Indonesia berpeluang besar membawa pulang empat gelar juara dari ajang bulutangkis Australia Open 2025. Turnamen BWF World Tour level Super 500 ini menggelar babak final di Quaycentre, Sydney, Australia. Seperti dilansir dari Papanskor, skuad Merah Putih bahkan sudah mengamankan dua gelar juara sebelum pertandingan dimulai.
Hal ini terjadi karena terciptanya laga All Indonesian Final pada dua sektor berbeda. Rangkaian pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB atau pukul 13.00 waktu setempat. Pihak penyelenggara meletakkan duel sesama wakil Indonesia sebagai partai pembuka dan kedua.
Partai pembuka final mempertemukan sesama ganda putri Indonesia. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari akan memperebutkan podium tertinggi melawan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Laga ini menjadi pembuktian bagi kedua pasangan bentukan baru PBSI tersebut. Keduanya baru dipasangkan dalam beberapa bulan terakhir namun langsung menembus babak final. Gelar kedua sudah pasti didapat dari sektor ganda putra. Skuad Pelatnas PBSI menyajikan laga antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan junior mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Kelolosan ke final ini memastikan Fajar/Fikri mengamankan tiket ke BWF World Tour Finals 2025. Mereka kini membidik gelar kedua sejak dipasangkan pada pertengahan tahun ini. Di sisi lain, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berusaha mencetak kejutan besar. Mereka berhasil melaju ke final meski baru pertama kali tampil di turnamen BWF level Super 500.
Peluang Tambahan Gelar dari Ganda Campuran dan Tunggal Putri
Indonesia berkesempatan menambah dua gelar lagi melalui sektor ganda campuran dan tunggal putri. Pada sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha A. N.
Pasaribu menantang unggulan pertama asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Jafar/Felisha mengusung misi meraih kemenangan perdana atas juara dunia 2025 tersebut. Pasangan Indonesia ini tercatat selalu menelan kekalahan dalam empat pertemuan sebelumnya.
Pada partai pemungkas, tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani akan menghadapi tantangan berat. Ia dijadwalkan melawan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young.
Sementara itu, satu-satunya sektor tanpa wakil Indonesia adalah tunggal putra. Partai final sektor tersebut mempertemukan pebulutangkis India Lakhsya Sen dengan pemain muda Jepang, Yushi Tanaka.







