Rivalitas sengit dalam sepak bola mendadak surut saat duka menyelimuti Merseyside. Langkah mulia ditunjukkan oleh Everton yang memilih menepikan persaingan demi memberikan penghormatan terakhir kepada pemain Liverpool, Diogo Jota.
Seperti dikutip dari Papanskor, Liverpool menggelar perkabungan di Anfield pada Jumat (4/7) menyusul berpulangnya Diogo Jota (28 tahun) beserta sang adik, Andre Silva (25 tahun). Ribuan bunga bertebaran sebagai bentuk dukacita mendalam.
Di antara gelombang simpati tersebut, hadir pula jersei dari berbagai klub sepak bola, termasuk milik sang rival sekota, Everton. Langkah ini menjadi bukti bahwa aspek kemanusiaan berada di atas rivalitas lapangan hijau.
Persaingan antara dua klub ini memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Berdasarkan catatan dari The Times dan BBC Sport, perseteruan bertajuk Derbi Merseyside ini pertama kali bergulir pada 13 Oktober 1894.
Persaingan panas ini terus terjaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Inggris sejak musim 1962/63. Ketegangan konstan selama 63 tahun terakhir salah satunya dipicu oleh jarak geografis kedua stadion yang sangat dekat, yakni kurang dari 1,6 kilometer.
Secara keseluruhan, Derbi Merseyside telah terselenggara sebanyak 246 kali di semua ajang. Dari total bentrokan tersebut, Liverpool membukukan 100 kemenangan, sementara Everton mengemas 68 kemenangan, dan 78 laga sisanya berakhir imbang.
Dominasi Prestasi di Merseyside
Dalam urusan raihan trofi, Liverpool mencatatkan keunggulan dibanding tetangganya. Tim berjuluk The Reds itu mengoleksi 122 gelar juara dari tingkat regional, nasional, hingga internasional, sedangkan Everton mengumpulkan 78 trofi.
Dominasi tersebut juga terlihat pada panggung Liga Inggris, di mana Liverpool mengamankan 20 gelar juara berbanding 9 milik Everton. Pada musim 2024/25 saat Liverpool meraih gelar ke-20, Everton sempat menahan imbang 2-2 di Goodison Park dan hanya kalah 0-1 di Anfield.
Namun, semua catatan statistik dan gengsi wilayah itu seketika tidak lagi penting setelah Diogo Jota dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (3/7). Ironisnya, gol terakhir Jota dicetak ke gawang Everton pada derbi pamungkas musim lalu.
Pernyataan Belasungkawa Pasukan The Toffees
Pihak Everton segera mengirimkan pesan resmi untuk menunjukkan rasa simpati mereka kepada kubu Liverpool atas tragedi ini.
"Kota kita bersatu dalam kesedihan dengan simpati terdalam dari kami semua di Everton," tulis Everton.
Dua pesepak bola Everton asal Portugal, Youssef Chermiti dan Beto, juga datang langsung memberikan penghormatan pada prosesi perkabungan hari Jumat.
"Dengan kesedihan dan penghormatan," tulis Youssef pada pesan yang disematkan di bunga perkabungan.
"Dengan dukacita yang tulus dari hati," tulis Beto.






