Wahana penjelajah Curiosity milik NASA menemukan lanskap berbentuk sarang lebah di permukaan Mars melalui tangkapan panorama 360 derajat pada 19 hingga 20 Juni 2026. Penemuan berupa kumpulan pola retakan poligonal tersebut diumumkan ke publik sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Formasi poligon yang masing-masing berukuran sekitar 4 sentimeter hingga 8 sentimeter tersebut membentang di seluruh medan hingga ke bukit Miraflores. Bukit berpasir tebal itu menjulang setinggi 6 meter di atas lanskap Valle Grande.
Ilmuwan proyek misi tersebut dari Jet Propulsion Laboratory NASA memberikan tanggapan terkait penemuan hamparan pola geometris yang luas tersebut.
"Kami telah melihat banyak bentang alam yang menakjubkan melalui mata Curiosity, tetapi lautan poligon ini benar-benar membuat kami takjub," kata ilmuwan proyek misi tersebut, Ashwin Vasavada dari Jet Propulsion Laboratory NASA.
Tim peneliti terus mengumpulkan informasi mendalam untuk mengidentifikasi asal-usul pembentukan struktur tersebut.
"Kami mengukur bentuk dan komposisi kimianya dengan cermat dan berharap ada petunjuk dalam data tentang bagaimana fitur-fitur ini terbentuk," imbuh Vasavada.
Pola sarang lebah ini diperkirakan terbentuk dari beberapa proses geologis, seperti pemanasan dan pendinginan berulang atau kompresi yang memaksa air keluar dari sedimen bawah permukaan. Sebelumnya, Curiosity juga menemukan formasi poligonal yang berasal dari retakan lumpur mengering di planet tersebut.
Sejak mendarat pada 5 Agustus 2012 di kaki Gunung Sharp, wahana ini telah mengumpulkan jejak kimia periode berair purba, termasuk molekul berbasis karbon yang merupakan prekursor RNA dan DNA. Penemuan ini memperkuat bukti bahwa Mars purba memiliki unsur kimia dan nutrisi yang dapat mendukung kehidupan mikroba.






