Klub sepak bola Dewa United menorehkan statistik penguasaan bola tertinggi mencapai rata-rata 65 persen dalam dua pekan perdana kompetisi berjalan, berdasarkan rilis resmi pengelola liga pada Jumat (22/8). Catatan superioritas tim asuhan Jan Olde Riekerink tersebut menjadi yang tertinggi di antara 18 klub kontestan lainnya.
Statistik dominan ini belum mampu memberikan hasil positif bagi tim berjuluk Banten Warriors tersebut, seperti dilansir dari Papanskor. Dewa United menelan dua kekalahan beruntun pada laga awal musim dengan rincian penguasaan bola 65 persen saat kalah 1-3 dari Malut United di Banten International Stadium, serta menguasai 66 persen bola ketika ditumbangkan Semen Padang 0-2.
Pihak pengelola kompetisi mengeluarkan pernyataan resmi mengenai catatan performa yang diraih oleh skuad Ricky Kambuaya dan rekan-rekan pada awal musim ini.
"Dewa United mencatat penguasaan bola tertinggi dalam dua pekan awal, dengan rata-rata 65%. Namun, catatan ini belum berbanding lurus dengan hasil yang diraih pada dua laga sebelumnya," tulis laman resmi Super League.
Pihak pengelola kemudian mempertanyakan konsistensi tim tersebut menjelang pertandingan pekan ketiga melalui unggahan di media sosial.
"Akankah pada pekan pertandingan ketiga Banten Warriors bisa mengonversi supremasi penguasaan bola dengan kemenangan?" tulis laman resmi Super League.
Unggahan data performa tersebut kemudian mendapat respons langsung dari pengelola akun media sosial resmi milik klub Dewa United.
"P, maksud," tulis akun IG resmi Dewa United.
Pernyataan dari pihak klub langsung ditanggapi kembali oleh pengelola akun resmi kompetisi untuk meredakan situasi.
"Kalem, statistik itu," balas @liga1match.
Efektivitas serangan menjadi kendala utama karena Dewa United hanya mencetak satu tembakan akurat dari 10 percobaan saat melawan Semen Padang yang bermain dengan 34 persen penguasaan bola. Dewa United dijadwalkan kembali berlaga di Banten International Stadium untuk menjamu Persik Kediri pada Jumat (22/8) malam pukul 19.00 WIB demi mengincar poin perdana.






