Mitos Salah Kaprah Pot Tanaman Lidah Mertua Bikin Akarnya Busuk

26 Juni 2026, 14:45 WIB

Menanam lidah mertua di pot sering kali berakhir dengan kegagalan berupa daun yang melunak dan akar yang membusuk akibat kesalahan fatal dalam pemilihan media serta wadah. Tanaman sukulen ini sebenarnya sangat tangguh dan minim perawatan jika Anda memahami kebutuhan dasarnya sejak awal penanaman.

Sebagai tanaman hias yang populer, tanaman yang memiliki nama latin atau ilmiah Sansevieria atau Sansevieria trifasciata ini memiliki daya tahan tinggi. Karakter fisiknya yang unik membuat tanaman ini disukai untuk menghias sudut rumah maupun area perkantoran.

Artikel ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah menanam lidah mertua di pot secara teknis dan praktis. Melalui panduan ini, Anda dapat memastikan tanaman hias Anda tumbuh tegak, rimbun, dan berfungsi optimal sebagai pembersih udara alami.

Mengenal Karakter Fisik Tanaman Sansevieria

Sebelum mulai menanam, Anda harus memahami karakteristik fisik dari tanaman yang akan Anda rawat ini. Ciri fisik lidah mertua yang paling menonjol adalah daunnya yang keras, kaku, sukulen, serta tegak menjulur ke atas dengan ujung runcing atau meruncing seperti mata pedang.

Warna daunnya sangat bervariasi dan menarik, mulai dari belang antara hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, hingga perak. Ada pula kombinasi putih-kuning atau hijau-kuning dengan pinggiran daun yang berwarna kuning cerah.

Variasi Motif dan Ukuran untuk Pot

Variasi motif pada daun tanaman ini mengikuti arah serat daun, ada yang tidak beraturan, dan ada pula yang membentuk pola zig-zag. Berdasarkan ukuran tumbuhnya, terdapat dua jenis utama yang beredar di pasaran saat ini.

  • Jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran mencapai 50–75 cm.
  • Jenis berdaun pendek melingkar berbentuk roset dengan panjang sekitar 8 cm serta lebar 3–6 cm.

Dari pengalaman saya menangani berbagai jenis tanaman hias, jenis berdaun pendek lebih cocok untuk pot meja kecil. Sementara itu, jenis yang memanjang ke atas sangat anggun jika ditempatkan pada pot besar di sudut ruangan.

Asal-Usul dan Jenis Hasil Persilangan

Berdasarkan asal-usulnya, tanaman ini terdiri dari jenis keturunan asli atau spesies dan jenis hasil persilangan yang dikenal sebagai hibrid atau hibridasi. Tanaman ini merupakan tanaman asli dari daerah tropis dan sub-tropis di benua Afrika, Eropa, dan Asia.

Menurut informasi yang dihimpun dari Liputan6.com, terdapat sekitar 70 spesies lidah mertua yang bisa dijadikan tanaman hias. Keragaman ini memberikan Anda banyak pilihan estetika untuk mempercantik interior rumah.

Manfaat Ilmiah Meletakkan Lidah Mertua di Dalam Rumah

Alasan utama banyak orang menanam tanaman ini di dalam pot adalah kemampuan luar biasanya dalam membersihkan udara. Berdasarkan hasil riset, tanaman ini mengandung berbagai senyawa kimia penting.

Kandungan kimia di dalamnya meliputi pregnane glycoside, gula, asam amino, abamagenin, antibakteri, antioksidan, glikosida, kardenolin, polifenol, dan saponin.

Melalui kandungan tersebut, tanaman ini mampu menyerap gas polutan berbahaya di dalam ruangan secara efektif. Kemampuan adaptasinya di lingkungan minim cahaya membuat fungsi ini berjalan optimal di dalam pot.

Daftar Gas Berbahaya yang Diserap

Gas polutan yang ada di dalam rumah sering kali terakumulasi dari perabotan, cat dinding, hingga asap kendaraan dari luar. Tanaman ini bertindak sebagai filter alami yang bekerja terus-menerus.

Dilansir dari Kompas, tanaman hias ini mampu menyerap gas polutan berbahaya seperti karbon monoksida, karbon dioksida, benzene, formaldehyde atau formal dehid, kloroform, hingga trichloroethylene atau tri kotilen, serta racun rokok. Hal ini diperkuat oleh laporan dari RRI yang menyatakan bahwa deretan tanaman indoor ini terbukti ilmiah mampu bersihkan udara rumah.

Langkah Demi Langkah Menanam Lidah Mertua di Pot

Kesalahan umum yang saya lihat adalah penggunaan tanah taman biasa tanpa campuran bahan poros yang memicu genangan air. Berikut adalah prosedur berurutan yang harus Anda lakukan untuk menanam dengan benar.

Cara Menanam, Memperbanyak, dan Merawat Lidah Mertua dalam Pot | Radar Pertanian

Pertama, siapkan pot yang memiliki lubang drainase cukup di bagian bawahnya. Pilih pot dengan ukuran yang sesuai dengan jenis varietas tanaman yang Anda pilih, apakah jenis tinggi atau jenis roset pendek.

Kedua, siapkan media tanam yang porous dengan mencampurkan tanah topsoil, pasir malang, dan kompos dengan perbandingan seimbang. Sifat sukulen tanaman ini menuntut media yang cepat mengalirkan air agar akar tidak membusuk.

Ketiga, masukkan pecahan genteng atau batu kecil di dasar pot untuk mencegah lubang drainase tersumbat oleh tanah. Setelah itu, isi pot dengan media tanam hingga mencapai sepertiga bagian wadah. Keempat, letakkan bibit tanaman tepat di tengah-tengah pot secara tegak lurus. Pegang tanaman dengan satu tangan, lalu tangan satunya mengisi sisa ruang pot dengan media tanam hingga penuh.

Kelima, padatkan media tanam di sekitar pangkal batang secara perlahan agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh. Terakhir, lakukan penyiraman pertama secukupnya hingga air keluar dari lubang bawah pot, lalu letakkan di tempat yang teduh.

Kebutuhan Teknis Menanam Sansevieria di Pot
Parameter Kebutuhan Spesifikasi Teknis
Kedalaman Pot Minimal 20 cm
Komposisi Media Tanam Porous (Pasir + Kompos)
Frekuensi Penyiraman 1–2 kali seminggu
Ukuran Jenis Tinggi 50–75 cm
Ukuran Jenis Roset 8 cm

Panduan Perawatan Rutin Agar Tanaman Tidak Membusuk

Dalam kasus yang sering saya temui, tanaman ini justru mati karena pemiliknya terlalu rajin menyiram air. Sebagai tanaman sukulen, ia menyimpan cadangan air yang cukup pada daunnya yang tebal. Lakukan penyiraman hanya saat media tanam benar-benar telah mengering sepenuhnya hingga bagian dalam.

Di dalam ruangan, penyiraman biasanya cukup dilakukan satu hingga dua kali saja dalam seminggu. Pastikan pot mendapatkan akses cahaya matahari tidak langsung yang cukup agar warna daunnya tetap cemerlang dan motif belangnya keluar dengan tegas. Tanaman yang kekurangan cahaya cenderung memiliki warna yang pucat dan pertumbuhan yang lambat.

Pemupukan dapat dilakukan secara berkala setiap dua atau tiga bulan sekali menggunakan pupuk organik atau pupuk pelepasan lambat. Dosis yang berlebihan harus dihindari karena dapat merusak akar tanaman yang sensitif terhadap penumpukan garam kimia.

Tempatkan tanaman ini di area dengan sirkulasi udara yang baik untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam menyerap polutan berbahaya di sekitar ruangan. Segera potong daun yang menunjukkan tanda-tanda busuk atau rusak menggunakan gunting steril agar tidak menular ke bagian daun lainnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang