membaca Ayat Kursi Berdasarkan Atsar Salaf
Pada Halaman 44 di kitab Al-Idloh fi Manasik al-Hajj (terbitan Beirut: Dar Al-Hadis), terdapat catatan mengenai atsar salaf tentang khasiat membaca Ayat Kursi sebelum keluar rumah. Membaca QS. Al-Baqarah: 255 ini diyakini menjadi pelindung rumah yang ditinggalkan sekaligus menjaga diri musafir selama berada di perjalanan dari segala gangguan.
Doa Bepergian Jauh yang Dibaca Rasulullah
Selanjutnya, bacalah doa keluar rumah biar selamat atau doa safar yang bersumber dari sunnah. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT melipatgandakan jarak perjalanan, memberikan kemudahan, serta menjaga harta benda dan keluarga yang ditinggalkan di tanah air.
Mengapa Anda Harus Melakukan Sholat Safar?
Pertanyaan seperti "apa saja keutamaan sholat safar?" sering kali muncul dari para calon jamaah yang sedang menyusun agenda keberangkatan mereka. Memahami esensi spiritual dari ibadah ini akan menumbuhkan motivasi kuat untuk tidak melewatkannya.
Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dirangkum dari teks keagamaan resmi:
- Mendapatkan perlindungan penuh dari Allah SWT selama berada di pesawat atau kendaraan darat.
- Menjadi penghalang dari segala bentuk kejelekan dan musibah di perjalanan.
- Meninggalkan rumah dalam kondisi berkah bagi keluarga yang menetap.
- Mengikuti sunnah murni Rasulullah SAW yang selalu menjaga kedekatan dengan Allah dalam setiap situasi.
Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah SAW tentang anjuran sholat dua rakaat saat keluar dan masuk rumah untuk menghalangi kejelekan (HR. Baihaqi). Dari pengalaman saya menangani persiapan jamaah, mereka yang mengawali Safar dengan sholat cenderung memiliki tingkat regulasi emosi yang lebih stabil saat menghadapi delay pesawat atau kendala teknis lainnya.
Rincian Referensi Faktual Ibadah Safar
Untuk mempermudah pemahaman Anda mengenai dasar penulisan panduan ini, informasi penting terkait data historis dan referensi kitab dapat dicermati secara saksama.
Berikut adalah ringkasan data otentik yang mendasari pelaksanaan sholat sunnah safar:
| Parameter Informasi | Detail Fakta | Sumber Dokumen |
|---|---|---|
| Tanggal Artikel Panduan | 03 November 2025 | Ustadz H. Fahmi Aziz, Lc. |
| Tahun Wafat Imam An-Nawawi | Wafat 670 H | Al-Idloh fi Manasik al-Hajj |
| Lokasi Atsar Ayat Kursi | Halaman 44 | Penerbit Dar Al-Hadis Beirut |
| Jumlah Rakaat Sholat | 2 Rakaat | Konsensus Ulama Fiqih |
| Lokasi Surah Ayat Kursi | QS. Al-Baqarah: 255 | Al-Qur'an Al-Karim |
Mendirikan sholat sunnah sebelum melangkahkan kaki ke tanah suci merupakan investasi spiritual yang sangat berharga bagi setiap muslim. Dengan mengikuti tata cara yang runtut, menjaga niat yang lurus, serta melengkapinya dengan bacaan ayat kursi sesuai anjuran para ulama terdahulu, perjalanan ibadah umroh Anda akan dinaungi oleh ketenangan. Pastikan amalan dua rakaat ini menjadi agenda pertama yang Anda tuntaskan di rumah sebelum menutup pintu dan memulai perjalanan spiritual menuju Mekah dan Madinah.






