Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menjadikan Carlo Ancelotti sebagai target utama untuk mengisi kursi pelatih Timnas Italia sebelum membuka pembicaraan dengan Pep Guardiola, sebagaimana dilansir dari Bola pada Kamis (24/7/2026). Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, dalam sesi konferensi pers. Langkah tersebut diambil federasi lantaran Ancelotti dinilai sebagai salah satu juru taktik terbaik di dunia saat ini.
"Kami tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa kami juga berbicara dengan Carlo sebelum berbicara dengan Pep. Sejujurnya, rasanya tepat untuk memulai dengan sosok yang kami anggap sebagai yang terbaik di dunia," ujar Maldini.
Pencarian pelatih baru ini dilakukan FIGC menyusul mundurnya Gennaro Gattuso pada April 2026. Gattuso mengambil keputusan tersebut setelah skuad Gli Azzurri dipastikan gagal melenggang ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Kendati demikian, upaya mendatangkan Ancelotti menemui jalan buntu karena pelatih berusia 67 tahun itu masih terikat kontrak bersama Timnas Brasil. FIGC lantas mengalihkan sasaran kepada Pep Guardiola yang baru saja menyelesaikan masa baktinya selama sepuluh tahun di Manchester City. Sebelumnya, Presiden FIGC Giovanni Malago telah mengonfirmasi adanya komunikasi awal dengan Guardiola dan mengisyaratkan kesiapan federasi dalam memberikan pengecualian anggaran gaji. Selain Guardiola, FIGC turut mempertimbangkan beberapa opsi nama pelatih berpengalaman lainnya seperti Antonio Conte, Roberto Mancini, hingga Andrea Pirlo.







