Gen Z Tinggalkan Tren Liburan FOMO dan Beralih ke JOMO

20 Juni 2026, 02:01 WIB

Kebiasaan berlibur antar-generasi kini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Dilansir dari Papanskor, wisatawan dari kalangan Generasi Z kini mulai meninggalkan pola pikir fear of missing out atau FOMO yang sebelumnya populer di era milenial.

Anak-anak kelahiran tahun 1997 hingga 2012 tersebut kini lebih memilih pendekatan the joy of missing out atau JOMO saat bepergian.

“Wisatawan Gen Z memimpin pergeseran dari pola pikir FOMO khas milenial dalam hal destinasi wisata, kini mereka menganut pendekatan JOMO (the joy of missing out) saat liburan,” ujar CEO LateRoom, Matthew Fox, dikutip dari Newsweek pada Rabu, 14 Agustus 2025.

Matthew Fox mengutarakan bahwa kelompok usia ini cenderung aktif berburu tempat liburan baru. Dampaknya, destinasi wisata yang sudah populer tidak lagi menjadi pilihan utama mereka.

Kebiasaan lama yang berfokus pada perburuan tempat ikonik demi konten Instagram juga mulai memudar. Generasi Z saat ini memprioritaskan esensi perjalanan yang menyenangkan daripada sekadar dokumentasi visual.

Kawasan wisata yang padat oleh pelancong kini tidak lagi menarik minat mereka.

“Gen Z mulai kurang peduli dengan destinasi wisata populer yang ramai dan lebih mementingkan pengalaman nyata yang membumi,” ucap CEO Cool Travel Vibes, Echo Wang.

Atas dasar perubahan preferensi tersebut, kelompok pelancong muda ini lebih rela mengalokasikan anggaran mereka untuk mengunjungi lokasi-lokasi baru yang belum banyak dijamah orang.

Suka Liburan Terstruktur dan Penginapan Unik

Tren melakukan solo backpacking tanpa persiapan matang juga terpantau mengalami penurunan di kalangan Generasi Z. Mereka cenderung menghindari aktivitas berpindah-pindah hotel dan memilih menetap beberapa hari di satu tempat akomodasi.

Meskipun memiliki rencana perjalanan yang fleksibel, kelompok ini tetap menyukai agenda liburan yang terjadwal dengan baik.

Kriteria Penginapan yang Diminati

Maraknya tren bekerja secara remote turut memengaruhi kriteria pemilihan akomodasi. Generasi Z memerlukan tempat menginap yang menunjang produktivitas kerja di tengah waktu liburan mereka.

Meski akomodasi mewah tetap memiliki daya tarik tersendiri, fokus utama mereka kini bergeser pada tempat menginap yang menawarkan keunikan konsep.

Banyak dari mereka yang menjatuhkan pilihan pada penginapan lokal, boutique hotel, hingga hostel demi merasakan pengalaman menginap yang berbeda.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang