FIFA Terapkan Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026

6 Agustus 2026, 01:01 WIB

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengaburkan ritme pertandingan dengan menerapkan aturan jeda hidrasi tiga menit di pertengahan setiap babak pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, yang dilansir dari Bola.

Kebijakan tersebut memicu penolakan keras dari sejumlah pelatih serta pemain. Selain dinilai merusak alur permainan, jeda ini juga dimanfaatkan stasiun televisi Amerika Serikat untuk menayangkan iklan berbayar hingga 750 ribu dolar AS pada fase akhir turnamen.

Pertunjukan musik saat turun minum pada laga final bahkan membengkakkan durasi istirahat hingga 27 menit. Hal tersebut melampaui batas maksimal 15 menit yang diatur dalam Laws of the Game.

Kritik tajam datang dari Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, yang menilai jeda tersebut tidak diperlukan jika cuaca dalam kondisi baik.

"Saya tidak menyukainya. Saya hanya setuju jika kondisinya benar-benar ekstrem. Namun, jika cuacanya baik, jeda seperti itu tidak diperlukan," ujar Pochettino.

Dampak fisik juga menjadi perhatian mendalam mantan kiper Manchester United, Ben Foster. Ia menyebut jeda tersebut mengancam kebugaran fisik pemain senior yang berusia di atas 32 tahun karena tubuh berisiko menjadi kaku.

"Saya berharap ada sepeda statis di ruang ganti karena para pemain harus segera bergerak lagi. Tubuh bisa cepat menjadi kaku," kata Foster.

Foster menambahkan bahwa format pertandingan sepak bola kini mengalami pergeseran mendasar akibat dorongan komersial.

"Babak pertandingan sekarang bahkan tidak lagi benar-benar berdurasi 45 menit, melainkan seperti empat kuarter. Saya tidak akan terkejut jika jeda seperti ini perlahan masuk ke Premier League," ujar Foster.

Ia juga merasa para pendukung tidak memiliki daya untuk menolak perubahan komersial ini, persis seperti penolakan terhadap teknologi pembantu wasit.

"Sebagai suporter, tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk menghentikannya. VAR diperkenalkan dan hampir semua orang membencinya," kata Foster.

Kekecewaan Foster terhadap sistem peninjauan ulang video tersebut membuatnya berharap ada tindakan tegas dari pengelola kompetisi.

"Saya sendiri ingin VAR dihapus besok juga. Namun, itu tidak akan terjadi karena investasi yang sudah dikeluarkan sangat besar," ucap Foster.

Selain itu, Foster menduga badan sepak bola Eropa berpotensi melakukan uji coba serupa di tingkat klub.

"Mereka mungkin akan melakukan semacam uji coba diam-diam di Liga Champions. Klub-klub bisa saja mengatakan mereka mendapat tambahan pemasukan," kata Foster.

Penolakan senada disampaikan oleh Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menilai jeda di tengah babak merusak esensi dasar olahraga ini.

"Jeda di tengah babak mengganggu dan mengubah identitas pertandingan sepak bola," kata Tuchel.

Meskipun mendapat gelombang kritik dari pelatih dan mantan pemain, UEFA menyatakan tidak akan menerapkan aturan jeda hidrasi tersebut di kompetisi mereka. Pelaksanaan Piala Dunia 2026 sendiri terus diwarnai isu lain seperti lonjakan harga tiket final hingga 2,3 juta dolar AS dan penolakan imigrasi terhadap wasit asal Somalia, Omar Artan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang