Formula 1 Alami Penurunan Pendapatan dan Laba Operasional Kuartal Kedua 2026

8 Agustus 2026, 10:02 WIB

Formula 1 mencatat penurunan pendapatan dan laba operasional pada kuartal kedua tahun 2026 akibat perubahan kalender balapan dan pembatalan beberapa seri, menurut laporan keuangan yang dirilis Liberty Media dan dilansir dari Bola.

Pendapatan F1 pada periode April hingga Juni 2026 sebesar 764 juta dolar AS, turun 38 persen dibandingkan kuartal kedua 2025 yang mencapai 1,22 miliar dolar AS. Laba operasional juga menyusut 61 persen dari 293 juta dolar AS menjadi 73 juta dolar AS. Adjusted OIBDA turun dari 361 juta dolar AS menjadi 139 juta dolar AS.

Penurunan ini terjadi karena jumlah balapan kuartal kedua berkurang dari sembilan seri pada 2025 menjadi hanya lima seri pada 2026. Perubahan kalender termasuk pemajanan Grand Prix Jepang ke Maret, pembatalan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi akibat ketegangan di Timur Tengah, serta keluarnya Imola dari kalender.

Akibatnya, jumlah balapan kuartal kedua turun 44 persen dan untuk enam bulan pertama turun 27 persen, dari 11 menjadi delapan balapan. Pendapatan dari aktivitas motorsport kuartal kedua turun 38 persen, dan selama semester pertama turun 15 persen.

CEO Formula 1 Stefano Domenicali memperkirakan kondisi keuangan akan membaik pada paruh kedua musim. Grand Prix Bahrain kembali dijadwalkan digelar di Malaysia pada Oktober, sementara kuartal ketiga memiliki tujuh balapan, lebih banyak dari enam seri tahun lalu. Kuartal terakhir musim ini diprediksi memiliki delapan balapan jika Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi berjalan sesuai rencana.

"Musim ini bisa ditutup di Eropa, dengan Imola sebagai kandidat utama tuan rumah balapan penutup pada Desember 2026," ujar Domenicali, menjelaskan opsi jika dua balapan terakhir dibatalkan.

Jumlah balapan yang berkurang juga mempengaruhi dana untuk tim. Liberty Media melaporkan total dana kuartal kedua sebesar 316 juta dolar AS, turun dari 513 juta dolar AS tahun sebelumnya. Selama enam bulan pertama 2026, dana untuk tim mencapai 500 juta dolar AS, lebih rendah dari 627 juta dolar AS pada 2025.

Domenicali menegaskan penambahan jumlah grand prix tidak menjadi opsi karena kalender sudah penuh hingga 2028. Sebagai gantinya, F1 akan menambah balapan sprint mulai musim depan karena format ini menarik lebih banyak penonton dan memberikan peluang peningkatan pendapatan komersial.

"Kami akan memiliki lebih banyak balapan sprint tahun depan. Saat kalender 2027 diumumkan nanti, kami akan memberi tahu berapa jumlahnya," ujar Domenicali.

Meski begitu, sprint tidak akan digelar di semua seri agar tetap memiliki nilai eksklusivitas secara bisnis.

Selain sprint, F1 membidik peningkatan pendapatan melalui layanan premium seperti hospitality Paddock Club yang telah habis terjual musim ini. Domenicali mengatakan fokus ke depan adalah menghadirkan pengalaman eksklusif bagi pelanggan, termasuk acara khusus seperti Outlap, makan malam mewah yang pertama kali diperkenalkan di Grand Prix Belgia dan akan diperluas ke seri Eropa musim depan dengan harga lebih dari 10.000 euro per orang.

Domenicali juga melihat peluang pertumbuhan dari kerja sama lisensi baru dan perpanjangan kontrak yang sudah ada.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang