Harga Bitcoin Hari Ini Terpuruk ke 59 Ribu Dolar AS Akibat Kapitulasi Pasar

1 Juli 2026, 07:22 WIB

Pasar kripto global kembali dikejutkan oleh penurunan tajam karena harga bitcoin hari ini ambles ke kisaran 59.110 hingga 59.500 dolar AS pada Rabu, 1 Juli 2026. Penurunan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan investor setelah aset digital terbesar tersebut gagal mempertahankan level psikologisnya akibat aksi kapitulasi pasar yang terus meluas.

Kondisi lesu ini membuat volume transaksi 24 jam untuk Bitcoin tetap tinggi melewati angka 30 miliar dolar AS, yang menandakan besarnya tekanan jual dari para pelaku pasar. Berdasarkan perbandingan historis, penurunan harga Bitcoin ini telah mencapai 32 persen secara year-to-date (YTD) jika diukur dari posisi puncaknya pada Januari 2026 yang sempat menembus lebih dari 87.000 dolar AS.

Kejatuhan ini tidak hanya berdampak pada Bitcoin, tetapi juga menyeret sejumlah aset kripto utama atau altcoins ke zona merah. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor mengenai

"kenapa harga crypto turun hari ini"

secara serentak di pasar finansial global.

Sinyal Baru Muncul Sekarang Berita Bitcoin Hari Ini Ethereum | Toshi Crypto Indonesia

Menurut data dari platform perdagangan Pintu dan FXStreet, indikator teknis menunjukkan posisi spot Bitcoin saat ini berada jauh di bawah garis Exponential Moving Averages (EMA) penting. Posisi ini mengonfirmasi kuatnya tren bearish yang sedang mendominasi pasar.

Tekanan jual yang masif menempatkan harga Bitcoin di bawah tiga indikator EMA krusial yang biasanya menjadi batas pertahanan dinamis bagi pergerakan harga aset dalam jangka menengah dan panjang.

Posisi Eksponensial Moving Average (EMA)

Saat ini, harga spot Bitcoin sebesar 59.500 dolar AS berada di bawah EMA 50-hari yang bertengger di angka 66.623 dolar AS. Kondisi ini mempertegas bahwa tren jangka pendek masih dikuasai oleh sentimen negatif.

Peta Support Jangka Panjang

Selain EMA 50-hari, Bitcoin juga gagal bertahan di atas EMA 100-hari yang berada di level 70.329 dolar AS, serta EMA 200-hari di angka 76.399 dolar AS. Kegagalan mempertahankan level-level ini menjadi

"penyebab bitcoin turun juni 2026"

dan berlanjut hingga awal Juli.

Dampak Keruntuhan Harga terhadap Altcoins Utama

Sentimen negatif yang berpusat pada Bitcoin segera menjalar ke aset digital lainnya. Total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan bahkan sempat menyentuh titik terendah tahunannya di angka 2,06 triliun dolar AS pada akhir Juni lalu.

Ethereum (ETH) sebagai altcoin terbesar tercatat mengalami pukulan telak hingga terlempar ke bawah harga 1.600 dolar AS. Sementara itu, XRP kini berjuang keras di area batas psikologis sensitif sekitar 1,00 dolar AS setelah sempat mendapatkan sedikit dorongan penguatan sebelumnya.

Di sisi lain, aset baru seperti Hyperliquid (HYPE) juga terpantau sedang menguji level support kuatnya di kisaran 64,00 dolar AS. Padahal sebelumnya, token HYPE sempat bergerak positif mendekati level 68,00 dolar AS sebelum akhirnya ikut terseret arus koreksi.

Berikut adalah tabel perbandingan performa aset kripto utama dan posisinya terhadap indikator teknis per 1 Juli 2026:

Tabel Harga Aset Kripto dan Level Teknis Utama Juli 2026
Nama Aset Kripto Harga Hari Ini (USD) Level Support / EMA Terdekat (USD) Status Tren Pasar
Bitcoin (BTC) 59.110 – 59.500 66.623 (EMA 50) Bearish kuat
Ethereum (ETH) < 1.600 Melemah
XRP 1,00 1,00 (Batas Psikologis) Kritis
Hyperliquid (HYPE) 64,00 64,00 (Support) Menguji Support

Lonjakan Sentimen Extreme Fear di Kalangan Investor

Koreksi mendalam yang dialami pasar melahirkan kepanikan massal yang tercermin langsung pada Crypto Fear and Greed Index. Indeks sentimen ini merosot tajam ke level antara 13 hingga 15, yang masuk dalam kategori ketakutan massal yang akut.

Banyak investor pemula yang belum memahami

"apa itu crypto extreme fear index"

, yang merupakan indikator pengukur tingkat ketakutan atau keserakahan pelaku pasar. Angka di bawah 15 menandakan bahwa mayoritas pelaku pasar sedang berada dalam kondisi panik dan cenderung melakukan aksi jual demi mengamankan dana mereka.

Meskipun terjadi kepanikan masal pada altcoins, dominasi pasar atau market dominance dari Bitcoin terpantau masih tetap memimpin di atas angka 55 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harganya turun, Bitcoin tetap menjadi aset pilihan utama yang dinilai lebih aman dibandingkan altcoins saat

"pasar crypto crash hari ini"

terjadi.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Hingga saat ini, para pelaku pasar dan institusi global masih terus mencermati pergerakan dana keluar atau outflow dari produk bursa ETF Bitcoin di Amerika Serikat. Dinamika arus modal global ini diperkirakan akan menjadi faktor penentu utama apakah Bitcoin mampu rebound atau justru semakin tenggelam di bawah level 59.000 dolar AS dalam beberapa hari ke depan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang