DLH Kota Bekasi Temukan Kualitas Air Kali Bekasi Melampaui Baku Mutu

6 Agustus 2026, 10:17 WIB

Kondisi air permukaan Kali Bekasi dan Kali Cileungsi dilaporkan mengalami penurunan kualitas signifikan hingga melampaui baku mutu lingkungan. Penemuan ini merupakan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi setelah menindaklanjuti laporan masyarakat, seperti dikutip dari Detikcom.

Pemeriksaan lapangan dan pengambilan sampel air permukaan telah digelar oleh Tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Pasukan Katak, serta UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi sejak pertengahan Juli 2026. Langkah pengujian tersebut diawali di Kali Cileungsi pada Senin (20/7) dan dilanjutkan ke Kali Bekasi pada Rabu (22/7).

Penelusuran aliran sungai secara marathon juga dijalankan Pasukan Katak pada Senin (27/7) serta Kamis (30/7) untuk memetakan sebaran kontaminasi. Hasil pemantauan fisik di samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor memperlihatkan air berwarna hitam dan berbau menyengat.

Berdasarkan pengujian UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi, sejumlah parameter penting terbukti sudah melampaui batas baku mutu yang ditetapkan. Parameter tersebut mencakup Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, hingga Fecal Coliform.

"Temuan tersebut mengindikasikan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas air di sepanjang aliran sungai," kata Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih.

Aliran air yang terindikasi tercemar ini telah meluas hingga ke kawasan Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang. Luapan air berwarna hitam mirip oli bekas tersebut kemudian terus bergerak menuju wilayah Delta Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Mengingat dampak pencemaran air ini bersifat lintas wilayah administratif, DLH Kota Bekasi mendorong dilakukannya penanganan terpadu antarinstansi. Surat resmi telah dikirimkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, DLH Provinsi Jawa Barat, serta DLH Kabupaten Bogor.

"Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, titik awal yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor," kata Kiswatiningsih.

Koordinasi lintas batas dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor diharapkan segera berjalan sesuai wewenangnya agar penanganan komprehensif dapat mencegah dampak meluas ke kawasan hilir. DLH Kota Bekasi mengonfirmasi komitmennya untuk terus memantau kualitas air berkala dan menyampaikan perkembangannya kepada publik secara terbuka.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang