Empat Sektor Cetak Juara Baru di Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025

21 Juni 2026, 01:46 WIB

Gelaran Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 resmi berakhir di Adidas Arena, Paris, Prancis. Kompetisi bergengsi ini melahirkan banyak sejarah baru di partai puncak. Dikutip dari Papanskor, babak final turnamen yang sudah bergulir sejak 1977 ini menjadi panggung bagi para debutan.

Empat dari lima sektor yang dimainkan berhasil memunculkan juara dunia baru. Sektor tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran dihiasi oleh wajah baru di podium tertinggi. Hanya sektor tunggal putri yang gagal melahirkan pemenang baru.

Laga final dibuka oleh sektor ganda campuran yang mempertemukan Chen Tang Jie/Toh Oo Wei dari Malaysia melawan wakil China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.

Chen Tang Jie/Toh Oo Wei mengukir sejarah sebagai ganda campuran pertama Malaysia yang meraih gelar juara dunia. Mereka mengunci kemenangan dua gim langsung 21-15 dan 21-14. Pada partai kedua, Akane Yamaguchi dari Jepang menghadapi Chen Yufei asal China di sektor tunggal putri. Akane tampil mendominasi dan menang meyakinkan dengan skor 21-9 dan 21-13 dalam waktu 37 menit.

Hasil ini mengantarkan Akane meraih gelar dunia ketiganya setelah tahun 2021 dan 2022. Sementara itu, Chen Yufei harus kembali mengubur impiannya karena belum pernah memenangi turnamen ini. Pertandingan terlama terjadi di sektor ganda putri antara unggulan pertama China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, melawan unggulan kedua Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Duel ketat selama 1 jam 23 menit itu dimenangi Liu/Tan melalui rubber game 21-17, 20-22, dan 21-14.

Persaingan Sengit Tunggal Putra dan Ganda Putra

Sektor tunggal putra menyajikan laga sengit antara unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi, melawan juara bertahan dari Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Kunlavut merebut gim pertama dengan skor 21-19, sebelum Shi Yu Qi membalas telak 21-10 di gim kedua. Shi Yu Qi akhirnya memastikan gelar juara dunia pertamanya setelah menang tipis 21-18 di gim penentu.

Pencapaian Shi Yu Qi sekaligus mengakhiri paceklik gelar tunggal putra China di Kejuaraan Dunia selama sepuluh tahun. Kali terakhir wakil China menjadi juara di sektor ini adalah Chen Long pada edisi 2015.

Rangkaian final ditutup oleh kemenangan pasangan ganda putra Korea Selatan, Seo Seung Jae/Kim Won Ho. Unggulan pertama ini menumbangkan wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dua gim langsung 21-17 dan 21-12 dalam waktu 40 menit.

Gelar ini menjadi yang pertama bagi kebersamaan Seo/Kim. Meski demikian, Seo Seung Jae merupakan juara bertahan yang meraih gelar back-to-back setelah pada edisi 2023 menjadi juara bersama Kang Min Hyuk. Indonesia sendiri membawa pulang satu medali perunggu melalui Putri Kusuma Wardani di sektor tunggal putri. Pencapaian ini menjadi prestasi tertinggi Putri sekaligus medali pertama tunggal putri Indonesia sejak Lindaweni Fanetri pada 2015.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang