Donald Trump Menyebut Perang Melawan Iran Segera Berakhir

8 Agustus 2026, 08:31 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa konflik militer melawan Iran akan segera berakhir dalam waktu dekat. Menurut laporan dari Detikcom, Trump menilai pemerintah Iran tidak akan mampu bertahan lebih lama jika pertempuran terus berlanjut.

"Saya rasa perang ini akan segera berakhir. Menurut saya, mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi," kata Trump, Presiden AS.

Keyakinan tersebut disampaikan Trump seusai mengindikasikan preferensinya untuk menempuh jalur diplomasi ketimbang melanjutkan opsi militer, meski opsi kekuatan bersenjata tetap disiapkan apabila negosiasi menemui jalan buntu.

"Saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan, karena saya tidak ingin membunuh orang," kata Trump, Presiden AS.

Trump mengklaim bahwa negosiasi yang berlangsung pekan ini menunjukkan perkembangan positif. Ia juga menyinggung potensi dicapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang saat ini berada di bawah kendali blokade Angkatan Laut AS.

"Saat ini kondisinya bisa dibilang terbuka. Anda tahu, kita memiliki hal yang disebut blokade, yang dipimpin Angkatan Laut AS, dan kita mengendalikannya," ucap Trump, Presiden AS.

Pembukaan jalur pelayaran internasional tersebut dinilai krusial untuk menghindari risiko gangguan keamanan akibat potensi ancaman ranjau laut maupun serangan balasan.

"Mereka selalu bisa menembakkan sesuatu. Mereka selalu punya cara, atau menebar ranjau, dan jika ada satu saja ranjau di sana, situasinya menjadi kacau karena orang-orang tidak mau mengambil risiko membawa kapal bernilai miliaran dolar dan secara tidak sengaja terkena ranjau," kata Trump, Presiden AS.

Terkait negosiasi terusan strategis tersebut, Trump mengonfirmasi keterlibatan langsung dirinya dalam proses perundingan yang tengah berjalan.

"Saya terlibat dalam negosiasi ini. Saya pikir perkembangannya baik. Kesepakatannya bisa tercapai segera," cetus Trump, Presiden AS.

Di sisi lain, Trump turut menanggapi laporan mengenai pangkasnya persediaan amunisi militer AS setelah lima bulan berkonflik. Ia mengakui adanya keterbatasan pada persediaan jenis senjata tertentu, meski mengklaim cadangan amunisi jenis lainnya masih sangat melimpah.

"Kami memiliki jenis amunisi tertentu yang sangat kuat, yang pasokannya tak terbatas, atau bisa dibilang hampir tak terbatas. Kami juga memiliki jenis-jenis lainnya yang pasokannya agak terbatas," kata Trump, Presiden AS.

Guna mengatasi kekurangan pasokan senjata seperti rudal Patriot dan Tomahawk, industri pertahanan AS saat ini tengah memperluas fasilitas produksi dan membangun pabrik-pabrik baru.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang