Harga bitcoin hari ini terpantau bergerak fluktuatif namun berhasil bertahan di kisaran 59.903,32 dollar AS atau sekitar Rp1,06 miliar (kurs Rp17.952) pada akhir pekan ini, Minggu, 28 Juni 2026. Data pasar menunjukkan aset kripto terbesar ini berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa hari terakhir hingga membuat pasar kripto waswas.
Pergerakan harga bitcoin hari ini mencatatkan kenaikan tipis sebesar 1,75 persen dalam 24 jam terakhir, serta menguat tipis 0,01 persen dalam satu jam terakhir. Walaupun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, performa mingguan Bitcoin masih mencatatkan rapor merah dengan penurunan sebesar 5,58 persen dibandingkan dengan posisi sepekan lalu.
Sebelum mencapai angka perdagangan saat ini, pelaku pasar sempat mengkhawatirkan kondisi kapitalisasi pasar yang terus tertekan. Berdasarkan laporan kompas, nilai kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di angka 1,2 triliun dollar AS atau setara dengan Rp21.432 triliun, setelah rata-rata kenaikan harian bertahan di level 1,01 persen.
Kondisi ini terhitung lebih baik dibandingkan data pada hari sebelumnya, di mana Bitcoin sempat turun ke posisi 59.583,33 dollar AS akibat rata-rata penurunan harian mencapai 1,83 persen. Koreksi tajam tersebut sempat memicu pertanyaan dari kalangan investor mengenai "kenapa harga bitcoin turun hari ini" di tengah ketidakpastian makroekonomi global.
Berikut adalah rincian data perbandingan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:
| Tanggal Referensi | Harga (USD) | Kapitalisasi Pasar | Perubahan 24 Jam |
|---|---|---|---|
| 27 Juni 2026 | 59.903,32 | 1,20 Triliun USD | +1,75% |
| 26 Juni 2026 | 59.583,33 | 1,19 Triliun USD | -1,75% |
Faktor Makro dan Tekanan Jual ETF
Penurunan kinerja aset kripto belakangan ini tidak lepas dari sentimen makroekonomi dan arus keluar modal pada produk keuangan konvensional. Analisis pasar mendeteksi adanya korelasi yang sangat kuat, mencapai angka 88 persen, antara pergerakan harga Bitcoin dengan indeks saham S&P 500 di Amerika Serikat.
Arus Keluar Modal ETF Spot
Tekanan berat pada pasar spot utamanya dipicu oleh penarikan dana massal dari produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di bursa AS. Pada pertengahan pekan, arus keluar bersih (net outflows) harian mencapai 469 juta dollar AS atau sekitar Rp8 triliun, yang dipimpin oleh produk ETF milik BlackRock.
Akumulasi Penarikan Sepanjang Juni
Secara akumulatif, investor institusional mencatatkan aksi jual bersih yang masif di pasar derivatif maupun spot. Investor.id melaporkan bahwa sepanjang bulan Juni 2026, total arus modal keluar bersih dari ETF Bitcoin di bursa AS telah menembus angka 2,92 miliar dollar AS atau setara dengan Rp52,4 triliun.
Kedaluwarsa Kontrak Opsi Bernilai Fantastis
Pasar finansial kripto juga menghadapi tekanan volatilitas yang tinggi menyusul tibanya tanggal jatuh tempo instrumen derivatif. Kontrak opsi Bitcoin dengan nilai nosional fantastis mencapai 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp179,5 triliun resmi kedaluwarsa pada akhir pekan ini.
Jumlah kontrak yang habis masa berlakunya ini mencakup sekitar 37 persen dari total posisi aktif (open interest) yang tercatat di bursa opsi global Deribit. Dengan rasio put-to-call yang berada pada angka 0,83, pergerakan harga komoditas digital ini dipaksa bergerak di area kritis antara rentang 58.000 hingga 60.000 dollar AS.
Indikator Teknikal dan Sentimen Token Alternatif
Secara teknikal, posisi harga Bitcoin saat ini sebenarnya masih berada dalam fase bearish jangka menengah karena berada jauh di bawah garis rata-rata bergerak historisnya. Berdasarkan indikator teknikal, Exponential Moving Average (EMA) 50-hari berada di level 67.849 dollar AS, sedangkan EMA 200-hari bertengger di angka 77.100 dollar AS. Posisi harga saat ini bahkan berada di bawah garis rata-rata bergerak 200 mingguan.
Kelesuan pasar kripto secara umum turut diperparah oleh sentimen negatif dari beberapa aset alternatif atau token meme di bursa digital. Salah satu kasus ekstrem yang menyita perhatian publik adalah kejatuhan Token MemeCore (M) yang merosot tajam secara mendadak.
Beberapa poin utama mengenai dinamika pasar komoditas digital pekan ini meliputi:
- Koreksi tajam Bitcoin hingga menyentuh titik di bawah 59.000 dollar AS.
- Adanya kecurigaan bahwa lebih dari 90 persen suplai Token MemeCore dikuasai oleh pihak internal (insider), yang menjadi penyebab token memecore anjlok antara 75 hingga 85 persen dalam waktu singkat.
- Ketakutan investor terhadap fenomena kapitulasi penambang atau "apa itu bitcoin capitulation" yang kerap membayangi penurunan harga di bawah moving average harian.
Informasi ini bukan saran investasi. Komoditas digital dan kripto memiliki volatilitas tinggi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan resmi sebelum mengambil keputusan finansial.
Hingga saat ini, pelaku pasar masih memantau pergerakan harga konsolidasi ini untuk menentukan arah tren pergerakan Bitcoin berikutnya di sisa kuartal kedua tahun 2026, terutama setelah bursa opsi Deribit menyelesaikan settlement seluruh kontrak aktifnya.






