Chelsea dipastikan tidak masuk dalam perburuan Florian Wirtz dari Liverpool pada jendela transfer musim panas ini. Kabar yang menghubungkan gelandang serang asal Jerman tersebut dengan The Blues telah dibantah oleh pihak internal klub, seperti dilansir dari Bola. Sebelumnya, rumak Spekulasi merebak mengenai potensi reuni Wirtz dengan Xabi Alonso di Stamford Bridge.
Hubungan kerja sama yang sukses sewaktu di Bayer Leverkusen sempat memicu anggapan tersebut, tetapi laporan terbaru menegaskan tidak ada rencana dari manajemen untuk mewujudkannya. Pemain berusia 23 tahun itu baru semusim bermarkas di Anfield setelah dibeli dari Leverkusen dengan nilai transfer mencapai 100 juta pounds. Angka tersebut mencatatkan namanya sebagai rekrutan termahal sepanjang sejarah Liverpool.
Performa Wirtz pada musim perdana 2025/2026 bersama Liverpool terbilang belum maksimal. Ia mencatatkan tujuh gol dan 10 assist dari total 49 penampilan di seluruh ajang, dengan kontribusi lima gol serta empat assist dari 33 laga Premier League.
Meski catatannya belum konsisten, Liverpool di bawah asuhan pelatih Andoni Iraola tetap menaruh kepercayaan penuh. Klub optimistis kontribusi sang pemain akan meningkat pada kompetisi mendatang. Penolakan Chelsea terhadap opsi memboyong Wirtz didasari oleh pertimbangan taktis. Skema permainan Wirtz dinilai lebih optimal ketika dipasang sebagai salah satu dari dua gelandang serang dalam format 3-4-2-1, bukan menjadi penyerang lubang tunggal dalam skema 4-2-3-1.
Ketidakcocokan peran tersebut disinyalir menjadi alasan utama performa Wirtz belum melesat di Liverpool. Karena itu, menambah amunisi di posisi tersebut tidak dianggap sebagai prioritas bagi kebutuhan taktik Chelsea saat ini. Faktor finansial turut memagari langkah Chelsea. Pembelian pemain yang baru saja ditebus seharga 100 juta pounds semusim lalu dinilai tidak realistis, terutama dalam upaya klub menjaga kepatuhan terhadap regulasi keuangan Premier League.






