Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) sedang menyelidiki insiden keamanan yang melibatkan helikopter militer Marine One yang membawa Presiden Donald Trump, yang terjadi pada Selasa sore di sekitar Gedung Putih.
Insiden terjadi saat Marine One lepas landas dari Gedung Putih dan berada dalam jarak terlalu dekat dengan pesawat komersial Envoy Air 3742 yang berangkat dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington. FAA menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan situasi berbahaya yang melibatkan hampir tabrakan.
Menurut dua sumber kepada Reuters, operator lalu lintas udara tidak menghentikan penerbangan komersial di bandara tersebut, meskipun ada kebijakan yang mengharuskan jarak aman setelah insiden tabrakan fatal tahun 2025.
"FAA sedang menyelidiki insiden keselamatan yang melibatkan Marine One, namun kejadian itu tampaknya bukan situasi berbahaya di mana pesawat nyaris bertabrakan, dan pesawat-pesawat itu tampaknya tidak bergerak saling mendekat," ujar FAA.
Helikopter Marine One lepas landas dari Ellipse dekat Gedung Putih pukul 14.33 waktu setempat menuju Pangkalan Gabungan Andrews untuk penerbangan lanjutan ke Los Angeles.
Pesawat komersial Envoy Air 3742, menggunakan jet regional E170 tujuan Pensacola, Florida, berangkat satu menit setelahnya dan diduga melanggar jarak aman dengan Marine One.
Aturan FAA mengharuskan jarak minimal 1,5 mil atau 2,4 kilometer secara horizontal dan 500 kaki atau 152 meter vertikal di sekitar bandara. Sumber mengatakan kedua pesawat tidak memenuhi jarak aman tersebut.
Sumber lain menyebutkan bahwa kedua pesawat tidak bergerak saling mendekat saat kejadian.
Baik helikopter dan pesawat komersial mendarat tanpa insiden lanjutan.
Dua sumber menyatakan FAA akan membentuk Tim Peninjauan Keselamatan untuk menyelidiki secara mendalam insiden ini. Gedung Putih belum memberikan komentar terkait peristiwa tersebut.







