Badan perwasitan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) memutuskan tidak akan menerapkan hukuman kartu merah langsung bagi pemain Bundesliga yang menutupi mulut saat berbicara atau berdebat dengan lawan mulai musim 2026/2027. Pelanggaran tersebut hanya akan dijatuhi hukuman kartu kuning, berbeda dengan regulasi ketat FIFA pada Piala Dunia 2026.
Sebagaimana dilansir dari Bola, DFB memilih untuk menyelaraskan regulasi kompetisi domestik Jerman dengan aturan UEFA. Keputusan ini membedakan Bundesliga dari ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang menerapkan sanksi pengusiran langsung dari lapangan untuk tindakan serupa.
Sanksi tegas dari FIFA sebelumnya dipicu oleh insiden antara Vinicius Junior dari Real Madrid dan Gianluca Prestianni dari Benfica pada laga Liga Champions Februari 2026. Kala itu, Prestianni melontarkan hinaan bernuansa homofobia sambil menutupi mulutnya hingga berujung sanksi larangan bertanding dalam enam laga oleh UEFA, sementara Presiden FIFA Gianni Infantino mendukung sanksi berat untuk mencegah tindakan tersebut.
Meskipun DFB hanya menetapkan kartu kuning untuk aksi menutupi mulut, pemain yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat tetap berpeluang mendapat sanksi tambahan. Selain itu, DFB menegaskan Video Assistant Referee (VAR) tidak diberikan kewenangan untuk meninjau keputusan sepak pojok.
Di sisi lain, Bundesliga mengadopsi sejumlah aturan baru guna mempercepat durasi permainan, termasuk penerapan hitung mundur untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Tim yang sengaja memperlambat proses pergantian pemain harus bermain dengan 10 orang selama satu menit, sementara pemain yang dirawat di dalam lapangan wajib menunggu satu menit sebelum kembali masuk, kecuali pada kasus cedera kepala, benturan keras, atau akibat pelanggaran berbuah kartu.






