DPR Minta Evaluasi Sistem Keselamatan Pasca Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep

5 Agustus 2026, 22:47 WIB

Kebakaran yang terjadi pada KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menimbulkan lima korban jiwa dan ratusan penumpang berhasil dievakuasi, dilansir dari Detik Finance.

Proses identifikasi korban dan pencocokan data manifes masih berlangsung guna memastikan seluruh penumpang terdata dengan benar.

Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta agar insiden ini menjadi bahan evaluasi sistem keselamatan pelayaran.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kepada para korban yang selamat, semoga segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga," ujar Sudjatmiko di DPR, Selasa (4/7/2026).

Sudjatmiko menegaskan bahwa penyebab kebakaran harus diusut secara menyeluruh, transparan, dan independen agar menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan pelayaran.

"Kecelakaan transportasi laut tidak boleh terus berulang. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Saya meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan independen agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara objektif, sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap kelaikan kapal, standar operasional, prosedur keselamatan, hingga sistem pengawasan yang dilakukan regulator," tegasnya.

Politikus DPR itu juga mengapresiasi peran Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, dan tim SAR gabungan dalam evakuasi dan pencarian korban.

"Saya mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme seluruh personel Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, serta semua pihak yang terlibat. Respons cepat mereka menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi keselamatan masyarakat. Saya juga memberikan penghargaan atas optimalisasi berbagai sarana penyelamatan, termasuk penggunaan Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal-kapal penyelamat, drone udara, dan peralatan pencarian lainnya yang sangat membantu mempercepat proses evakuasi maupun pencarian korban di laut," kata Sudjatmiko.

Ia menilai pemerintah perlu mengevaluasi standar keselamatan kapal penumpang, terutama sistem proteksi kebakaran yang meliputi deteksi dini, sprinkler, pompa kebakaran, dan jaringan fire main system yang memanfaatkan air laut.

"Indonesia merupakan negara kepulauan dengan aktivitas pelayaran yang sangat tinggi. Karena itu, setiap kapal penumpang harus memiliki sistem pemadam kebakaran yang benar-benar andal, mulai dari deteksi dini, sistem sprinkler, pompa kebakaran, hingga jaringan fire main system yang mampu memanfaatkan air laut sebagai sumber pasokan air untuk pemadaman. Sistem tersebut harus diuji secara berkala agar dapat berfungsi optimal ketika keadaan darurat terjadi," ujarnya.

Lebih lanjut, Sudjatmiko mengingatkan bahwa alat pemadam api portabel tidak cukup tanpa dukungan sistem pemadam tetap yang menjangkau seluruh area kapal.

"Keselamatan pelayaran tidak boleh hanya bergantung pada keberanian kru saat menghadapi musibah, tetapi harus ditopang oleh sistem keselamatan yang modern, andal, serta memenuhi standar nasional maupun internasional. Pencegahan harus menjadi prioritas utama agar setiap kapal memiliki kemampuan merespons kebakaran sejak dini sebelum api membesar," tegasnya.

Komisi V DPR akan mengawal proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi bersama Kementerian Perhubungan, termasuk evaluasi operator kapal, kepatuhan standar keselamatan, data manifes, dan sistem pengawasan transportasi laut.

"Tragedi ini harus menjadi titik balik pembenahan keselamatan transportasi laut Indonesia. Negara harus memastikan setiap masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan melalui pengawasan yang lebih ketat, penegakan regulasi yang konsisten, serta penguatan kapasitas lembaga penyelamatan dan seluruh sistem keselamatan pelayaran nasional," tutup Sudjatmiko.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang