Ganda putra Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi meraih posisi runner-up Macau Open 2026 setelah kalah dalam pertandingan rubber game melawan pasangan Korea Selatan, Yong Jin/Yongmin Lee, pada babak final yang berlangsung Minggu (21/6).
Kekalahan satu-satunya wakil Indonesia di babak final yang digelar di Macao East Asian Games Dome ini membuat tim Merah Putih tanpa gelar di turnamen tersebut, sebagaimana dilansir dari Papanskor.
Ali/Devin yang berstatus sebagai unggulan keempat sebenarnya memulai pertandingan dengan baik setelah memenangkan game pertama dengan skor 21-18, namun situasi berbalik pada game kedua saat lawan mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul hingga menutup laga dengan skor 19-21 dan 10-21.
Hasil ini memperpanjang penantian gelar ganda putra Indonesia di Macau Open, yang terakhir kali diraih oleh pasangan Wahyu Nayaka/Ade pada tahun 2017 silam.
Seusai pertandingan, Ali Faathir menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya melaju hingga partai puncak turnamen tingkat BWF Super 300 tersebut.
"Alhamdulillah, yang pasti bangga bisa jadi finalis di BWF Super 300 pertama saya. Banyak pelajaran mahal yang saya dapat pastinya," ujar Faathir.
Faathir menambahkan bahwa momen kebangkitan lawan pada game kedua membuat pasangan Korea Selatan tampil lebih percaya diri dan memperkuat pertahanan mereka, sehingga evaluasi fokus akan menjadi fokus utama ke depan.
"Untuk ke depannya, evaluasi kami yang penting fokusnya dulu. Karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul," tutur Faathir.
Sementara itu, Devin Artha mengapresiasi ketangguhan lawan yang terus memberikan tekanan sepanjang pertandingan final bergulir.
"Kendala kami tadi, hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar," ungkap Devin.






