Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan mulai bergerak untuk membidik Pep Guardiola sebagai manajer anyar Timnas Italia. Langkah ini diambil usai kegagalan Gli Azzurri melangkah ke ajang Piala Dunia.
Dilansir dari Bola, kabar dari Sky Italia menyebutkan bahwa jajaran petinggi FIGC sudah menggelar pertemuannya secara langsung dengan Guardiola. Langkah konkret ini dilakukan untuk membujuk sang manajer agar bersedia membesut Timnas Italia.
Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, didampingi penasihatnya, Leonardo, bahkan terbang menuju Barcelona. Keduanya menghabiskan waktu hingga tiga hari demi memaparkan proyek jangka panjang yang disiapkan untuk skuad Italia.
Meskipun upaya intensif terus dilakukan, belum ada kepastian mengenai ketertarikan Guardiola untuk menerima pinangan tersebut. Selain mantan pelatih Manchester City itu, nama Roberto Mancini dan Andrea Pirlo juga masuk dalam bursa calon pelatih.
Penunjukan Maldini serta Leonardo menjadi bagian dari rencana perombakan struktur organisasi di tubuh FIGC. Langkah drastis ini diambil setelah Timnas Italia dipastikan gagal menembus putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Salah satu agenda mendesak bagi jajaran direksi baru tersebut adalah mencari juru taktik anyar. Posisi pelatih kepala saat ini kosong usai Gennaro Gattuso memutuskan mundur dari jabatannya lantaran gagal mengamankan tiket Piala Dunia di Amerika Utara.
Di sisi lain, Guardiola kini tidak terikat dengan klub mana pun setelah merampungkan masa bakti selama 10 tahun di Manchester City. Sepanjang kariernya bersama klub Inggris tersebut, ia sukses mempersembahkan 20 trofi dengan persentase kemenangan mencapai 70,8 persen.
Kegagalan lolos ke turnamen besar ini memperpanjang catatan buruk Italia. Skuad Gli Azzurri tercatat selalu absen di tiga edisi turnamen utama secara beruntun semenjak menjuarai Piala Eropa 2021 di bawah kepemimpinan Roberto Mancini.
Rencana Istirahat Guardiola dari Dunia Kepelatihan
Sebelum meninggalkan Stadion Etihad, Guardiola sempat mengutarakan niatnya kepada Sky Sports untuk rehat sejenak dari arena sepak bola. Keputusan tersebut kembali ditegaskan seusai perpisahannya secara resmi dari Manchester City.
Faktor keluarga menjadi alasan utama yang mendasari keputusan pelatih asal Spanyol tersebut untuk beristirahat.
"Untuk sementara tidak ada rencana melatih. Kalau tidak, saya pasti masih di sini. Saya perlu mengambil jeda. Saya tidak akan melatih untuk sementara waktu," ujar Guardiola dalam konferensi pers terakhirnya sebagai manajer Man City.
Mantan pelatih Barcelona tersebut mengakui bahwa energinya telah terkuras untuk memenuhi tuntutan kompetisi harian dalam memperebutkan gelar juara.
Dalam wawancara eksklusif bersama Sky Sports, Guardiola juga mengungkapkan keinginannya untuk menikmati rutinitas harian di luar lapangan hijau.
"Masih ada banyak hal yang belum saya lakukan. Ayah saya masih hidup dan saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Begitu juga dengan anak-anak saya.
Ada banyak hal yang bisa saya lakukan sebagai manusia. Saya beruntung bisa menentukan pilihan sendiri, itulah alasan saya mengambil keputusan ini," ungkapnya ketika itu.
Peluang Menangani Tim Nasional
Isu mengenai masa depan kepelatihan Guardiola sebelumnya sempat mencuat pada 2024. Kala itu, ia dirumorkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) guna menggantikan posisi Gareth Southgate.
Namun, Guardiola urung mengambil tawaran tersebut dan memilih memperpanjang masa baktinya bersama Manchester City. Posisi manajer Timnas Inggris akhirnya diisi oleh Thomas Tuchel, yang berhasil membawa skuad The Three Lions mengukir torehan manis di Piala Dunia.
Tuchel sendiri memegang kontrak hingga berakhirnya ajang Euro 2028. Kepastian komitmen tersebut ditegaskan kembali usai menandatangani perpanjangan kontrak pada Februari lalu.
Kendati demikian, opsi untuk melatih tim nasional tetap terbuka bagi Guardiola. Dalam sesi wawancara bersama chef Dani Garcia pada 2024, ia menegaskan enggan berpindah ke klub lain jika harus meninggalkan Manchester City.
"Saya tidak akan meninggalkan Manchester City lalu pergi ke negara lain untuk melakukan pekerjaan yang sama seperti sekarang."
Guardiola merasa tidak lagi memiliki energi cukup untuk membangun proyek klub dari awal. Namun, ia menilai dinamika melatih sebuah tim nasional menyajikan tantangan yang berbeda.
"Mungkin tim nasional, itu berbeda," kata Guardiola.







