Keputusan Manchester United yang menjual Danny Welbeck pada bursa transfer musim panas 2014 dinilai sebagai kesalahan besar oleh mantan bek klub, Gary Neville. Menurut Neville, penyerang tersebut seharusnya tetap dipertahankan di Old Trafford saat itu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Welbeck merupakan pemain jebolan akademi Setan Merah yang berhasil menembus skuad utama. Namun, kedatangan Louis van Gaal menggantikan David Moyes mengubah nasibnya. Welbeck dilepas ke Arsenal seharga 16 juta poundsterling di hari penutupan bursa transfer karena dinilai kalah bersaing dari Robin van Persie dan Wayne Rooney.
Meskipun periode kariernya di Arsenal mengalami pasang surut, Welbeck sanggup membangkitkan performanya saat berseragam Brighton & Hove Albion. Situasi tersebut kembali memicu rasa penyesalan Neville atas keputusan masa lalu Manchester United, terlebih sang pemain kini dilaporkan bersiap melanjutkan karier ke Chelsea.
Selama membela Setan Merah, Welbeck mengumpulkan 29 gol dan 16 assist dari 142 laga. Kebangkitan penyerang berusia 35 tahun itu terbukti di Brighton dengan sumbangan 51 gol serta 18 assist dalam 201 pertandingan, sekaligus membawa klub tersebut lolos ke UEFA Conference League musim 2025/2026.
"Saya sudah mengatakan sekitar 12 tahun lalu bahwa Manchester United seharusnya tidak pernah menjual Danny Welbeck. Dia pergi dan tampil sangat baik. Memang sekarang dia sudah berada di fase akhir kariernya, tetapi dia adalah pemain yang fantastis," kata Neville kepada Sky Sports, Senin (3/8/2026).
Neville menekankan bahwa kualitas Welbeck sudah teruji di level tertinggi, baik saat bermain bersama di klub maupun ketika ia bertugas sebagai staf pelatih di tim nasional.
"Saya pernah menjadi rekan setimnya, kemudian bekerja bersamanya di Timnas Inggris sebagai pelatih. Dia luar biasa untuk Inggris dan juga tampil bagus di Premier League," ujar Neville.
Di sisi lain, Manchester United justru terus mengalami masalah ketajaman di lini depan. Penyerang seperti Rasmus Hojlund, Joshua Zirkzee, hingga Wout Weghorst belum mampu menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol. Kepindahan Welbeck ke Chelsea nantinya akan mencatatkan namanya sebagai pemain pertama yang pernah memperkuat MU, Arsenal, dan Chelsea di era Premier League.
Apresiasi juga disampaikan oleh pelatih Manchester United, Michael Carrick. Setelah diangkat sebagai pelatih tetap oleh INEOS pada Mei lalu, Carrick sempat dispekulasikan bakal merekrut kembali Welbeck sebelum Chelsea mengamankan kesepakatan tersebut.
"Saya masih memanggilnya 'anak saya'. Sekarang dia sudah menjadi pria tua, yang membuat saya juga merasa tua. Saya sangat menghormatinya. Luar biasa melihat dia berkembang dari akademi di sini dan memberikan dampak besar," ujar Carrick.
Carrick berpendapat bahwa konsistensi Welbeck yang mampu bersaing di kasta teratas pada usia 35 tahun menunjukkan kualitas mentalitas dan profesionalismenya.
"Melihat karier yang telah dia jalani dan masih mampu bermain sangat baik pada usianya sekarang menunjukkan pola pikir dan sikapnya. Semua itu yang membuatnya bisa terus bermain hingga usia 35 tahun," kata Carrick.
Alasan Welbeck melepaskan jersey Manchester United pada masa lalu juga dipengaruhi oleh posisinya yang lebih sering ditempatkan sebagai pemain sayap. Hingga kini, kebuntuan lini depan MU membuat para pendukung terus mempertanyakan dampak jika Welbeck tidak pernah dijual.






