Sering Ragu Rakaat Salat Simak Cara Sujud Sahwi yang Benar dan Bacaannya

27 Juni 2026, 02:01 WIB

Mengalami keraguan jumlah rakaat di tengah salat adalah hal yang manusiawi, namun Anda wajib memahami cara sujud sahwi yang benar dan bacaannya agar ibadah tetap sah. Kekurangan atau kelebihan bilangan rakaat sering kali memicu kecemasan apakah salat tersebut harus diulang dari awal atau tidak.

Kata sahwi itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti lupa, lalai, atau sama dengan kata an-nisyanu. Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi selaku Penulis buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 menjelaskan bahwa sujud sahwi memang berakar dari kata sahwi yang maknanya adalah lupa.

Hukum melakukan sujud sahwi adalah sunnah, sehingga ibadah Anda tidak batal jika meninggalkannya, tetapi sangat dianjurkan demi kesempurnaan salat. Berdasarkan laman resmi NU, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi ketika merasa bimbang atau ragu tentang jumlah rakaat pada sholatnya.

Mengetahui kapan melakukan sujud sahwi sangat penting agar Anda tidak keliru mengambil tindakan di dalam salat. Berdasarkan petunjuk fikih, gerakan ini dilakukan sebanyak dua kali sujud pada dua kondisi utama, yaitu sebelum salam atau sesudah salam.

Nabi Muhammad SAW memberikan panduan yang jelas mengenai sifat kemanusiaan yang bisa lupa ini melalui sabdanya dalam Hadits Riwayat Muslim. Beliau bersabda bahwa sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, aku lupa seperti halnya kalian lupa, dan bila salah satu dari kalian lupa, hendaklah sujud dua kali.

Dalam kasus yang sering saya temui di masyarakat, banyak orang langsung panik dan membatalkan salatnya begitu menyadari ada rakaat yang terlupa. Padahal, esensi dari sujud ini adalah sebagai penambal kelalaian tersebut tanpa harus mengulangi seluruh proses salat dari rakaat pertama.

Kondisi Sujud Sahwi Sebelum Salam

Sujud sahwi dilakukan sebelum salam apabila Anda melupakan sunnah ab'ad salat, seperti tidak duduk tahiyyat awal dan langsung berdiri ke rakaat ketiga. Berdasarkan Hadits 'Abdullah bin Buhainah yang diriwayatkan oleh Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570, dijelaskan mengenai tindakan Rasulullah SAW saat mendapati kondisi ini.

Dalam hadits tersebut tercatat bahwa setelah beliau menyempurnakan sholatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk, dan beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.

Kondisi Sujud Sahwi Setelah Salam

Kondisi kedua adalah melakukan sujud setelah salam, yang biasanya dipicu oleh adanya kelebihan rakaat atau jika Anda baru teringat kekurangan rakaat setelah salat selesai. Hal ini bersandar pada Hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573.

Hadits tersebut menceritakan bahwa lalu beliau sholat dua rakaat lagi yang tertinggal, kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud, kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit, kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya, dan sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.

Selain itu, Hadits 'Imron bin Hushain dalam riwayat Muslim no. 574 juga memperkuat metode ini. Disebutkan bahwa kemudian beliau pun sholat satu rakaat menambah raka'at yang kurang tadi, lalu beliau salam, setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud, kemudian beliau salam lagi.

Tata Cara Sujud Sahwi yang Benar Langkah demi Langkah

Menerapkan tata cara sujud sahwi secara berurutan akan membuat ibadah Anda menjadi lebih tenang dan tertib. Kesalahan umum yang saya lihat adalah sebagian jemaah melakukan sujud ini hanya satu kali karena tergesa-gesa, padahal ketentuannya wajib dua kali.

Berikut adalah urutan langkah yang dapat Anda eksekusi secara langsung saat mempraktikkannya:

  1. Selesaikan bacaan tasyahud akhir secara sempurna hingga doa sebelum salam jika Anda memilih opsi sebelum salam.
  2. Ucapkan takbir (Allahu Akbar) terlebih dahulu tanpa perlu mengangkat kedua tangan menuju posisi sujud sahwi.
  3. Lakukan sujud pertama dengan posisi tubuh seperti sujud salat biasa dan bacalah doa sujud sahwi.
  4. Duduklah di antara dua sujud sambil melafalkan bacaan duduk di antara dua sujud seperti biasa.
  5. Lakukan sujud kedua yang gerakannya sama persis dengan sujud pertama sembari mengulang bacaan sujud sahwi.
  6. Bangkit kembali ke posisi duduk tasyahud akhir, lalu lakukan salam ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat.

Jika Anda mempraktikkan cara sujud sahwi kalau lupa rakaat setelah salam, maka setelah salam pertama salat selesai, Anda langsung bertakbir untuk sujud dua kali dengan skema yang sama, lalu ditutup dengan salam lagi.

Tata Cara Sujud Sahwi: Cara Sujud Sahwi yang Betul Sesuai Sunnah | Ngaji Lagi Indonesia

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi?

Mengenai apa yang dibaca saat sujud sahwi, para ulama memiliki beberapa pandangan terkait pilihan redaksi doanya. Anda dapat melafalkan doa khusus sujud sahwi atau menggunakan bacaan sujud salat pada umumnya demi kemudahan.

Berikut adalah pilihan doa sujud sahwi dan artinya yang umum digunakan oleh umat Muslim:

  • Doa Khusus Sahwi: Subhana man la yanamu wa la yashu (Maha Suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa).
  • Doa Sujud Biasa: Subhana rabbiyal a'la wa bihamdih (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan puji-Pujian-Nya).

Dari pengalaman saya menangani berbagai pertanyaan jemaah, melafalkan doa sujud biasa tetap diperbolehkan jika Anda belum menghafal doa khusus sahwi. Hal yang paling krusial adalah ketundukan hati dan pem pemahaman bahwa kita sedang meminta ampun atas kelalaian dalam ibadah.

Panduan Mengatasi Ragu Rakaat Menurut Sunnah

Nabi Muhammad SAW memberikan solusi sistematis melalui hadits riwayat Bukhari & Muslim untuk mengatasi kebimbangan jumlah rakaat. Beliau bersabda bahwa saya hanyalah manusia biasa, saya bisa lupa sebagaimana kalian juga lupa, dan jika saya lupa, ingatkanlah aku.

Lebih lanjut, beliau menegaskan jika kalian ragu tentang jumlah rakaat salat kalian, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikanlah salatnya, kemudian lakukan sujud sahwi. Prinsip ini mengajarkan kita untuk membuang keraguan dan mengambil jumlah rakaat yang paling sedikit karena itulah yang paling meyakinkan.

Sebagai ilustrasi komparasi, mari kita lihat bagaimana cara menentukan sikap ketika ragu jumlah rakaat melalui tabel terstruktur di bawah ini.

Panduan Mengambil Keputusan Saat Ragu Jumlah Rakaat Salat
Kondisi Keraguan Sikap yang Harus Diambil Waktu Pelaksanaan Sujud
Ragu antara 2 atau 3 rakaat Tetapkan 2 rakaat dan tambah sisa rakaat Sebelum salam
Ragu antara 3 atau 4 rakaat Tetapkan 3 rakaat dan tambah sisa rakaat Sebelum salam
Kelebihan rakaat baru sadar setelah salam Langsung sujud sahwi dua kali Setelah salam

Melalui penerapan tabel di atas, Anda tidak perlu lagi bingung dalam mengambil keputusan di tengah pelaksanaan ibadah. Segala bentuk keraguan harus diselesaikan dengan mengambil angka minimal, menyelesaikan sisa rakaat, lalu ditutup dengan dua kali sujud di akhir salat.

Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai literatur Islam klasik, Anda dapat mengunjungi berbagai perpustakaan Islam atau berkonsultasi dengan lembaga keagamaan terpercaya. Salah satu pusat informasi dakwah yang terdata secara resmi adalah Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) yang berada di Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Memahami hukum sujud sahwi setelah salam maupun sebelum salam secara mendalam akan menjaga keutuhan salat Anda dari gangguan waswas setan. Pastikan Anda mengingat prinsip utama untuk selalu memilih jumlah rakaat yang paling diyakini, menyelesaikan salat dengan tenang, dan menyempurnakannya melalui dua kali sujud penambal lupa.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang