Keputusan manajer Tottenham Hotspur, Igor Tudor, melakukan eksperimen di posisi penjaga gawang berbuah fatal. Strategi tersebut menjadi penyebab utama kekalahan telak timnya dari Atletico Madrid.
Dilansir dari Papanskor, Spurs tak berkutik saat melakoni laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2025/26 di Estadio Metropolitano. Duel yang berlangsung pada Rabu (11/3) dini hari WIB itu menjadi panggung kelam bagi kiper muda Antonin Kinsky.
Tudor secara mengejutkan memasang Kinsky yang baru berusia 23 tahun sebagai starter. Padahal, posisi penjaga gawang utama Spurs selama ini dipegang oleh Guglielmo Vicario.
Laga baru berjalan enam menit, Kinsky melakukan blunder fatal karena terpeleset di kotak penalti sendiri. Bola liar langsung dicuri Julian Alvarez yang kemudian mengirim asis untuk gol Marcos Llorente.
Gawang Spurs kembali bobol pada menit ke-14 setelah Antoine Griezmann menaklukkan Kinsky memanfaatkan kelengahan Micky van de Ven yang juga terpeleset. Belum sempat bangkit, semenit berselang Kinsky kembali gagal menerima umpan backpass.
Bola berhasil direbut kembali oleh Alvarez untuk mencetak gol ketiga Los Rojiblancos. Hanya dalam durasi 15 menit awal babak pertama, klub asal London tersebut sudah tertinggal 3-0.
Melihat situasi yang semakin memburuk, Tudor menarik keluar Kinsky pada menit ke-17. Kiper asal Ceko tersebut digantikan oleh Guglielmo Vicario.
Sebelum pertandingan ini, Vicario merupakan andalan mutlak di bawah mistar dengan catatan 29 laga di Liga Inggris, 1 laga di Piala Super Eropa, 1 laga di Piala FA, dan 8 laga di UCL.
Tudor berdalih bahwa rotasi ini dilakukan karena performa Vicario sedang menurun. Ia juga menyebut pergantian kilat itu bertujuan untuk menyelamatkan mental Kinsky.
"Memainkan Kinsky adalah panggilan yang tepat, dia kiper yang bertalenta. Kemudian, sesuatu telah terjadi yang saya tidak pernah melihatnya dalam 15 tahun terakhir," ujar Tudor selepas laga, dikutip dari laman Fabrizio Romano.
Meski Vicario masuk, gawang Spurs tetap kebobolan dua gol tambahan. Namun, lini serang Spurs sempat membalas lewat gol Pedro Porro dan Dominic Solanke, sehingga laga berakhir dengan margin tiga gol.
Kekalahan ini membuat langkah Tottenham Hotspur di leg kedua menjadi sangat berat. Regulasi kompetisi Eropa sejak musim 2021/22 sudah menghapus aturan gol tandang.
Spurs kini diwajibkan menang minimal dengan selisih empat gol pada leg kedua di London utara jika ingin membalikkan keadaan dan lolos ke babak berikutnya.
Sejarah mencatat misi membalikkan defisit lebih dari dua gol di Liga Champions sangat sulit. Juventus pernah tersingkir dari Galatasaray setelah kalah 2-5 di leg pertama, begitu pula Inter Milan yang gagal membalas kekalahan dari Bodo Glimt.
Tanggung jawab penuh atas hasil buruk ini berada di pundak Tudor karena berani berjudi memainkan kiper yang baru tampil dua kali di Carabao Cup musim ini.
Statistik mencatat Vicario sebenarnya memiliki mental bertanding yang lebih siap walau sudah kebobolan 46 gol di liga domestik dan 7 gol di pentas Eropa.
Akibat debut kelamnya di UCL, Kinsky hanya mendapatkan rating 2,8 di aplikasi FotMob. Penampilan buruknya ini langsung memicu reaksi netizen di media sosial X yang menyamakannya dengan Loris Karius.
Karius merupakan mantan kiper Liverpool yang diingat karena melakukan dua blunder fatal pada final Liga Champions musim 2017/18 melawan Real Madrid.







