Harga Bitcoin Naik ke Area US$61.160 Akhir Pekan Ini Setelah Sentuh Zona Support

11 Juli 2026, 07:07 WIB

Harga kripto hari ini 11 Juli 2026 mencatatkan pemulihan setelah aset kripto utama, Bitcoin, berhasil diperdagangkan di kisaran US$61.160 pada Sabtu pagi. Pergerakan positif ini terjadi setelah Bitcoin membangun basis dukungan kuat di atas zona support penting untuk menembus saluran tren turun.

Berdasarkan data pasar terbaru, aset kripto utama ini sempat mengalami penolakan harga dan aksi ambil untung tepat di bawah area resistensi penting di sekitar US$65.000. Kendati demikian, pasar menunjukkan tanda-tanda akumulasi harga di bawah zona US$59.800 hingga US$60.500 saat tren sempat dikendalikan oleh penjual.

Pergerakan teknikal yang terjadi saat ini menjadi perhatian besar bagi para investor yang sedang belajar investasi crypto untuk pemulih. Secara historis, pola teknikal Bitcoin menunjukkan bahwa jarak antara puncak (peak) dan dasar (bottom) harga selalu terjadi dalam kurun waktu 1 tahun atau 365 hari, dengan penurunan yang tercatat selalu terhenti di sekitar Fibonacci Internal Retracement 0.786.

Nasib Bitcoin Akhir Pekan Ini | Toshi Crypto Indonesia

Rincian Statistik Performa dan Karakteristik Bitcoin

Data performa historis menunjukkan fluktuasi yang signifikan pada pergerakan Bitcoin dalam denominasi USD. Pemulihan singkat yang terjadi hari ini turut mengubah catatan statistik pergerakan harga dalam beberapa lini masa perdagangan resmi.

Berikut adalah tabel statistik pergerakan harga Bitcoin berdasarkan data historis yang dihimpun dari Trading Economics:

Tabel Performa Harga Bitcoin dalam Denominasi USD
Periode Perdagangan Persentase Perubahan Harga
1 Hari +1,29%
1 Minggu +4,11%
1 Bulan +3,76%
6 Bulan -29,19%
Year to Date (YTD) -26,85%
1 Tahun -42,50%
5 Tahun +89,19%
10 Tahun +9,77 K%
Sepanjang Waktu +45,66 K%

Memahami Karakteristik Utama Pasar Kripto

Bagi masyarakat yang baru mengenal dunia digital, pertanyaan mengenai "apa itu crypto" sering kali muncul ke permukaan. Berdasarkan definisi resminya, aset kripto adalah aset digital yang berfungsi sebagai media pertukaran dengan menggunakan kriptografi kuat untuk mengamankan transaksi keuangan.

Teknologi dan Pembatasan Pasokan

Teknologi ini bekerja dengan mengontrol pembuatan unit tambahan, serta memverifikasi transfer aset di atas basis data terbuka yang disebut rantai blok. Dalam operasionalnya, cara kerja blockchain bitcoin bertindak sebagai buku besar digital yang mencatat seluruh transaksi secara transparan dan desentralistik.

Salah satu faktor yang memengaruhi nilai aset ini adalah pembatasan jumlah pasokan. Total pasokan aset kripto utama (Bitcoin) dibatasi oleh kode protokolnya hingga maksimal 21.000.000 BTC saja, yang menjadikannya memiliki sifat kelangkaan seperti komoditas fisik.

Dua Jenis Utama Aset Kripto

Para pelaku pasar juga perlu memahami beda koin dan token crypto agar tidak salah dalam mengambil keputusan taktis. Secara umum, mata uang kripto di pasar global terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Koin: Aset kripto yang memiliki dan beroperasi di atas jaringan blockchain miliknya sendiri, contohnya adalah Bitcoin.
  • Token: Aset digital yang dibuat dan beroperasi di atas jaringan blockchain milik pihak lain atau menumpang pada infrastruktur yang sudah ada.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Pergerakan harga yang dinamis ini memperlihatkan bagaimana keuntungan investasi bitcoin jangka panjang sangat dipengaruhi oleh siklus pemulihan pasar. Saat ini, pelaku pasar terus memantau apakah basis pertahanan di atas US$58.000 hingga US$59.000 dapat dipertahankan demi menguji kembali area resistensi yang lebih tinggi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang