Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sedang mempersiapkan peran baru untuk Presiden FIFA Gianni Infantino. Trump menginginkan Infantino mengisi posisi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya, dilansir dari Bola. Hubungan keduanya dinilai makin dekat dalam beberapa tahun terakhir.
Kedekatan tersebut terlihat saat pengundian Piala Dunia 2026 pada Desember 2025, ketika Infantino menyerahkan trofi FIFA Peace Prize edisi perdana kepada Trump. Sorotan terhadap kedekatan mereka kembali memuncak pada final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Saat itu, Trump ikut membagikan medali serta menyerahkan trofi juara bersama Infantino.
Kedekatan ini diiringi sejumlah kontroversi selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Salah satunya terjadi ketika FIFA mencabut sanksi larangan bertanding bagi penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah menerima kartu merah di babak 32 besar.
Keputusan tersebut menuai kritik keras dari UEFA yang menilainya sebagai langkah tidak berdasar. FIFA diduga mengambil langkah itu setelah mendapatkan campur tangan langsung dari Trump. Dampak dari manuver tersebut memicu penarikan dukungan dari beberapa negara terhadap kepemimpinan Infantino di FIFA. Infantino yang menjabat sejak 2016 kini berpotensi menghadapi ancaman posisi presiden tanpa pengaruh kuat.
Peluang Menuju Kursi Sekjen PBB
Laporan dari The New York Post menyebutkan bahwa Trump menilai Infantino sebagai sosok yang dihormati di tingkat global. Pria berusia 80 tahun itu melihat Infantino memiliki kemampuan diplomasi untuk menyatukan berbagai pihak. Pemilihan Sekjen PBB direncanakan berlangsung tahun ini untuk menggantikan Antonio Guterres dari Portugal yang purna tugas pada Desember. Jika dicalonkan, Infantino wajib mendapatkan setidaknya dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB dan lolos dari hak veto lima anggota tetap sebelum disetujui Majelis Umum PBB.
Utusan khusus Trump untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, memberikan penilaian positif terkait gagasan ini. Ia membandingkan pengalaman Infantino memimpin lebih dari 200 anggota FIFA sebagai modal berharga untuk mengelola 193 negara anggota PBB. Namun, faktor finansial berpotensi menjadi hambatan utama dalam rencana tersebut. Infantino mengantongi gaji sekitar 6 juta dolar AS per tahun sebagai Presiden FIFA, sementara gaji Sekretaris Jenderal PBB diperkirakan berada di angka 418 ribu dolar AS per tahun.







