Kegagalan Real Madrid dalam mendatangkan Rodri memicu kekecewaan dari sang mantan pemain, Fernando Morientes. Seperti dilansir dari Detik Sport, Morientes menilai El Real tidak bersungguh-sungguh dalam merekrut gelandang Manchester City tersebut. Proses transfer ini awalnya memperlihatkan minat serius dari Real Madrid.
Manajemen Los Blancos bahkan sudah menyodorkan penawaran awal senilai 55 juta euro demi memboyong gelandang berusia 30 tahun tersebut. Namun, nilai tersebut masih jauh dari angka yang dipatok Manchester City. Klub asal Inggris itu menetapkan harga peraih Piala Dunia 2026 tersebut berada di kisaran 75 juta hingga 80 juta euro.
Langkah Real Madrid untuk menaikkan nilai tawaran justru tertahan. El Real memilih menunda negosiasi lanjutan sebelum berhasil melepas sejumlah pemain mereka terlebih dahulu.
Celah tersebut dimanfaatkan oleh Barcelona untuk mengambil alih perburuan. El Barca dilaporkan siap mengucurkan dana segar sebesar 70 juta euro demi mendaratkan mantan pilar Atletico Madrid itu ke Camp Nou. Peluang Barcelona kian terbuka lantaran sang pemain dikabarkan lebih tertarik dengan skema permainan Blaugrana. Morientes menepis isu kecocokan taktik tersebut dan menganggapnya sekadar alasan bentukan manajemen Real Madrid.
"Real Madrid tidak mengerahkan segala upaya untuk mendatangkannya. Sekarang mereka malah melimpahkan tanggung jawab kepada Rodri, dengan dalih bahwa dia ingin bergabung dengan Barca karena gaya permainannya," ujar Morientes dikutip dari Mundo Deportivo. "Itu adalah lelucon yang tidak pantas bagi kita yang paham sepak bola.
Saat Real Madrid benar-benar menginginkan pemain seperti ini, mereka selalu berhasil mendapatkannya: Figo, Zidane, Owen, Ronaldo… Jangan ada yang mencoba meyakinkan saya sekarang bahwa Rodri sebenarnya ingin bermain di tempat lain," jelasnya.







