Gianni Infantino Kantongi 200 Support Jelang Kongres FIFA

5 Agustus 2026, 16:16 WIB

Dukungan masif terus mengalir kepada Presiden FIFA Gianni Infantino untuk kembali memimpin badan pengatur sepak bola dunia tersebut. Orang nomor satu di FIFA ini dilaporkan telah mengantongi dukungan resmi dari lebih dari 200 asosiasi anggota.

Seperti dilansir dari Bola, gelombang dukungan ini tetap mengalir deras di tengah situasi internal yang kurang kondusif. Kondisi tersebut dipicu oleh skandal pembatalan skorsing pemain Timnas Amerika Serikat Folarin Balogun.

Hanya tersisa sebagian kecil dari total 211 asosiasi anggota FIFA yang belum menyerahkan surat dukungan tertulis. Situasi ini menempatkan Gianni Infantino pada jalur yang sangat kuat untuk mengamankan periode keempatnya melalui kemenangan mutlak pada kongres mendatang.

“Dari laporan yang dihimpun Guardian, hanya tinggal segelintir dari 211 asosiasi anggota FIFA yang belum mengirimkan surat dukungan untuk Infantino. Dengan kondisi ini, ia berada di jalur yang tepat untuk terpilih kembali untuk periode keempat melalui kemenangan mutlak pada kongres bulan Maret mendatang,” tulis The Guardian.

Kelompok asosiasi yang belum menyatakan sikap sebagian besar berasal dari benua Eropa. Salah satu federasi sepak bola dengan profil paling menonjol yang belum menyerahkan surat dukungan resmi adalah Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).

“Sejumlah kecil asosiasi di Eropa termasuk dalam kelompok yang belum memberikan dukungan, dengan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) sebagai FA dengan profil tertinggi yang belum menyatakan dukungan resmi,” lanjut laporan tersebut.

Sesuai dengan mekanisme organisasi, pendaftaran pengajuan bakal calon presiden FIFA akan ditutup pada 18 November. Proses pemungutan suara sendiri dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027.

Meskipun surat dukungan masih dapat ditarik atau dialihkan sebelum tenggat waktu pendaftaran, Gianni Infantino saat ini menjadi satu-satunya nama yang mengemuka. Tidak ada calon lain yang secara resmi maju dalam bursa pemilihan ini.

“Kendati demikian, beberapa FA merasa tetap mendapat tekanan terus-menerus dari internal FIFA untuk mengonfirmasi kesetiaan mereka. Secara teori, tindakan menekan seperti itu tidak diizinkan di bawah kode etik FIFA,” tulis laporan The Guardian.

Tantangan dari Asosiasi Sepak Bola Eropa

Peluang melengserkan Gianni Infantino dinilai sangat kecil kecuali terjadi gejolak politik luar biasa di tubuh organisasi. Ketidakpuasan yang muncul belakangan ini sebagian besar berpusat pada badan-badan sepak bola di Eropa.

Kondisi tersebut mengemuka setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengaku melobi FIFA untuk meninjau kembali sanksi kartu merah Folarin Balogun. Penyerang Amerika Serikat itu mendapat hukuman saat berlaga melawan Bosnia dan Herzegovina.

“Infantino sebetulnya tidak perlu bergantung pada dukungan Eropa untuk mendapatkan mandat mutlak. Lagi pula, sebagian besar negara di benua tersebut sudah mengonfirmasi dukungan mereka untuk pemilihan kembalinya. Asosiasi Sepak Bola Inggris (English FA) termasuk di antara pihak yang telah mengirimkan surat dukungan mereka jauh-jauh hari sebelum Piala Dunia dimulai,” tulis Guardian.

Wacana untuk mengusung kandidat alternatif dari benua Eropa sempat mengemuka dalam diskusi internal selama 10 hari terakhir. Kendati demikian, mencapai kesepakatan tunggal untuk menunjuk satu nama penantang masih menemui jalan buntu.

Ketegangan antara UEFA dan FIFA juga dipicu oleh beberapa isu lain, termasuk keputusan pelarangan wasit asal Somalia Omar Artan dari ajang Piala Dunia. Kendati demikian, belum ada kepastian apakah hierarki UEFA akan mengusung calon tandingan secara resmi.

“Namun, belum jelas apakah jajaran pimpinan badan sepak bola Eropa tersebut tergerak untuk memberikan dukungan resmi kepada kandidat penantang dalam pemilihan nanti,” tulis laporan The Guardian.

“Beberapa sumber yang dekat dengan hierarki sepak bola Eropa merasa bahwa seorang kandidat yang setidaknya mampu mengumpulkan 30 atau 40 suara sudah cukup untuk membuka debat publik yang sah mengenai tata kelola dan arah kebijakan FIFA ke depan.”

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang